POJOKSATU.id - Penyanyi Agnez Mo akhirnya angkat suara keberadaannya di Dubai, bertepatan dengan serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat-Israel ke pangkalan angkatan laut di negara Uni Emirat Arab (UEA) itu.
Agnez Mo memastikan kondisinya baik-baik saja, dan berharap publik tidak menyebarkan informasi salah, karena ramai beredar dirinya dikabar terjebak di hotel mewah di Dubai.
Ya, salah satu hotel di Dubai menjadi salah satu sasaran serangan balasan Iran, karena diduga menjadi tempat menginap agen mossad, badan intelijen nasional milik Israel.
Baca Juga: JK Ingatkan Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Minyak Naik, Impor Terancam dan Logistik Lumpuh
Lewat Story Instagram-nya, Minggu, 1 Maret 2026, Agnez menunjukkan video dirinya baik-baik saja.
"Aku aman, jangan percaya sama headline yang bilang aku terjebak, aku bakik-baik saja, aku ada di apartemen saat ini," tegasnya.
Dia menekankan dalam kondisi aman dan berusaha tenang dan berharap orang tidak berasumsi macam-macam dan membuat suasana memanas.
"Aku hanya ingin jelaskan aku baik-baik saja bukan terjebak, aku berdoa buat orang-orang yang terimbas, tapijangan dibuat suasan amakin memanas," ungkapnya. bebernya.
Agnez juga menegaskan akan memberitahu ke publik, jika terjadi sesuatu. "Aku mohon, aku mohon, aku oke, aku aman, kalau ada sesuatu aku akan menjadi orang pertama yang memberitahu kalian," ucapnya.
Seperti diketahui, serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Akibat serangan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 85 siswa di sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Sebagian besar korban merupakan anak perempuan yang sedang mengikuti kegiatan belajar saat sekolah bernama Shajareh Tayyebeh.
Kantor berita pemerintah Iran menyebut bangunan sekolah hancur total dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban disebut masih dapat bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian di lokasi kejadian.
Pejabat Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan terhadap rakyat tak bersalah”, sementara kecaman internasional mulai bermunculan dan seruan penyelidikan independen menguat.
Baca Juga: Usai Serangan AS-Israel, Ribuan Warga Iran Gelar Penghormatan Terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei
Akibat serangan AS dan Israel ini, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei juga meninggal dunia di kompleksnya bersama beberapa anggota keluarganya.
Tak lama setelah serangan itu, Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk, termasuk Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) dan Manama, ibu kota Bahrain.
Ledakan terdengar di Dubai pada Minggu, 1 Maret 2026, dengan laporan kerusakan ringan pada infrastruktur sipil serta beberapa korban luka.
Di Bahrain, target serangan dilaporkan mencakup pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan darurat dan menutup sementara operasional bandara akibat ancaman rudal. ***

