POJOKSATU.ID - Pemerintah China sedang memberlakukan kebijakan untuk memblokir influencer yang tak punya sertifikat dalam membuat konten. 

Kebijakan Pemerintah China ini pun menjadi sorotan warganet di Indonesia. 

Diketahui, pemblokiran terhadap para influencer di China itu untuk menjaga kualitas konten yang dikonsumsi negaranya di media sosial (medsos).

Baca Juga: Ngamuk Gegara Narkoba, Ayah Habisi Dua Anak Kandung, Nenek Luka Parah Usai Membela Kedua Cucunya

Host kenamaan di Indonesia, Helmy Yahya pun ikut menyoroti hal tersebut dengan membagikan ulang sebuah postingan lewat akun Instagram pribadinya @helmyyahya, dikutip Sabtu (26/7/2025). 

"Dulu banyak yang mikir, jadi influencer itu hanya bikin konten viral dan dapetin banyak followers," begitu tulisan dalam cuplikan video dari Instagram @yeudu.id yang dibagikan ulang Helmy Yahya.

Lebih lanjut Helmy menyoroti bagaimana pemerintah China memberikan peraturan ketat terhadap influencer. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Laptop Rp1 Jutaan di 2025, Murah tapi Tangguh! Kok, Bisa? Pelajar Harus Gercep!

"Tapi di China, ceritanya beda total. Pemerintah China punya aturan ketat semua influencer wajib tunduk pada standar terkait edukasi. Kalau mau bahas soal keuangan, kesehatan, harus punya sertifikasi dulu," sambungnya.

Helmy Yahya pun meminta tanggapan netizen di Indonesia terkait kebijakan pemerintah China tersebut.

"Komen kamu gimana?" tanya Helmy dalam caption Instagramnya.

Baca Juga: Kisruh Ijazah Jokowi: Dr Tifa Pertanyakan Langkah Kinerja Penyidik Kepolisian, Singgung Puslabfor dan Expertise

Terdapat komentar dari para netizen bercentang biru yang melempar pujian terhadap kebijakan pemerintah China bagi para influencer.

"China negara super power yang sesungguhnya, terbaik dari segala sisi," ungkap pedangdut Inul Daratista lewat akun @inul.d.

"Nah ini baru benar Pak Helmy, nice share. Semoga di negara ini bisa meniru hal positifnya," tutur penulis buku dan pengusaha, Rama Sahid melalui akun @ramasahid.

Baca Juga: Pendaftaran Sampai 31 Juli, Kemenag Luncurkan Kursus Bahasa Inggris Gratis untuk Guru MI, Kuota Hanya 300 Orang

Berkaca dari hal itu, Pemerintah China diketahui memang sudah gencar memblokir para influencer asal negaranya di medsos sejak tahun 2024.

Dilansir dari New York Post, dalam hal ini, China telah mengeluarkan program 'Clear and Bright' yang bertujuan untuk menghapus konten yang dianggap 'buruk' dari medsos.

Salah satu influencer yang sempat menjadi korban pemblokiran medsosnya oleh pemerintah China yakni Wang Hongquan, content creator yang dijuluki Kim Kardashian dari China.

Baca Juga: La Vela Green Lake City: Wisata Tematik Baru Bernuansa Eropa di Jakarta

Dengan empat juta pengikut di situs TikTok versi China, Douyin, Wang sempat tidak bisa mengakses akun media sosialnya pada 18 Mei 2024 lalu.

Padahal, biasanya Wang mengunggah konten yang memamerkan pakaian rancangan desainer, penerbangan first class, dan koleksi perhiasan giok.***