POJOKSATU.id - Pedangdut Inul Daratista mengungkapkan kegelisahannya terhadap perubahan sikap sang putra semata wayang Yusuf Ivander Damares. Remaja yang telah berusia 17 tahun itu tak lagi bisa dimanja-manja.
Inul merasakan waktu cepat berlalu dan tak menyangka putranya sudah besar, lalu memiliki lingkungan pergaulan sendiri.
Inul dan sang suami Adam Suseno harus menunggu 13 tahun ini untuk menantikan kehadiran seorang anak. Oleh karena itu, dia merasa kesepian sejak Ivan remaja.
"Sekarang mas Ivan sudah 17 tahun, sedih banget, tidak bisa memeluknya lagi. Menciumpun kalau ada maunya mepet-mepet minta duit atau ada perlu minta ini itu," curhatnya di laman Instagram-nya, Rabu, 8 Juli 2026.
Di satu sisi, pemilik goyang ngebor itu ingin putranya tetap menjadi anak kecil yang bisa ditimang dan selalu dekat kapanpun.
"Dari lahir, aku sangat gemes dan enggak bisa jauh darinya. Kalau bisa yang lain enggak boleh dekat cuma aku," smabungnya.
Namun, di sisi lain dia merasa sebagai ibu belum cukup sempurna baik dari cara mendidik atau lainnya.
"Aku tau anak sekarang punya dunia sendiri. Melihat si anak kadang tidak sesuai mau orang tua, rasanya sebagai ibu jadi egois, untung ada suami yang balancing dan mengatasi pro kontra ibu dan anak," tuturnya.
Inul berharap kelak Ivan bisa sukses melebihi kedua orang tua. Namun, tentu doa yang bisa dihaturkannya, dia tak bisa memaksakan kehendak.
"Mencintai kadang sangat berlebihan. Kalau jauh rindunya melebihi rindu pasangan. Kalau dekat pengennya meluk cium bercanda, sayangnya si anak angel, sudah punya dunia sendiri," akunya.
Saat ini, Inul sedang was-was karena Ivan bakal kuliah. Dan, kemungkinan akan jauh dari kedua orang tua. Apakah aku siap jauh jauh? Entahlah. Sekarang aja suka ditinggalin malah duaan aja lagi sama bapaknya," sebutnya.
Di hati terdalam, Inul Daratista merasa selalu sibuk bekerja sehingga waktu bersama anak tak cukup banyak. Namun, inilah takdir yang harus dijalani.
"Nyesal, coba aku enggak banyak kerja, pasti puas bersamanya hari-hari, tapi ya sudahlah, hidup memang takdirnya harus dijalani. Semoga semua anak anak di dunia ini membawa bahagia untuk orang tuanya," ungkapnya.
Baca Juga: Peringati HUT Ke-81 RI, Ditjen GTK Gelar Lomba Penulisan Artikel bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
Dia menyadari, bisa jadi putranya tidak paham perjuangan sang ibu dan ayahnya menanti kehadirannnya selama 13 tahun.
"Semua perjuangan ini sangat berat, tapi aku bahagia karena tidak mandul, dulu suka disindir daripada melihara kucing mending momok anak," kenangnya.
"Anakku tersayang, Yusuf Ivander Damares, mama sayang Ivan," pungkasnya. ***

