POJOKSATU.id - Aktris Kirana Larasati mengungkapkan kekecewaan selama menyaksikan konser reuni F4 bertajuk "F✦FOREVER 1st World Tour" di Indonesia Arena, Kompleks Olahraga GBK, Jakarta pada Kamis, 28 Mei 2026.

Pasalnya, Kirana Larasati tak bisa menikmati konser F4 tersebut dengan selayaknya, padahal membeli tiket yang harganya tak murah.

Hal tersebut disampaikan Kirana Larasati di laman Instagram, Jumat, 29 Mei 2026. Diapun men-tag promotor konser F4 tersebut yaitu Color Asia Live pada postingannya.

"Nonton konser yang lebih banyak kecewanya dibandingkan puasanya," ujarnya mengawali curhatannya.

Baca Juga: Perdana Tembus Semifinal Super 750, Ini Calon Lawan Alwi Farhan di 4 Besar Singapore Open 2026

Dia menjelaskan, sejatinya sangat antusias untuk menyaksikan konser F4. Bahkan, dia bersama teman-temannya membeli tiket yang harganya belasan juga.

"Idola kita waktu kecil, tentu saja kita menantikan konser ini, karena kita happy banget mau nonton konser ini, kita memutuskan membeli tiket yang private booking only, tiket yang enggak bisa dibeli secara umum, tapi harus lewat jalur khusus," jelasnya.

Lewat temannya, mereka mendapatkan barisan nomor tiga dari depan panggung. "Harga tiket lumayan mahal, row 1 Rp21 juta atau Rp22 juta, row di belakangnya belasan juta, baru row kita Rp14 juta," ungkapnya.

"Kita enggak apa-apa bayar segitu, effort beli segitu supaya dapat interaksi yang lebih, lebih dekat syukur-syukur dapat disenyumin," sambungnya.

Baca Juga: Open House Idul Adha 1447 H, Gubernur Al Haris Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

Sayangnya, yang terjadi kebalikannya. Sepanjang konser, kesemua member F4 posisinya kebanyakan membelakangi penonton di barisan tersebut. Sehingga, mereka hanya bisa melihat sisi samping dan punggung sang idola.

"Semakin agak aneh ngerasanya, karena kok kebanyakan mereka munggungin kita, ngelihat penonton yang di tribun belakang," tambahnya.

Sontak Kirana dan para penonton di posisi itu bingung, mengapa mereka yang bayar mahal malah sama sekali tidak bisa melihat penampilan arah depan.

"Enggak tahu apa F4-nya kurang briefing dari promotor. Tapi kok benar-benar 80 persen perfomance mereka kita paling jelas lihat lewat di layar lebar, kalau enggak, kita engak bisa lihat," sebutnya.

Baca Juga: UPDATE Penyebab Satu Keluarga Tewas Kemping di Posong, Dugaan Kuat Gas Sisa Pembakaran Masuk Tenda

Dia menyatakan, posisi Kirana ada di posisi depan panggung, namun tidak ada jembatan penghubung untuk interaksi dengan F4. Keadaan makin tak terkendali, saat penonton mulai tidak sabar dan akhirnya menaiki kursi.

"Enggak kelihatan, jauh banget, agak nyebelin, penonton di VVIP mulai sadar kalau cara mutar (panggung) seperti itu, jadi untuk bisa lihat mereka (penonton) naik ke atas kursi, ada juga yang naik kursi enggak bisa kelihatan juga," tuturnya.

Kirana yang telah telanjur kecewa, memilih diam di kursi dan tidak mengikuti penonton di barisannya. "Aku diam aja, bete," lanjutnya.

Baca Juga: ASN Cabuli Bocah Umur 10 Tahun, Janjinya Mau Beliin Jagung Bakar dan Uang RP5 Ribu

Chaos tak terelakkan lagi, saat penonton di bagian Kirana memilih berlari ke arah lain demi mendapatkan gambar F4 yang bagus.

"Bagian VVIP lari ke pinggir supaya bisa dapat gambar bagus, itu enggak etis tapi itu enggak bisa disalahin juga mereka sudah bayar mahal, masa enggak bisa melihat dengan jelas," ujarnya.

"Kita yang duduk di tengah enggak mungkin ngelangkahi orang-orang untuk lari, jadi chaos, enggak etis," sebutnya.

Yang membuat Kirana makin kecewa adalah security yang ada di lokasi diam saja tanpa melarang.

"Nyebelinnya security diam aja, enggak menghalangi, makinlah itu ketutup (pemandangan panggung), aku merasa wasting money. Aku merasa tidak adil," tukasnya.

Baca Juga: Libur Lebaran Idul Adha 2026, Daop 3 Cirebon Layani 37.368 Penumpang

Saking kesalnya, Kirana memilih pulang sebelum konser usai. "Aku merasa manajemennya enggak bagus, 20 menit sebelum konser berakhir aku sudah pulang," tegasnya.

Kirana Larasati mengatakan pengalaman nonton konser Jerry Yan dkk ini cukup sehari saja, meski F4 konser selama tiga hari (28, 29, 30 Mei 2026) di Jakarta.

"Bayar mahal, ini tiket enggak gampang nyarinya, dan itu segitu harganya tapi pas nonton zonk banget," pungkasnya. ***