POJOKSATU.id - Pihak keluarga Aron Ashab angkat bicara usai penyanyi dan konten kreator itu mengaku diculik dengan kekerasan dan dimasukkan ke penjara.
Gamyla Ashab, kakak Aron Ashab, membantah keluarga telah menculik Aron, melainkan memasukkan artis itu ke dalam panti rehabilitasi di salah satu pesantren.
Ini dilakukan bukan tanpa alas an, Gamyla mengatakan Aron kerap bikin ulah hingga membuat keluarga jengah. Dia membeberan kelakukan sang adik mulai dari mabuk, berbohong demi viral hingga mencuri uang keluarga.
"Dia rehab karena alkoholik dan adalah masalah menyimpang dan enggak terkontrol kalau mabok, kita sudah capek lahir batin," tulis Gamyla di Instagram Story-nya (@gamylaashab), Sabtu, 17 Oktober 2026.
Dijelaskannya, Aron direhab dengan prosedur resmi dan itu atas perintah sang ibu yang saat ini tengah stroke usai ayah mereka meninggal dunia.
"Masih setiap hari menghadapi ulah dia yang tidak terkontrol. Dan rusuh tiap kali mabuk, mabuk setiap hari berbotol-botol," sebutnya.
Di rumah hanya ada ibu mereka dan dua anak Gamyla yang trauma melihat kelakuan Aron.
"Jadi tidak ada penculikan, setiap dia mabuk buat ulah ada semua videonya, lengkap. Kan dia juga sering live TikTok pas mabuk, di IG juga kan sering mabuk terus Live ngomong ngaco-ngaco," jelasnya.
Berbagai kejadian itulah keluarga akhirnya memilih untuk merehab Aron. "Justru kita masukin rehab bisa dia benar tobat, dan dapat hidayah, lah malah kabur danbmakin jadi," tegasnya.
Gamy mengingatkan kejadian sebelumnya, dimana Aron membuat cerita dibully oleh abangnya. Menurut sang kakak itu juga bohong, dan dilakukan demi viral.
"Belum cukup buat berita viral pembulian dapat ratusan juta, sekarang butuh duit jual cerita diculik, biar laku lagunya, sampah," tukasnya.
"Yang benar-benar kenal dia secara pribadi sudah khatam, dia buat viral dibully 15 tahun orang tua saya diam saja, itu bohong, yang belum cape dan mau percaya King of Drama silahkan saja, saya engak mau ibu saya kepikiran dan sakit lagi," sambungnya.
Gamy mengatakan sejak kabur dari rehab pesantren, Aron belum balik ke rumah. Tapi, dia yakin sang adik akan kembali, jika nantinya butuh uang.
"Ntar kalau yang ditumpangi sudah enggak sanggup sama dia, enggak punya duit, enggak ada yang bisa dimanfaatin lagi, baru pulang drama nangis-nangis, pura-pura tobat," jelasnya.
Ini bisa diprediksinya, karena polanya berulang. Diapun mengingatkan kejadian saat Aron disebutnya mencuri uang banyak.
"Sejak 2010 orang tua saya haji, uangnya dirampok sama dia, buat ke dukun, katanya mau berobat, sampai dia dipenjara abah berkali-kali," kenangnya.
Gamy juga mengungkapkan keluarga telah berusaha membawa Aron ke psikiater sejak kejadian mengambil uang ayah mereka di ATM. Dan saat itu sempat dilaporkan ke polisi dan ditahan sementara.
Selain itu, dia mengatakan, dirinya lah yang membuat sang adik jadi artis. Namun, tak menyangka jalan yang dilalui Aron di luar batas.
"Jadi artis malah rebut mulu, dijadiin senjata buat viral. Pengen terkenal biar biasa ada yang disombongin, sampai operasi muka biar ganteng, aslinya dia enggak pede sama muka dia," tuturnya.
"Dia cuma jadi jagoan kalau mabok, jadi songong itu senjata dia. Kenapa dia benci saya, karena cuma saya yang bisa membongkar siapa dia sebenarnya," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Gamy, sejak ayah mereka meninggal, Aron makin berulah tanpa henti. Sebelumnya, tidak seperti itu karena disebutnya Aron takut dicoret dari daftar ahli waris.
"Pas abah meninggal saja dia mabuk, dia malah senang abah saya meninggal. Enggak ada dia berduka sama sekali, sampai tiap ada tamu ke rumah kita malu lihat dia mabuk," sambungnya.
Saat ini, Gamy mengatakan keluarga siap untuk membawa Aron ke ranah hukum. "Kita juga sudah lapor polisi, rumah sudah dijaga, anytime dia balik akan dibawa ke rehab. Karena di luar pun cepat atau lambat akan bikin gara-gara lagi," jelasnya. ***



