POJOKSATU.id, ARTIS Violenzia Jeanette mengisahkan proses dirinya menjadi mualaf. Tak seperti anggapan banyak orang yang menyebutnya masuk Islam saat menikah, nyatanya semua terjadi saat usianya 19 tahun.
Violenzia Jeanette mengatakan prosesnya mualaf tak terlepas dari peran aktor Fauzi Baadilla. Keduanya merupakan sahabat dekat sejak dulu.
"Jadi gua mualaf dari umur 19 tahun. Semua orang banyak yang ngira gua mualaf saat gua nikah, gua jadi mualaf bukan karena pernikahan, atau laki-laki," ujar Violenzia Jeanette, di YouTube BundLifetainment, Selasa, 27 Februari 2024.
Violenzia Jeanette sendiri berasal dari keluarga Kristen taat asal Manado. Dia sejak kecil tinggal dengan kakek dan neneknya.
Dan, momen kakeknya meninggal membuatnya terpuruk dan stres hingga membuatnya kehilangan arah.
"Gua paling dekat sama kakek gua dan itu pukulan berat buat gua, dan gua sempat depresi berat buat gua, dna hidup gua lagi dark-dark-nya, gua lagi hilang darah," ungkapnya.
Kemudian, neneknya juga meninggal hingga membuatnya hidup sendiri di Jakarta sejak umur belasan tahun, sementara orang tuanya ada di Manado.
Vio-sapaan akrabnya, yang sedang terpuruk bertemu sering cerita dengan Fauzi Baadilla. Sang aktor juga yang down karena perceraiannya dengan Senk Lotta.
"Ozi-sapaan Fauzi Baadilla waktu itu cerai sama istrinya, dia lagi dark-dark-nya, dia malah jadi benar (hijrah), dia ngajarin gua soal Islam," jelasnya.
Vio mengatakan banyak hal yang bisa dipahaminya dalam buku-buku Islam yang dibacanya. Semisal soal larangan yang punya alasan jelas.
"Kebetulan gua ini orang yang sangat logika banget, akhirnya dia ngajarin, kok di Islam semua ada ajarannya, masuklah semua di akal gua. Misalnya lu enggak boleh makan babi ternyata ada penjelasannanya, enggak dilarang-larang saja," ungkapnya.
Sahabat mendiang Bibi Andriansyah dan Vanessa Angel menegaskan Fauzi Baadilla tak pernah memaksanya jadi mualaf. Namun, Vio merasa hatinya tergerak jadi mualaf dan itu membuat Fauzi kaget.
"Tiba-tiba gua bilang sama dia, 'lu kalau tanya kenapa gua mualaf, gua enggak bisa jawab. Karena gua juga bingung'," ucapnya.
"Di dalam hati gua ada 'kok gua pengen masuk Islam ya'. Tiba-tiba juga merasa cinta saja sama Allah dan ada Allah di hati gua. Gimana masuk di hati gua, gua juga bingung," sambungnya.
Saat itu, Fauzi tidak buru-buru mengajak Vio segera ke masjid dan mengucap kalimat syahadat. Dia memberikan Vio waktu berpikir selama seminggu, kalau tak berubah pikiran baru akan diajak mualaf.
Baca Juga: Akui Pernah Ditawari Jadi Simpatisan Paslon, Oki Rengga Menolak dengan Alasan Ini
Dan, pemikiran Vio tetap sama. Dia merasa ingin mualaf. "Gua dibawa ke Sunda Kelapa, pas gua mualaf banyak yang salat di masjid, banyak yang ngedoain gua, masyaAllah," sambungnya.
Setelah mualaf setahun, Vio mengatakan orang tuanya baru tahu, tepatnya saat dirinya memperkenalkan calon suaminya atau mantan suami pertamanya ketika mau menikah
"Karena gua mau nikah dengan muslim. Orang tua berpikir akhirnya gua ngaku mualaf. Mereka berpikir gua mualaf karena cowok," jelasnya.
Vio sudah menjelaskan dirinya mualaf sudah lama dan bukan karena mau menikah. Tapi orang tuanya tidak percaya hingga saat dia menikah, keluarganya tidak merestui dan menolak datang.
"Sempat enggak berhubungan dengan bokap nyokap. Pas anak gua umur tiga tahun gua bawa ke Manado sekarang baik-baik saja," ungkapnya.
Di semua perjalanan hidupnya, Violenzia Jeanette menyadari bahwa restu orang tua penting. Dia berkaca dari pernikahannya yang dua kali gagal
"Pada akhirnya gua yakin restu orang tua itu penting," tegasnya.
Pun, dia bersyukur tidak pernah menyalahkan Allah SWT tiap kali ada masalah dalam hidupnya. Dan, tak pernah berpikir untuk keluar dari Islam hingga saat ini. ***

