POJOKSATU.id - Perkembangan teknologi kini makin terasa di dunia pendidikan.

Salah satu inovasi yang sedang ramai dibicarakan adalah penggunaan ijazah berbasis blockchain yang disebut lebih aman dan sulit dipalsukan.

Berbeda dengan ijazah konvensional yang berbentuk kertas, sistem blockchain memungkinkan data ijazah disimpan secara digital dalam jaringan khusus.

Baca Juga: Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Ada Kendala Teknis yang Belum Tuntas

Dengan teknologi ini, informasi di dalamnya bersifat permanen, transparan, dan tidak mudah dimanipulasi.

Menariknya, proses verifikasi ijazah pun jadi jauh lebih praktis.

Tanpa perlu legalisir manual, pihak yang berkepentingan bisa langsung mengecek keaslian data secara instan melalui sistem digital tersebut.

Baca Juga: Brain Dance, Cara Bangun Anak Cerdas Hebat, UNJ Berikan Pelatihan Literasi Budaya dan Stimulasi Otak ke Guru PAUD, Begini Hasilnya

Di Indonesia sendiri, inovasi ini mulai diterapkan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Bahkan, kampus tersebut menjadi yang pertama menerapkan sistem ijazah berbasis blockchain secara menyeluruh.

Nama Pratama Arhan pun ikut mencuri perhatian.

Pemain sepak bola profesional itu dikabarkan menjadi salah satu lulusan pertama yang akan merasakan sistem ijazah modern ini setelah menyelesaikan sidang skripsinya.

Baca Juga: 10 Jurusan Teknik Mesin dan Turunannya di Indonesia, Ini Gambaran Kuliah, Biaya, hingga Prospek Kerjanya

“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi. Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah,” terang Prof. Pulung.

Penerapan teknologi ini juga didukung oleh kerja sama internasional, termasuk dengan Dubai Blockchain Center dan Indonesia Blockchain Center.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah serius dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih modern dan terpercaya.

Baca Juga: 10 Jurusan Paling Ketat di UI 2026, Ini Gambaran Kuliah, Biaya, dan Prospek Kerjanya

Ke depan, lulusan tidak hanya membawa ijazah sebagai simbol kelulusan, tapi juga sebagai data digital yang bisa diverifikasi secara global.

Hal ini tentu membuka peluang lebih luas, terutama dalam dunia kerja yang semakin kompetitif.

Perubahan ini seolah jadi tanda bahwa dunia pendidikan terus bergerak mengikuti zaman.

Dan mungkin, ke depan, ijazah bukan lagi sekadar kertas yang disimpan rapi, tapi bukti digital yang siap dibawa ke mana pun tanpa rasa khawatir.***