POJOKSATU.id, PENYANYI Agnez Mo akhirnya buka suara soal pelanggaran hak cipta yang mewajibkannya membayar denda Rp1,5 miliar. Dia juga mengungkap soal klaim Ahmad Dhani yang menyebutnya tak responsif saat dihubungi untuk menyelesiakan perkara ini.

Agnez Mo menekankan posisinya saat ini adalah seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu. Karena, dia juga menulis lagu untuk banyak lagu-lagunya.

Pun, Agnez Mo memastikan sepakat kalau pencipta lagu harus dibayar, hanya saja menitikberatkan bagaimana mekanismenya.

Dia juga mengatakan banyaknya penyanyi yang seakan berpihak padanya saat ini, sejatinya semata-mata pro terhadapnya, tetapi menyoroti soal Undang-Undang Hak Cipta.

Baca Juga: Amerika KEUKEUH Duduki Jalur Gaza, Israel Bentuk Direktorat Kementerian untuk Pindahkan Warga Gaza, Otoritas Palestina dan Hamas DILARANG BEROPERASI

"Seolah-olah ngebelain gua, padahal sebenarnya bukan, ngebelain UU yang ada, istilahnya enggak perlu kuliah S3 juga untuk mengerti, karena gua juga kuliah hukum juga," ujarnya di Podcast Deddy Corbuzier, Selasa, 18 Februari 2025.

Sebagai mahasiswa hukum, Agnez mengatakan hukum tidak berlaku surut, artinya hukum yang sedang diperjuangkan jangan diberlakukan dengan existing law atau hukum yang sekarang masih direvisi.

Kemudian, dia membahas soal Ahmad Dhani. Dia merinci, pentolan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), itu memang pernah menghubunginya.

Namun, pengakuan Agnez mengejutkan, bahwa suami Mulan Jameela itu bukan murni membahas hak cipta lagu, tapi malah ingin meminta dukungan saat nyaleg.

Baca Juga: Banding Diterima, Aktor Yoo Ah In Bebas setelah Lima Bulan Dipenjara

Dia mengatakan memiliki tiga ponsel, dua untuk bisnis, satu untuk kegiatannya di Amerika Serikat. "Nah 8 bulan yang lalu, gua enggak enak buka di sini. Delapan bulan yang lalu, dia ada hubungi tapi soal kasih dia video mendukung di DPR, enggak ada konteks sama ini," ungkapnya.

Saat itu, dia menolak memberikan video dukungan untuk Ahmad Dhani, karena tidak ingin terlibat politik.

"Pada saat waktu itu, gua enggak mau buKa kartunya, gua enggak enak, sorry gua harus buka di sini. (pernyataan Dhani soal dirinya tak responsif dalam kasus ini) aku dengar aku agak kecewa, sedih, kok bisa diputar balikkan kayak gini," bebernya.

"Gua tahun delapan bulan lalu kontak kasih dia video untuk mendukung di DPR dan memang unfortunately aku bilang gue enggak main gitu-gituan, aku minta maaf, mungkin dia menganggapnya personal," tukasnya.

Baca Juga: Minta Maaf dan Berdamai dengan Nikita Mirzani, Lolly Ungkap Baru Sadar Betapa Sayangnya Sang Ibu

Kemudian, saat Ahmad Dhani bilang dirinya tidak respon, Agnez langsung mencek ponselnya. Dia memastikan tidak ada pentolan Dewa19 ini mengajaknya bertemu untuk bicara soal pelanggaran hak cipta lagu itu.

"Enggak ada, dia kasih artikel blasting, memang ada dia ngomong aku rasa kita perlu ketemu, waktu itu gua di Amrik. Cuma waktu itu, aku baca beberapa bulan setelahnya, dan satu lagi sebenarnya itupun pada saat gua lihat timingnya memang itu on going case, ofcourse gua enggak bisa bilang kasusnya kemana-mana," bebernya.

Agnez menambahkan dirinya memang tidak ada berkomunikasi dengan Ari Bias. "Ya karena kami tidak teman, pas pertama kali ketemu saya berumur 16 tahun," timpalnya.

Baca Juga: Resmi Dirilis, Link Download Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning via Google Drive Format PDF

Lalu apakkah Agnez membayar royalti saat tampil membawakan lagu ciptaan orang lain?

Soal ini, Agnez menegaskan pembayaran itu dilakukan penyelenggara yang mengundangnya.

"Gua tahu UU. Gua nyanyi 6 tahun. Gua sudah ribuan show, dan selama gua ribuan show izin dan royalti selalu dibayar penyelenggara. Di kontrak gua, izin dan royalti secara base practice selalu dibayar sama penyelenggara," tuturnya.

Dia menjelaskan tiap show, kontrak kerjanya sudah tertulisnya semua biaya di luar honornya sebagai penampil dibayar penyenggara.

"Gua sudah ingatin mereka (penyelenggara) tujuh kali soal bayar royalti. Gua punya bukti WhatsApp," tegas Agnez Mo. ***