POJOKSATU.id — Agnez Mo akhirnya buka suara terkait polemik royalti lagu yang melibatkan namanya dalam gugatan pencipta lagu Ari Bias.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan tentang penolakan pembayaran royalti, melainkan mekanisme perizinan yang harus dipahami lebih jelas.
"Ini bukan tentang aku nggak mau bayar pencipta lagu. Jelas mereka harus dibayar," kata Agnez Mo, dikutip dari kanal YouTube Close The Door milik Deddy Corbuzier, Selasa (18/2/2025).
Agnez menekankan pentingnya prosedur yang jelas dan akurat dalam sistem perizinan hak cipta.
Menurutnya, pembayaran royalti tidak bisa dilakukan hanya dengan menyerahkan dokumen tanpa adanya mekanisme yang benar.
"Tapi yang perlu dipahami adalah mekanisme perizinannya seperti apa. Nggak bisa cuma kasih dokumen lalu selesai. Harus ada prosedur yang benar dan jelas siapa yang bertanggung jawab dalam pembayaran tersebut," lanjutnya.
Kesalahpahaman Publik
Agnez juga menyayangkan banyaknya kesalahpahaman di masyarakat terkait kasus ini.
Ia menegaskan bahwa beberapa musisi yang ikut berkomentar, seperti Marcel Siahaan dan Pongki Barata, tidak serta-merta membelanya secara pribadi, melainkan ingin meluruskan pemahaman yang benar mengenai hukum hak cipta.
Sebagai referensi, ia menyinggung Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang mengatur hak pencipta lagu sebagai bagian dari kekayaan intelektual.
Menurutnya, jika ada revisi atau perubahan aturan, maka hal tersebut harus berlandaskan hukum yang sudah berlaku, bukan berdasarkan kebijakan yang masih dalam tahap pembahasan.
"Ada hukum yang sudah berjalan, itu yang harus kita patuhi. Jangan sampai peraturan yang belum final justru dipaksakan ke kasus ini," ujar Agnez.
Kekecewaan terhadap Ahmad Dhani
Dalam kesempatan yang sama, Agnez juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap sikap Ahmad Dhani dalam menyikapi kasus ini.
Diketahui, Ahmad Dhani selama ini dikenal vokal dalam memperjuangkan hak cipta musik dan sempat menegur Agnez terkait kasus ini, namun tidak mendapat respon.
"Saya sudah setahun berusaha menghubungi Agnez, tapi tidak direspon. Dan saya tidak bisa menghalangi anggota @aksibersatu untuk menuntut keadilan," tulis Ahmad Dhani dalam unggahan di Instagram pribadinya, Senin (3/2/2025).
Menanggapi hal itu, Agnez menjelaskan alasan mengapa ia tidak merespon pesan dari Ahmad Dhani.
Ia mengaku memiliki beberapa nomor ponsel yang digunakan untuk keperluan berbeda, dan sebagian besar waktunya kini dihabiskan di Amerika Serikat.
“Jadi gini ya, aduh mas Dhani. Kan ini handphone nih, kan gue ada 3 handphone, yang 2 emang yang bisnis Indonesia, terus juga ada yang di Amerika. Gue kan sekarang 85% tinggalnya di Amerika, jadi memang handphone yang ini emang gue jarang buka,” jelas Agnez Mo.
Lebih lanjut, Agnez membongkar isi pesan yang dikirimkan Ahmad Dhani hampir setahun yang lalu.
Permintaan Dukungan Politik
Ia mengungkap bahwa pesan tersebut bukan terkait royalti lagu, melainkan permintaan dukungan politik.
“Nah 8 bulan yang lalu, makanya gue sebenernya nggak enak loh gue buka di sini. Jadi sekitar 8 bulan yang lalu dia ada hubungin tapi soal minta video mendukung dia di DPR. Jadi nggak ada konteksnya sama sekali sama ini,” ungkapnya.
Agnez merasa kecewa dengan pernyataan Ahmad Dhani yang terkesan memutarbalikkan fakta.
Ia juga menyebut bahwa Dhani memang sempat mengirimkan sebuah link artikel dan mengajaknya bertemu, tetapi tidak dijelaskan maksud pertemuannya.
“Jadi setelah itu dia ada blasting artikel memang ada dia ngomong juga ‘aku rasa kita harus ketemu’. Tapi itu tuh nggak ada konteksnya,” kata Agnez.
“Ngajak ketemu, gue juga di Amerika waktu itu kan,” imbuhnya lagi. ***


