POJOKSATU.id, HUJATAN terus mengalir ke grup LE SSERAFIM setelah agensi Source Music tak juga merespon kritikan massal netizen atas music video (MV) lagu baru berjudul 'Easy'.
Pasalnya, di MV LE SSERAFIM itu mereka mengambil syuting di gereja. Mereka menari dengan pakaian mini, kemudian ada logo mata satu dan terlihat simbol salib yang biasa tergantung di tempat ibadah itu diubah jadi logo grup.
Alhasil, sejak tanggal 20 Februari 2024 perilisan MV LE SSERAFIM itu netizen terus melayangkan kritikan dan hujatan, tidak hanya di X, tapi juga di Instagram, TikTok.
Netizen mendesak agensi dan grup itu meminta maaf, dan meminta MV itu di-take down dan direvisi.
Meski begitu, banyak juga yang membela LE SSERAFIM. Dan, menyebutkan venue lokasi MV itu bukan gereja tempat ibadah melainkan disulap dari gereja dan biasa digunakan untuk syuting di Los Angeles.
Pun demikian, menyertakan simbol mata satu, dan mengubah logo salib dengan logo grup dianggap tidak sepatutnya. Terparah, netizen mencap grup di bawah perusahaan label HYBE itu pengikuti iluminati.
Baca Juga: Dua Kali Tergabung dalam Tim Kampanye Nasional Capres-Cawapres, Kirana Larasati Akui Tak Dibayar
Sebagian lagi tak menyalahkan LE SSERAFIM, karena meyakini konsep MV berasal dari agensi dan grup itu tidak bisa menolak.
"Dia enggak ngehargai agama Katolik," komen akun @va_lia*** di akun Instagram @le_sserafim.
"Lesserafim harusnya meminta maaf," sambung @minha***.
"Tolong take down MV-nya, aku suka lagunya, tapi tidak dengan MV," @onlyl4***.
Baca Juga: Terancam Gagal ke Melenggang ke Senayan, Gilang Dirga Akui Sempat Kesal hingga Belajar Ikhlas
"Kalian tenang, ini hanya MV, dan gereja yang digunakan di MV sudah biasa dipakai untuk syuting seperti Spider Man, mereka pasti sudah minta ijin syuting di sana," bela @hai10***.
Sementara itu, hingga Minggu, 25 Februari 2025, MV tersebut sudah ditonton 35 juta selama lima hari. Di album EASY ini, LE SSERAFIM menampilkan total lima lagu, empat lagu lainnya Good Bones, We Got So Far, Swan Song, dan Smart. ***

