POJOKSATU.ID - Kisah sederhana namun penuh makna datang dari Kabupaten Polewali Mandar atau Polman, Sulawesi Barat.
Seorang penjaga sekolah bernama Abdul Muttalib (56) menjadi sorotan publik.
Nah setelah videonya datang ke acara pelantikan PPPK Paruh Waktu dengan mengendarai bentor atau becak motor viral di media sosial.
Bukan tanpa alasan. Bentor itu adalah kendaraan yang selama ini ia gunakan untuk bekerja dan menghidupi keluarganya.
Baca Juga: Wajib Tahu! Berkas Persyaratan Kenaikan Gaji Berkala atau KGB PPPK, Ini Lengkapnya
Kesederhanaan itulah yang justru menyentuh hati banyak orang.
Mengabdi Sejak 2005, Hampir 20 Tahun
Abdul Muttalib dikenal sebagai penjaga SDN 017 Sidorejo, Polewali Mandar. Ia mulai bekerja sejak tahun 2005, atau hampir 20 tahun lalu.
Selama itu pula, ia menjalani tugas menjaga sekolah dengan status honorer, tanpa kepastian kepegawaian.
Dalam kesehariannya, Bapak Muttalib bukan hanya menjaga sekolah.
Baca Juga: PPPK Tanpa Tes? Guru Honorer Protes Pengangkatan Pegawai SPPG jadi PPPK
Tetapi juga mengandalkan bentor untuk mencari tambahan penghasilan demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu
Penantian panjang itu akhirnya berbuah manis. Pada 15 Januari 2026, Abdul Muttalib resmi menerima Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu.
Dalam acara pelantikan yang digelar di kantor Bupati Polewali Mandar.
Ia menjadi salah satu dari sekitar 4.231 PPPK Paruh Waktu yang dilantik Pemkab Polman.
Nah yang terdiri dari tenaga teknis, ada guru, dan tenaga kesehatan.
Viral Datang Naik Bentor ke Pelantikan
Momen yang paling menyita perhatian publik adalah saat Muttalib datang ke lokasi pelantikan dengan mengendarai bentor.
Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai beragam komentar positif.
Banyak warganet menilai momen itu sebagai gambaran nyata perjuangan tenaga honorer di daerah yang selama ini bekerja dalam keterbatasan, namun tetap setia mengabdi.
Bangga Pakai Baju Korpri
Bagi Abdul Muttalib, status PPPK Paruh Waktu adalah bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya.
Ia mengaku sangat bersyukur dan bangga, terutama saat pertama kali mengenakan baju Korpri.
Baca Juga: Miris! 10 PPPK Paruh Waktu di Polman Tak Terima SK, Bagaimana Nasib Mereka, Ini penjelasannya
Walaupun itu paruh waktu dia sangat bangga. Ini tanda pengabdian dihargai.
Baginya, pengakuan negara jauh lebih berarti dibanding sorotan media sosial yang datang kemudian.
Cermin Perjuangan Honorer di Daerah
Kisah Abdul Muttalib menjadi potret nyata perjuangan ribuan tenaga honorer di Indonesia.
Bertahun-tahun mengabdi dengan keterbatasan, namun tetap setia menjalankan tugas.
Status PPPK Paruh Waktu memang belum sepenuhnya menjawab persoalan kesejahteraan.
Nah tetapi bagi banyak honorer, ini adalah langkah awal menuju pengakuan yang lebih baik.
Baca Juga: PGRI Tegaskan Berjuang Bersama Guru dan Tendik Dorong Alih Status PPPK ke PNS, Ini Penjelasannya
Demikian perjalanan Abdul Muttalib dari penjaga sekolah honorer hingga resmi menjadi PPPK Paruh Waktu bukan sekadar kisah viral.
Ini adalah cerita tentang kesabaran, pengabdian, dan harapan.
Datang ke pelantikan naik bentor menjadi simbol kejujuran hidup dan perjuangan ASN dari akar rumput.***




