POJOKSATU.id, MEDIA sosial dihebohkan dengan beredarnya video sejumlah mahasiswa baru yang belakangan diketahui dari Universitas Sriwijaya (Unsri), sedang cium kening temannya dalam kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Video berdurasi 24 detik itu, disebutkan mahasiswa baru dipaksa melakukan ciuman dengan temannya oleh senior, yang terjadi di kampus Unsri Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Sontak Unsri jadi sorotan, karena kegiatan ciuman itu tidak selayaknya jadi bahan dalam PKKBM dan dinilai bagian dari perundungan.
Viralnya, video itu, pihak kampus langsung angkat suara. Disebutkan, kegiatan itu merupakan gawean di Fakultas Teknik oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Unsri.
Dalam siaran resminya di Instagram, Unsri memastikan kampus telah melarang segala bentuk perundungan dan perpeloncoan.
Hal itu sebagaimana Surat Edaran Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025 tentang ketentuan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri tahun akademik 2025/2026.
Dimana, pada poin 10 dan 11 yang berbunyi : 'Kepada Mahasiwa Baru Universitas Sriwijaya agar tidak melayani aakan dari pihak manapun untuk melakukan pelanggaran terhadap aturan Universitas Sriwijaya, berupa tindak kekerasan, perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual dan intolerasni'.
Dan, jika terjadi pelanggaran seperti tersebut, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Sriwijaya.
Oleh karena itu, Unsri memberi sanksi hukuman pembekuan Himateta dan memanggil para petinggi organisasi itu.
"Sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan HIMATETA UNSRI, pimpinan Fakultas Pertanian Unsri telah memanggil dan melakukan investigasi kepada ketua dan wakil ketua himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian, Ketua Angkatan 2023, serta Ketua dan Anggota Panitia Pelaksana Kegiatan tersebut," jelas Unsri.
"Sementara ini, HIMATETA dibekukan untuk satu tahun leke depan," tegas kampus.
Selanjutnya, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UNSRI akan melakukan investigasi terhadap pelaku perundungan.
POJOKSATU.id, MEDIA sosial dihebohkan dengan beredarnya video sejumlah mahasiswa baru yang belakangan diketahui dari Universitas Sriwijaya (Unsri), sedang cium kening temannya dalam kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Video berdurasi 24 detik itu, disebutkan mahasiswa baru dipaksa melakukan ciuman dengan temannya oleh senior, yang terjadi di kampus Unsri Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.
Sontak Unsri jadi sorotan, karena kegiatan ciuman itu tidak selayaknya jadi bahan dalam PKKBM dan dinilai bagian dari perundungan.
Viralnya, video itu, pihak kampus langsung angkat suara. Disebutkan, kegiatan itu merupakan gawean di Fakultas Teknik oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himateta) Unsri.
Dalam siaran resminya di Instagram, Unsri memastikan kampus telah melarang segala bentuk perundungan dan perpeloncoan.
Hal itu sebagaimana Surat Edaran Rektor Nomor 0003/UN9/SE.BAK.KM/2025 tentang ketentuan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsri tahun akademik 2025/2026.
Dimana, pada poin 10 dan 11 yang berbunyi : 'Kepada Mahasiwa Baru Universitas Sriwijaya agar tidak melayani aakan dari pihak manapun untuk melakukan pelanggaran terhadap aturan Universitas Sriwijaya, berupa tindak kekerasan, perpeloncoan, perundungan, pelecehan seksual dan intolerasni'.
Dan, jika terjadi pelanggaran seperti tersebut, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Universitas Sriwijaya.
Oleh karena itu, Unsri memberi sanksi hukuman pembekuan Himateta dan memanggil para petinggi organisasi itu.
"Sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan HIMATETA UNSRI, pimpinan Fakultas Pertanian Unsri telah memanggil dan melakukan investigasi kepada ketua dan wakil ketua himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian, Ketua Angkatan 2023, serta Ketua dan Anggota Panitia Pelaksana Kegiatan tersebut," jelas Unsri.
"Sementara ini, HIMATETA dibekukan untuk satu tahun leke depan," tegas kampus.
Selanjutnya, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) UNSRI akan melakukan investigasi terhadap pelaku perundungan.
Panitia Minta Maaf
Menyusul viralnya video tersebut dan tindakan kampus, pihak panitia kegiatan itu dan pengurus Himateta muncul ke publik dan minta maaf.
"Saya Endi Wilandra selaku penggerak kegiatan tersebut yang mana mendapatkan viti game tersebut bersama teman saya Rayan dari alumni," jelasnya dikutip Selasa, 23 September dari video permintaan maaf mereka.
Mereka mengatakan tidak berpikiran panjang untuk melakukan hal tersebut memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena telah teledor.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Komite Reformasi Polri, Mahfud MD Siap Turun Tangan
Sementara itu, Bagus Saputra yang memvideokan aksi ciuman itu mengaku awalnya hanya sekadar mendokumentasikan, karena kenal dengan mahasiswa baru itu. Dia meminta maaf karena teledor, video itu tersebar luas.
"Dengan seluruh hal yang terjadi, kami mengucapkan beribu maaf terhadap korban yang terkena. Kami kepengurusan (Himateta Unsri) menerima konsekwensi yang diberi pihak kampus," ujarnya. ***
Menyusul viralnya video tersebut dan tindakan kampus, pihak panitia kegiatan itu dan pengurus Himateta muncul ke publik dan minta maaf.
"Saya Endi Wilandra selaku penggerak kegiatan tersebut yang mana mendapatkan viti game tersebut bersama teman saya Rayan dari alumni," jelasnya dikutip Selasa, 23 September dari video permintaan maaf mereka.
Mereka mengatakan tidak berpikiran panjang untuk melakukan hal tersebut memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena telah teledor.
Baca Juga: Prabowo Bentuk Komite Reformasi Polri, Mahfud MD Siap Turun Tangan
Sementara itu, Bagus Saputra yang memvideokan aksi ciuman itu mengaku awalnya hanya sekadar mendokumentasikan, karena kenal dengan mahasiswa baru itu. Dia meminta maaf karena teledor, video itu tersebar luas.
Bantu kirim tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
"Dengan seluruh hal yang terjadi, kami mengucapkan beribu maaf terhadap korban yang terkena. Kami kepengurusan (Himateta Unsri) menerima konsekwensi yang diberi pihak kampus," ujarnya. ***



