POJOKSATU.id - Sorotan publik terhadap tim SMAN 1 Pontianak usai polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI memasuki kisah dan pengalaman baru bagi para siswa tersebut.

Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak mendapat kesempatan bertolak ke Jakarta bersama rombongan dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Keberangkatan para pelajar asal Kalimantan Barat itu dibenarkan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie.

Baca Juga: Viral Nilai Salah di Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC

Menurut Faisal, Josepha dan tim berangkat pada Selasa 12 Mei 2026 sebagai bentuk perhatian terhadap perjuangan dan pencapaian mereka dalam ajang nasional tersebut.

“Anak-anak SMAN 1 Pontianak hari ini berangkat ke Jakarta bersama tim dari Wapres,” ujarnya.

Nama SMAN 1 Pontianak sebelumnya mendadak jadi pembahasan hangat setelah cuplikan final LCC Empat Pilar viral di berbagai platform media sosial.

Dalam tayangan itu, jawaban yang disampaikan tim SMAN 1 Pontianak dianggap benar oleh banyak penonton.

Baca Juga: Jadi Rebutan AS dan Iran, Ternyata Ini 7 Kegunaan Uranium yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Namun dewan juri justru memberikan penilaian salah dan mengurangi poin mereka.

Yang membuat publik makin ramai, jawaban serupa dari tim lain kemudian justru dinilai benar dan mendapat nilai penuh dari juri. Video tersebut langsung memancing reaksi luas.

Banyak warganet menyampaikan dukungan kepada para siswa karena dianggap tetap tenang dan sopan saat menyampaikan keberatan.

Faisal juga menilai para pelajar itu memperlihatkan sikap yang matang di tengah tekanan dan perhatian publik yang begitu besar.

Baca Juga: Disdik Jabar Mulai Uji Coba Aplikasi SPMB 2026, Targetkan 826 Ribu Lulusan SMP dan MTs Terdata

Menurutnya, Pemprov Kalbar tetap memberikan dukungan penuh kepada pihak sekolah dan para peserta.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar juga telah meminta penjelasan dari sekolah dan pendamping lomba untuk mengetahui detail kejadian sebenarnya saat kompetisi berlangsung.

Dari informasi sementara yang diterima, diduga terdapat gangguan audio pada speaker yang mengarah ke meja dewan juri.

Akibatnya, jawaban peserta kemungkinan tidak terdengar secara jelas.

“Di siaran langsung dan terdengar penonton, jawabannya cukup jelas. Namun speaker yang mengarah ke juri disebut mengalami kendala,” jelas Faisal.

Baca Juga: 10 Rekomendasi SD di Tangerang untuk Tahun Ajaran Baru, Ada Sekolah Islam hingga Kurikulum Internasional

Meski kontroversi masih terus dibahas publik, pihak sekolah disebut memilih tetap menghormati hasil perlombaan sambil mempertimbangkan langkah evaluasi melalui jalur resmi.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang, dikabarkan ikut mendampingi para siswa selama perjalanan menuju Jakarta bersama tim dari wakil presiden.

Dukungan dari masyarakat hingga kini juga terus mengalir di media sosial.

Banyak netizen merasa kagum dengan cara para siswa menghadapi situasi sulit tanpa emosi berlebihan. ***