POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk mengatasi masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).
Sejumlah 3,9 juta anak di Indonesia saat ini tidak bersekolah, dan sekitar 25% di antaranya berada pada jenjang pendidikan menengah.
Mereka tidak melanjutkan sekolah karena berbagai alasan, seperti biaya, harus bekerja, sudah menikah, atau jarak sekolah yang terlalu jauh.
Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah menyiapkan peta jalan (roadmap) PJJ yang berfokus pada pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.
Baca Juga: Kemendikdasmen Rancang PJJ yang Akan Diimplementasikan di Seluruh Provinsi
Selain itu, pemerintah juga akan menyosialisasikan program ini agar masyarakat semakin sadar dan memahami pentingnya PJJ.
Targetnya, setiap provinsi akan memiliki satu sekolah induk yang membuka program PJJ.
Dengan adanya program ini, anak-anak dengan kondisi tertentu seperti atlet, atau yang harus bekerja, tetap bisa mendapatkan pendidikan.
Uji coba PJJ akan dimulai pada tahun 2025 dengan target 100 murid.
Pada tahun 2027, program ini diharapkan bisa direplikasi oleh pemerintah daerah di 34 provinsi, dengan minimal 100 murid per provinsi.
Ini berarti akan ada sekitar 3.400 murid yang dapat mengakses PJJ.
Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih proaktif menyelenggarakan PJJ pada tahun 2028 agar semakin banyak ATS yang terjangkau.
Puncaknya, pada tahun 2029, pemerintah menargetkan sudah ada sekolah jarak jauh nasional.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




