POJOKSATU.id - Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) resmi membuka kampus di Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kampus baru ini menghadirkan dua program sarjana, yakni Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems.
Peresmian kampus berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dengan dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Ketua Pengurus Yayasan UNPAR Basilius Hendra Kimawan, serta Rektor UNPAR Prof. Tri Basuki Joewono.
Perkuliahan perdana di kampus UNPAR Bogor direncanakan mulai September 2027 untuk mahasiswa angkatan 2027.
Kehadirannya diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia dan potensi daerah.
Rektor UNPAR Tri Basuki Joewono mengatakan, pembukaan kampus di Bogor merupakan bagian dari komitmen universitas yang telah berkiprah lebih dari tujuh dekade untuk memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan tinggi.
“UNPAR umurnya 71 tahun dan akan 72 tahun sejak didirikan. Kami ingin memberikan pelayanan agar pendidikan tinggi bisa memberikan dampak nyata,” ujar Tri Basuki seusai peresmian.
Menurut Tri, kehadiran UNPAR di Bogor juga berkaitan dengan sejarah pendirian universitas.
Salah satu pendiri UNPAR merupakan Uskup Bogor sehingga pembukaan kampus di kota ini menjadi upaya mendekatkan kembali institusi pendidikan tersebut dengan akar sejarahnya.
“Kami ingin hadir ke akarnya, yaitu di Bogor. Kami sudah berdiskusi dengan Pak Wali Kota untuk melihat bagaimana UNPAR bisa terlibat mengembangkan apa yang sudah dimiliki Kota Bogor menjadi lebih besar,” katanya.
Dasar Hukum Pembukaan Kampus UNPAR Bogor
Pembukaan kampus UNPAR Bogor menggunakan skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Izin penyelenggaraannya tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 831/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama Program Sarjana Arsitektur dan Program Sarjana Teknik Industri UNPAR.
Surat keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 3 Agustus 2026 dan diterima Rektor UNPAR dalam acara penyerahan SK kelembagaan di Aula LLDIKTI Wilayah IV, Kota Bandung.
Melalui skema PSDKU, penyelenggaraan akademik di Bogor tetap terintegrasi dengan kampus utama UNPAR di Ciumbuleuit, Bandung.
Kurikulum dan tata kelola akademik mengacu pada standar UNPAR, dengan kewajiban memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan melaporkan penyelenggaraan program studi kepada kementerian sesuai ketentuan.
Informasi resmi mengenai izin pembukaan kampus dapat dibaca melalui pengumuman UNPAR tentang PSDKU Bogor.
Dua Program Studi yang Dibuka di UNPAR Bogor
Pada tahap awal, UNPAR menghadirkan dua program sarjana yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan perkembangan industri.
1. Sarjana Arsitektur
Program studi Arsitektur mengintegrasikan kemampuan desain, pemahaman konteks lokal, dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa dipersiapkan untuk mengembangkan kompetensi perancangan arsitektur yang kontekstual, inovatif, dan berintegritas.
Kehadiran program ini di Bogor diharapkan memperluas akses pendidikan bagi calon arsitek sekaligus mendukung kebutuhan tenaga profesional di bidang pembangunan.
Informasi program studi tersedia melalui laman resmi Arsitektur UNPAR Bogor.
2. Sarjana Smart Green Industrial Systems
Smart Green Industrial Systems merupakan program sarjana di bidang Teknik Industri yang menekankan keberlanjutan, digitalisasi, dan pengembangan sistem terintegrasi.
Bidang ini mempelajari perancangan dan peningkatan efektivitas sistem yang melibatkan manusia, material, mesin, informasi, dan energi. Penerapannya mencakup sektor industri, rantai pasok, serta manufaktur berbasis klaster.
Lulusan program ini memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.) dengan kompetensi di bidang Teknik Industri.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Smart Green Industrial Systems UNPAR.
Tri menjelaskan, kedua program tersebut telah tersedia di kampus utama UNPAR di Bandung.
Keduanya dipilih sebagai program perintis untuk dikembangkan di luar kampus utama. Ia juga menyebutkan bahwa kedua bidang tersebut memiliki akreditasi unggul serta akreditasi internasional.
Fasilitas dan Lokasi Kampus UNPAR Bogor
UNPAR Bogor menyiapkan fasilitas untuk mendukung kegiatan akademik dan nonakademik mahasiswa. Fasilitas yang tercantum pada laman resmi kampus meliputi:
Studio Arsitektur.
Laboratorium Teknik Industri.
Laboratorium proses produksi.
Perpustakaan.
Bengkel Arsitektur.
Student center.
UNPAR Hub.
Kampus UNPAR Bogor beralamat di Jalan Kapten Muslihat Nomor 22, RT 04/RW 01, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122.
Lokasinya berjarak sekitar 10 menit dari Stasiun Bogor, dekat dengan akses Gerbang Tol Bogor, serta dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi, angkutan kota, dan bus Biskita.
Informasi fasilitas dan petunjuk lokasi tersedia di laman resmi Kampus UNPAR Bogor.
Kapan Kuliah di UNPAR Bogor Dimulai?
UNPAR merencanakan perkuliahan perdana pada September 2027 untuk mahasiswa angkatan 2027 atau tahun akademik 2027/2028.
Pada penerimaan awal, universitas menargetkan sekitar 30-40 mahasiswa untuk masing-masing program studi. Jumlah tersebut dapat dievaluasi seiring perkembangan penyelenggaraan pendidikan.
Calon mahasiswa yang berminat mengambil Arsitektur atau Smart Green Industrial Systems dapat mulai memantau informasi penerimaan mahasiswa baru UNPAR tahun akademik 2027/2028.
Pendaftaran Mahasiswa Baru UNPAR Bogor 2027
Penerimaan mahasiswa baru UNPAR tahun akademik 2027/2028 telah dibuka melalui Jalur Mitra dan Jalur Rapor. Berdasarkan informasi resmi yang tersedia per 12 Oktober 2026, pendaftaran Gelombang 2 berlangsung hingga 19 Desember 2026.
Jalur Rapor memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi berdasarkan nilai rapor tanpa ujian, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan ketentuan program studi.
Program Arsitektur juga memiliki ketentuan seleksi khusus yang perlu diperiksa calon pendaftar.
UNPAR turut menawarkan potongan biaya studi sesuai jalur dan kategori nilai. Untuk program studi selain Kedokteran, potongan yang diumumkan pada penerimaan 2027 dapat mencapai Rp60 juta, bergantung pada ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, laman Kampus UNPAR Bogor secara khusus mencantumkan potongan biaya studi hingga Rp48 juta untuk delapan semester perkuliahan.
Calon mahasiswa perlu memeriksa ketentuan yang berlaku bagi program studi dan jalur pendaftaran yang dipilih.
Informasi jadwal, persyaratan, dan pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PMB UNPAR 2027 atau laman Kampus UNPAR Bogor.
Biaya Kuliah UNPAR Bogor 2027
Berdasarkan informasi biaya studi 2027 yang tercantum pada laman resmi UNPAR Bogor, besaran biaya kuliah per semester untuk kedua program adalah sebagai berikut:
Arsitektur: Rp20 juta per semester.
Smart Green Industrial Systems: Rp16,8 juta per semester.
Selain biaya kuliah, terdapat sumbangan solidaritas minimum Rp2,5 juta. Dengan asumsi masa studi normal delapan semester dan tanpa memperhitungkan potongan, estimasi biaya kuliah adalah Rp160 juta untuk Arsitektur dan Rp134,4 juta untuk Smart Green Industrial Systems.
Angka tersebut merupakan perhitungan biaya kuliah selama delapan semester, bukan jaminan total seluruh pengeluaran mahasiswa.
Biaya lain dan ketentuan pembayaran perlu diperiksa dalam informasi resmi penerimaan mahasiswa baru.
Calon mahasiswa disarankan mengecek kembali rincian biaya, sumbangan solidaritas, serta skema potongan yang memenuhi syarat melalui laman resmi biaya masuk UNPAR.
Pemkot Bogor Sambut Kehadiran UNPAR
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik pembukaan kampus UNPAR dengan program Arsitektur dan Smart Green Industrial Systems. Menurutnya, kedua bidang tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan teknologi.
Dedie menilai tenaga ahli arsitektur tetap dibutuhkan untuk mendukung pembangunan, termasuk di Kota Bogor.
Sementara itu, pendekatan teknologi industri yang memperhatikan aspek lingkungan menjadi nilai tambah dalam menghadapi tuntutan pembangunan berkelanjutan.
“Dua program studi ini akan dibutuhkan untuk masa depan. Arsitektur akan tetap diperlukan sampai kapan pun, termasuk di Bogor,” kata Dedie.
Ia juga berharap pendidikan arsitektur di Kota Bogor dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga ahli yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai ketentuan di bidang jasa konstruksi.
“Kalau sekarang sudah ada ilmunya dan bidang studinya di sini, sekalian bisa ditambah proses agar mereka memiliki sertifikasi, bisa langsung bekerja, membantu, dan mempermudah proses,” pungkasnya.
Tri Basuki menambahkan, kerja sama UNPAR dengan Pemerintah Kota Bogor berpeluang diperluas ke sektor pendidikan melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNPAR yang memiliki tujuh program studi.
Kehadiran kampus ini diharapkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta perguruan tinggi lain di Bogor. ***






