POJOKSATU.id — Universitas Brawijaya (UB) Malang kembali mencatatkan peran strategisnya di tingkat internasional dengan menjadi tuan rumah 10th Evaluation Meeting: Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project).

Kegiatan tersebut digelar pada 5-6 Agustus 2025 di Algoritma Auditorium, Gedung G Lantai 2, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB.

Pertemuan tahunan ini menghadirkan delegasi dari berbagai negara anggota SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization).

Ini merupakan ajang penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program pertukaran mahasiswa calon guru di Asia Tenggara, sekaligus merumuskan arah pengembangannya di masa depan.

Baca Juga: Prodi Sastra Indonesia UNJ Gelar Pelatihan Foto Produk untuk UMKM di Karawang

SEA-TCF Jadi Fokus Utama Evaluasi Tahun Ini

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tahun ini adalah pengenalan dan pembahasan Southeast Asia Teacher Competency Framework (SEA-TCF), kerangka kompetensi guru yang disepakati oleh sebelas kementerian pendidikan negara-negara Asia Tenggara.

Deputy Director of Programme and Development SEAMEO Secretariat, John Arnold Siena, memaparkan bahwa SEA-TCF berisi seperangkat keterampilan, pengetahuan, perilaku, dan atribut wajib bagi guru.

“SEA-TCF menjadi panduan untuk meningkatkan kinerja guru di seluruh kawasan dan menjawab tuntutan profesi yang terus berkembang,” ujarnya.

Baca Juga: Universitas Doktor Nugroho Magetan Buka Lowongan Dosen dan Tenaga Kependidikan

Ia menjelaskan dua kompetensi utama dalam kerangka ini. Berikut rinciannya:

1. Knowing and understanding what to teach — kemampuan guru dalam memahami materi ajar, tren pendidikan, dan kurikulum.

2. Helping students learn — kemampuan memahami siswa, menggunakan strategi pembelajaran efektif, serta memberikan umpan balik yang tepat.

Rumuskan Strategi SEA-Teacher Batch ke-11

Acara ini juga dilengkapi dengan sesi co-creation workshop yang menghadirkan diskusi intensif antar peserta.

Tiga fokus utama dalam diskusi tersebut adalah:

1. Peningkatan kualitas proyek dan monitoring keberlanjutan

2. Perbaikan proses administrasi.

3. Penguatan koordinasi, komunikasi, dan kemitraan antarinstitusi

Hasil diskusi ini diharapkan mampu menjadi landasan untuk pelaksanaan batch ke-11 SEA-Teacher Project mendatang.

Baca Juga: SEGERA Tersedia Buat Sekolah, ChatGPT Punya Fitur Baru, Study Mode, Bukan Cuma Kasih Jawaban Tapi Menuntun Kamu Berpikir!

Komitmen UB untuk Pendidikan Guru Regional

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Imam Santoso, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa UB merasa terhormat menjadi tuan rumah forum internasional ini.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat kualitas pendidikan guru di Asia Tenggara, sekaligus membuka wawasan mahasiswa di kancah global,” katanya.

Peluang Kolaborasi Lebih Luas dan Penguatan Program

Director of SEAMEO Secretariat, Datuk Habibah Abdul Rahim, menilai pertemuan ini berlangsung produktif.

Menurutnya, diskusi yang terjadi selama satu setengah hari telah menghasilkan berbagai solusi konkret untuk penguatan SEA-Teacher Project, termasuk rencana memperpanjang durasi pertukaran dari satu bulan menjadi tiga bulan, enam bulan, bahkan satu tahun.

“Pertemuan ini bukan sekadar evaluasi, tapi juga momentum untuk menetapkan arah baru. Semangat kolaborasi ini harus dijaga agar dampaknya makin luas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memperluas jaringan kemitraan ke luar Asia Tenggara, termasuk Jepang dan Kanada, serta fokus pada peningkatan standar mutu, regulasi, dan tata kelola program.

Menuju Kompetensi Guru Berstandar Global

SEA-TCF diharapkan menjadi tonggak penting bagi peningkatan kompetensi guru di Asia Tenggara.

Sementara itu, penguatan SEA-Teacher Project akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa calon guru untuk mendapatkan pengalaman internasional.

Memperluas wawasan lintas budaya, dan memperkuat identitas profesional sebagai pendidik abad ke-21.

Dengan berakhirnya pertemuan ini, Universitas Brawijaya menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan guru dan memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama pendidikan regional.***

Baca Juga: 10 Permainan Tradisional yang Bikin Anak Aktif, Cerdas, dan Jauh dari Gadget

Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:

Versi Android

Versi iOS

Saluran WhatsApp

FanPage Edugov