POJOKSATU.id - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional.
Dikutip dari publikasikan resmi kampus tersebut pada Selasa (3/6/2026), perguruan tinggi yang aktif mengembangkan riset dan inovasi ini berhasil masuk dalam Top Global 500 World University Rankings for Innovation (WURI) 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam agenda WURI yang berlangsung di National Chi Nan University (NCNU), Taiwan, pada 7 Mei 2026 lalu.
Baca Juga: Ratusan Warga Kepung PN Sumber, Kawal Perjuangan Hukum Bunda Vivi SofiahSofiah
Tak hanya itu, Unika Atma Jaya juga berhasil menembus Top 100 dunia pada kategori Representative Research Project (C1) dan Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8).
WURI merupakan pemeringkatan global yang menilai kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan industri.
Penilaian dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari pendidikan, penelitian, teknologi, kewirausahaan, hingga keterlibatan sosial.
Sejak diluncurkan pada 2020, WURI berkembang menjadi salah satu pemeringkatan inovasi perguruan tinggi yang melibatkan ratusan universitas dari berbagai negara dengan ribuan program inovasi yang dinilai setiap tahunnya.
Pengakuan Dunia untuk Riset Berdampak
Wakil Rektor Bidang Inovasi, Penelitian, Kerja Sama dan Alumni Unika Atma Jaya, Yanti, Ph.D., menyebut capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus menghadirkan penelitian yang relevan dan memberikan manfaat nyata.
“Capaian ini menjadi pengakuan atas inovasi perguruan tinggi Indonesia yang mampu menjadi solusi bagi tantangan global.
Bagi Unika Atma Jaya, penelitian tidak berhenti pada jurnal dan publikasi, tetapi harus bisa memberikan dampak sosial dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kategori Representative Research Project (C1), Unika Atma Jaya mengangkat penelitian pengembangan tempe campuran berbahan biji bunga matahari, kedelai, biji labu, dan kacang adzuki.
Riset tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan fungsi kognitif pada lansia.
Inovasi ini menghasilkan produk tempe dan probiotik yang lebih praktis serta fleksibel digunakan tanpa mengurangi manfaat nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kognitif.
Baca Juga: Setelah Diganti dari BGN, Berikut Sejumlah Kontroversi yang Pernah Mengiringi Dadan Hindayana
Inovasi Pangan dan Akuakultur Berkelanjutan
Sementara itu, pada kategori Financial Impact-Driven Technology Transfer (C8), Unika Atma Jaya mengusung inovasi biopreservatif dan bahan tambahan pakan berbasis bakteriofag.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu mengendalikan patogen pada industri pangan dan akuakultur skala besar.
Selain memiliki nilai ekonomi, inovasi ini juga membawa dampak sosial melalui upaya menciptakan sistem pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Jalur Domisili Dibuka Juni, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Kategori C8 sendiri menitikberatkan pada komersialisasi hasil penelitian yang dilakukan secara etis dan bertanggung jawab sesuai prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Berbagai inovasi yang dikembangkan Unika Atma Jaya telah menghasilkan publikasi ilmiah internasional dan sejumlah paten.
Penelitian tersebut mencakup manfaat tempe dan probiotik bagi fungsi kognitif lansia serta teknologi pengendalian patogen pangan dan akuakultur berbasis antibiofilm dan bakteriofag.
Baca Juga: PNM Nyalakan Mimpi Anak-anak Kepulauan Rinca NTT dengan Inklusi dan Literasi
Selain itu, tim peneliti juga berhasil memperoleh Paten Sederhana Indonesia untuk tempe multibiji yang mengombinasikan kedelai, biji bunga matahari, biji labu, dan kacang adzuki.
Pengakuan dari WURI 2026 menjadi langkah penting bagi Unika Atma Jaya untuk terus menghadirkan penelitian dan inovasi yang mampu menjawab tantangan global serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri. ***




