POJOKSATU.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia sekaligus dunia setelah mencatat lonjakan signifikan dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026.
Dalam pemeringkatan yang diumumkan pada Rabu (24/6/2026), UGM berhasil menempati peringkat ke-41 dunia dari 1.603 universitas yang berpartisipasi dari berbagai negara.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian terbaik UGM dalam beberapa tahun terakhir.
Dibandingkan hasil tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-82 dunia, kampus yang berlokasi di Yogyakarta ini berhasil melesat 41 peringkat dengan raihan skor keseluruhan 93,2 dari 100.
Capaian tersebut semakin menegaskan posisi UGM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga konsisten mengimplementasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Rektor UGM: Bukti Komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil dari penguatan kinerja UGM pada hampir seluruh indikator SDGs yang dinilai dalam pemeringkatan internasional tersebut.
Menurutnya, hasil yang diperoleh tidak hanya mencerminkan peningkatan reputasi akademik UGM di tingkat global, tetapi juga menunjukkan keseriusan universitas dalam berkontribusi terhadap berbagai isu pembangunan berkelanjutan.
"Capaian tersebut menunjukkan penguatan reputasi akademik sekaligus komitmen UGM terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional," kata Ova, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan bahwa THE Sustainability Impact Rankings merupakan pemeringkatan yang mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Tak Pernah Ganggu Pemimpin Terpilih Meski Empat Kali Kalah Pilpres
Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kebijakan institusi, kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga dampak nyata yang dihasilkan universitas.
Data yang digunakan berasal dari pelaporan resmi universitas serta analisis bibliometrik Elsevier.
Dalam pemeringkatan tersebut, setiap universitas diwajibkan mengikuti sedikitnya empat kategori SDGs, termasuk SDG 17: Partnership for the Goals sebagai kategori wajib.
Masuk 10 Besar Dunia untuk SDG Tanpa Kemiskinan
Empat indikator SDGs menjadi komponen utama yang menentukan skor keseluruhan UGM pada pemeringkatan tahun ini.
Baca Juga: Cara Buka Pola HP yang Lupa Tanpa Harus ke Tempat Servis, Bisa untuk Android hingga iPhone
Hasilnya, UGM berhasil meraih posisi yang sangat kompetitif di tingkat internasional, yakni:
- SDG 1: No Poverty (Tanpa Kemiskinan) menempati peringkat ke-7 dunia dari 931 institusi.
- SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) berada di peringkat ke-16 dunia dari 731 institusi.
- SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure berada di peringkat ke-47 dunia dari 826 institusi.
- SDG 17: Partnership for the Goals menempati peringkat ke-73 dunia dari 1.610 institusi.
Baca Juga: Cara Mengganti Password WiFi di HP untuk Semua Provider, Mudah dan Bikin Jaringan Lebih Aman
Masuknya UGM ke 10 besar dunia pada indikator SDG 1 menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan karena menunjukkan besarnya kontribusi universitas dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program pengabdian.
Sejumlah Indikator SDGs Masuk Top 50 Dunia
Tidak hanya unggul pada empat kategori utama, UGM juga memperoleh hasil impresif pada sejumlah indikator SDGs lainnya.
Dalam kategori Top 50 Dunia, UGM berhasil menempati:
- Peringkat ke-27 dunia pada SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
- Peringkat ke-29 dunia pada SDG 6: Clean Water and Sanitation.
Baca Juga: Nomor WhatsApp Sudah Tidak Aktif? Begini Cara Login Lagi Tanpa Kehilangan Chat Penting
Sementara pada kategori Top 100 Dunia, UGM mencatatkan hasil sebagai berikut:
- Peringkat ke-51 dunia pada SDG 7: Affordable and Clean Energy.
- Peringkat ke-60 dunia pada SDG 4: Quality Education.
- Peringkat ke-86 dunia pada SDG 12: Responsible Consumption and Production.
- Peringkat ke-90 dunia pada SDG 14: Life Below Water.
Deretan capaian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi UGM terhadap pembangunan berkelanjutan tidak hanya terfokus pada satu bidang.
Tetapi mencakup berbagai aspek mulai dari pendidikan berkualitas, energi bersih, lingkungan hidup, inovasi, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Terbaik di Indonesia pada Tiga Indikator SDGs
Di tingkat nasional, UGM juga berhasil menjadi perguruan tinggi terbaik pada beberapa kategori SDGs.
UGM menempati posisi pertama nasional untuk:
- SDG 7: Affordable and Clean Energy dengan skor 71.
- SDG 12: Responsible Consumption and Production dengan skor 81,7.
- SDG 17: Partnership for the Goals dengan skor 90,7.
Ova menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa UGM berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kelembagaan.
"Capaian tersebut menunjukkan kekuatan UGM sebagai salah satu perguruan tinggi yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi," ungkapnya.
Melengkapi Prestasi UGM di Pemeringkatan Dunia
Keberhasilan pada THE Sustainability Impact Rankings 2026 semakin melengkapi sederet prestasi UGM di tingkat internasional sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, QS World University Rankings (QS WUR) 2027 juga mencatat peningkatan posisi UGM dari peringkat ke-224 dunia menjadi peringkat ke-206 dunia.
Peningkatan pada dua pemeringkatan internasional bergengsi tersebut menunjukkan bahwa daya saing UGM terus mengalami perkembangan positif.
Baca Juga: Memanas! FORMASI Somasi Bupati, Wabup, dan Sekda Cirebon soal Koorwil Bidikcam
Tidak hanya unggul dalam kualitas akademik, universitas ini juga dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap masyarakat melalui pendidikan, riset, inovasi, kolaborasi global, dan implementasi nilai-nilai pembangunan berkelanjutan.
Capaian tersebut menjadi dorongan bagi UGM untuk terus memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan global.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu keberlanjutan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan masa depan. ***




