POJOKSATU.id - Kelompok 3 PPG Prajabatan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Proyek Kepemimpinan bertema "Green Kids Project: Pelatihan Menanam, Merawat, dan Mengolah Sayuran serta Tanaman TOGA untuk Anak SD" yang digelar pada Selasa, (22/4/2025).
Proyek Kepemimpinan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sayuran dan TOGA (tanaman obat keluarga) sejak dini, sekaligus meningkatkan kesadaran mereka akan manfaat tanaman tersebut bagi kesehatan.
Kegiatan digelar di SDN Polokarto 1, Sukoharjo dengan melibatkan seluruh siswa kelas empat.
Proyek Kepemimpinan terlaksana berkat kerjasama antara Kelompok 3 yang terdiri dari 10 mahasiswa PPG Prajabatan dengan berbagai pihak, termasuk Andhika Ayu selaku dosen pembimbing, para guru dan komunitas sekolah.
Mereka dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut dan mempelajari keterampilan bertani secara sederhana hingga mengolah hasil pertanian menjadi produk yang menarik.
Koordinator Proyek Kepemimpinan, Safitri menyampaikan harapannya akan proyek ini dapat menumbuhkan pemahaman anak terhadap konsumsi sayuran dan TOGA.
Baca Juga: INFO SPMB! Panduan Penerimaan Murid Baru Kelas 10 SMK Tahun Ajaran 2025/2026!
"Melalui proyek ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami pentingnya konsumsi sayuran dan TOGA, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan serta kebiasaan hidup sehat," demikian kata koordinator proyek.
Setelah belajar praktik bertani secara sederhana di kebun sekolah, para siswa lantas dilatih untuk membuat produk berupa gummy dari sayuran dan TOGA.
Gummy merupakan sejenis permen kenyal yang terbuat dari gelatin yang kemudian dicampurkan dengan sari-sari sayuran dan TOGA.
Setelah produk jadi, siswa pun antusias mencicipi gummy sayur dan TOGA yang mereka buat.
"Siswa yang telah mencicipi gummy tersebut mengaku rasanya enak. Mereka memakannya sampai habis," kata Safitri.
Dengan konsep pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis praktik langsung, proyek ini menjadi langkah nyata dalam membentuk pola hidup sehat pada anak-anak sejak dini, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap alam dan dunia pertanian.
Lebih lanjut, proyek ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengintegrasikan kegiatan bercocok tanam dan pengolahan makanan sehat ke dalam pembelajaran.
Dengan demikian diharapkan semakin banyak anak yang terbiasa dengan pola hidup sehat dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi sayuran dan tanaman TOGA.***



