POJOKSATU.id - Kabar yang sudah lama dinanti akhirnya datang juga, Bapak/Ibu.

Tunjangan Profesi Guru (TPG) Januari 2026 mulai masuk ke rekening sejumlah guru non ASN.

Bukan sekadar isu di grup WhatsApp, melainkan sudah ada bukti transaksi yang valid dari para penerima. Meski begitu, tak sedikit guru yang langsung bertanya-tanya, nih, kenapa nominal yang diterima hanya sekitar Rp1,9 juta dan tidak sebesar tahun lalu.

Informasi ini disampaikan melalui kanal YouTube Al Kholif, yang selama ini rutin mengawal isu tunjangan guru.

Baca Juga: Mengintip Harta Lima Konglomerat yang Temui Prabowo di Hambalang, Ada yang Capai Rp500 Triliun!

Dalam penjelasannya, Al Kholif menegaskan bahwa pencairan ini memang khusus untuk guru non ASN yang SKTP-nya terbit pada Januari 2026.

“Ini bukan isu, tapi sudah ada bukti transaksi yang valid. TPG Januari mulai masuk ke rekening guru non ASN,” dikutip Pojoksatu.id dari channel YouTube Al Kholif, Rabu (11/02/2026).

Kenapa Nominal TPG Januari 2026 Sekitar Rp1,9 Juta?

Bapak/Ibu, penting dipahami bahwa mulai 2026 sistem pencairan TPG sudah berubah dari triwulan menjadi bulanan.

Baca Juga: Resmi Pemerintah Obral Diskon 30 Persen Tiket Transportasi Lebaran 2026 untuk Kereta Kapal dan Pesawat, Cek Jadwal di Sini

Kalau dulu TPG dibayarkan sekaligus tiga bulan sehingga terlihat besar, sekarang nominalnya otomatis lebih kecil karena hanya untuk satu bulan.

Besaran sekitar Rp1,9 juta itu disesuaikan dengan gaji pokok, golongan, masa kerja, serta skema impassing.

Untuk guru non ASN, perhitungannya disetarakan dengan guru ASN berdasarkan pangkat dan golongan yang setara. Jadi, angka tersebut bukan pemotongan hak, melainkan konsekuensi sistem baru.

Pencairan Tidak Serentak, Ini Hal yang Perlu Dipahami

Satu hal yang sering bikin panik adalah pencairan yang tidak bersamaan.

Padahal, sejak 2024 pencairan TPG memang tidak dilakukan serentak.

Ada guru yang sudah cair lebih dulu, ada juga yang masih menunggu beberapa hari bahkan masuk minggu berikutnya.

Menurut Al Kholif, kondisi ini normal dan bergantung pada proses validasi pusat.

Jadi, Bapak/Ibu yang belum menerima di awal Februari masih punya peluang besar cair menyusul.

Apa yang Perlu Dicek Setelah TPG Masuk?

Begitu TPG masuk rekening, jangan langsung lega dulu, yuk.

Baca Juga: Masjid Agung Demak, Jejak Awal Kesultanan Islam dan Peran Walisongo di Tanah Jawa

Ada beberapa hal yang perlu dicek:

1. Pastikan data Dapodik dan Info GTK sudah valid

2. Cek SKTP terbit tepat waktu

3. Perhatikan potongan pajak dan BPJS yang memang berlaku sesuai golongan

Potongan ini bukan hilang, Bapak/Ibu.

Baca Juga: Lagi dan Lagi Program MBG Disorot, Ratusan Siswa SMK di Sidikalang Alami Diare Massal Usai Santap Menu Sekolah

Pajak adalah kewajiban, sedangkan BPJS 1 persen justru kembali ke manfaat layanan kesehatan kita sendiri.

Tips Agar TPG Februari 2026 Tidak Terlambat

Catat baik-baik, tanggal 15 setiap bulan adalah waktu penarikan data nasional.

Aman-nya, perbaikan dan sinkronisasi data dilakukan maksimal tanggal 14.

Jangan menunggu mepet, karena SKTP yang terlambat terbit bisa berdampak langsung ke keterlambatan pencairan TPG bulan berjalan.

TPG Januari 2026 yang cair sekitar Rp1,9 juta adalah bagian dari sistem baru, bukan pengurangan hak.

Yang terpenting sekarang, Bapak/Ibu tetap fokus memastikan data valid dan tidak mudah percaya kabar yang belum jelas sumbernya. Pelan tapi pasti, hak guru tetap dijamin.***