POJOKSATU.id - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencuri perhatian dunia, nih.
Tim Ophiuchus yang beranggotakan Luthfi Eka Surya Kelana (Teknik Geofisika, 2022) dan Dhani Eka Ivantio (Teknik Perminyakan, 2022) resmi mengamankan posisi Top 5 Final SEG Challenge Bowl 2025.
Kompetisi geosains bergengsi yang digelar Society of Exploration Geophysicists (SEG) ini berlangsung dari Mei hingga Oktober 2025.
Tim ITB Juara Regional, Lolos ke Final Dunia
Pada tahap seleksi regional, Tim Ophiuchus tampil gemilang dengan meraih peringkat pertama.
Mereka pun menjadi satu dari tiga tim yang mewakili region Asia Pacific untuk bersaing di babak world final.
Dari persaingan ketat itu, Luthfi dan Dhani sukses menembus jajaran top 5 dunia—prestasi yang tak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Prof Zudan Tegaskan Formasi CASN 2026 Belum Bisa Dipastikan, Pemerintah Masih Hitung Kebutuhan ASN
Kompetisi Luas, Kolaborasi Jadi Kunci
Materi SEG Challenge Bowl ini bukan main-main, lho. Bukan hanya geofisika, tetapi juga pertambangan, perminyakan, hingga sejarah SEG.
Luasnya cakupan membuat kolaborasi lintas keilmuan sangat menentukan. Kombinasi pengetahuan Luthfi dan Dhani terbukti jadi senjata utama mereka.
“Mengandalkan pengetahuan yang diajarkan di kelas saja tidak cukup. Kami harus belajar lebih jauh tentang materi yang bahkan baru akan dipelajari pada semester berikutnya untuk dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik,” ujar Lutfie menggambarkan ketatnya persiapan.
Baca Juga: Mendikdasmen Imbau Sekolah Jangan Kasih PR Berlebihan Saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Belajar Ekstra dan Hadapi Tantangan di Tengah Kesibukan
Untuk mematangkan kemampuan, keduanya rajin membaca literatur geosains, mengerjakan latihan soal, dan membagi materi sesuai keahlian masing-masing.
Tantangan pun muncul dari kesibukan akademik dan aktivitas organisasi. Namun keduanya berhasil menjaga ritme dengan saling menyemangati dan terus berkomunikasi.
“Tantangan yang paling terasa di perlombaan kemarin adalah harus menjawab dengan cepat dan tepat, apalagi yang diujikan bukan hanya topik geosains. Namun, pelajaran yang dapat diambil adalah pentingnya kerja sama dan kolaborasi antar mahasiswa yang berbeda keilmuan,” ujar Dhani menegaskan manfaat besar yang ia rasakan.
Baca Juga: Berhentilah Menuding Banjir Besar Sumatera Karena Cuaca Ekstrim, Kita Sudah Lama Merusak Alam
Inspirasi untuk Mahasiswa Indonesia
Keberhasilan Tim Ophiuchus ini bukan hanya kemenangan bagi ITB, tetapi juga bukti bahwa semangat belajar, kolaborasi multidisiplin, dan persiapan matang mampu membawa mahasiswa Indonesia bersaing di panggung dunia.
Harapannya, makin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mencoba hal baru, memperluas wawasan, dan berani tampil di kompetisi internasional. ***




