POJOKSATU.ID- Tim PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) IPB University yang diketuai oleh Dhiya Sabilaah bersama empat anggota lainnya, yaitu Hanawuri Nahari johar, Farhana Ginanti, Marja Kirana, dan Nabila Zahra di bawah bimbingan Dr. Puji Rianti, S.Si., M.Si membuat sebuah program berjudul “Sejiwa'.

Pendampingan Pengobatan Nonmedis dengan Terapi Interaktif dan Relaksasi Alam Berbasis CBT￾Graph bagi Pengidap Gangguan Jiwa”.

Bekerja sama dengan Yayasan Darul Miftah mulia yang berlokasi di Cibeuteung Udik, Kec. Ciseeng, Kabupaten Bogor, dengan menerapkan metode CBT-Graph yang merupakan gabungan tiga metode, yakni Cognitive Behaviour Therapy (CBT), Ekoterapi, dan Gamifikasi.

Baca Juga: Di KTT Perdamaian Gaza, Donald Trump Puji Indonesia Negara Besar dan Kuat, Berkembang Luar Biasa

“Penggunaan tiga metode berbeda “CBT-Graph” merupakan salah satu solusi dalam menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kami juga melakukan pendekatan dengan melakukan terapi interaktif dan relaksasi alam melalui program yang kami bawakan. Program kami sudah disepakati bersama-sama oleh ketua dan pengurus yayasan sebagai solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah di dalam yayasan ,” ujar Dhiya.

Pendekatan tersebut kami dapatkan dari hasil berdiskusi dengan dosen ahli dr. Riati Sri Hartini, Msc, Sp.Kj yang merupakan dosen dari fakultas kedokteran dengan spesialisasi di bidang kedokteran jiwa. “Metode CBT-Graph dapat digunakan untuk ODGJ dengan tingkat halusinasi rendah dan gejala-gejala patologis yang mengarah kepada depresi dan stress,” tutur dr riati.

Karakteristik ODGJ yang beragam, salah satunya interaksi sosial dengan sekitar terlebih dengan teman-teman ODGJ lainnya. “Dengan terapi interaktif dan relaksasi alam, nantinya dapat membantu ODGJ dalam berinteraksi, berekspresi, dan berkomunikasi dengan sekitar, setidaknya dengan teman-teman dan para pengurus,” jelas Dhiya.

Baca Juga: Main Padel Dapat Bonus! Bayar Padel via BRImo Bisa Dapat Cashback Rp100 Ribu

Dhiya mengungkapkan bahwa berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, keseluruhan ODGJ cenderung sulit berinteraksi, berekspresi, dan berkomunikasi karena keterbatasan ruang gerak atau program yang ada di dalam yayasan.

Selain itu, ODGJ juga perlu dilatih kemampuan psikomotorik sebagai salah satu langkah dalam penyembuhan penyakit yang mereka idap. Kemampuan psikomotrik merupakan keterampilan untuk mengoordinasikan gerakan fisik dan otot dengan fungsi mental, seperti berpikir dan merespons.

“Program ini diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif bagi ODGJ, khususnya pandangan mereka seputar ODGJ yang tidak dapat melakukan apa-apa dan cenderung hanya dikurung saja di dalam ruangan,” Ujar Ustad Ruslan, selaku ketua Yayasan Darul Miftah Mulia Bogor.***