POJOKSATU.ID - Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang kini bertransformasi menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), selama ini dikenal luas sebagai landasan utama penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Namun, peran DTSEN kini meluas, tidak hanya sebatas mengidentifikasi keluarga penerima manfaat bansos.
Terbaru, DTSEN juga menjadi instrumen penting dalam proses pendaftaran Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berkonsep asrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pemerintah menjadikan DTSEN sebagai acuan utama untuk memastikan bahwa program Sekolah Rakyat tepat sasaran.
Baca Juga: Harga Emas Mulai Terjungkal: Saatnya Beli Saat Murah atau Tunggu Badai Berlalu?
Anak-anak yang berasal dari keluarga yang terdata dalam desil 1 DTSEN, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan, menjadi prioritas utama untuk dapat mengenyam pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat.
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, yang menyebutkan bahwa program ini memang diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu.
Proses seleksi calon siswa Sekolah Rakyat melibatkan verifikasi langsung ke lapangan oleh pendamping PKH atau petugas Sentra Kementerian Sosial.
Mereka menggunakan data DTSEN sebagai salah satu pijakan awal untuk mengidentifikasi calon siswa potensial.
Baca Juga: Kabar Baik Pelanggan PLN! Diskon Tambah Daya Listrik Hingga 50 Persen Melalui PLN Mobile
Selanjutnya, petugas akan melakukan kunjungan ke rumah calon siswa untuk menilai kondisi keluarga secara menyeluruh dan melakukan asesmen terhadap orang tua serta anak.
Dengan demikian, DTSEN menjadi alat bantu yang krusial dalam memastikan bahwa penerima manfaat program pendidikan ini adalah mereka yang paling membutuhkan.
Penggunaan DTSEN dalam pendaftaran Sekolah Rakyat menunjukkan adanya integrasi data yang lebih baik antar program pemerintah.
Basis data yang sama digunakan untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk sosial maupun pendidikan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyaluran program-program pemerintah, sekaligus memastikan bahwa bantuan dan kesempatan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.
Dengan demikian, DTSEN kini memiliki peran ganda yang strategis.
Selain menjadi fondasi penting dalam penyaluran bansos untuk meringankan beban ekonomi keluarga miskin, DTSEN juga menjadi gerbang bagi anak-anak dari keluarga serupa untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas di masa depan.***




