POJOKSATU.id – Pemerintah resmi memperkenalkan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan nasional yang diproyeksikan mencetak calon pemimpin Indonesia di masa depan.
Menariknya, konsep URI mengadopsi model lembaga serupa yang telah diterapkan di sejumlah negara, salah satunya Institut National du Service Public (INSP) di Prancis.
Gubernur Universitas Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menggagas pembentukan URI setelah melihat keberhasilan sejumlah negara dalam menyiapkan pemimpin melalui lembaga pendidikan khusus.
Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Mahaghora 2026, Dapat Bantuan Kuliah, Pelatihan, hingga Kesempatan Karier
"Inilah yang digagas oleh beliau (Presiden Prabowo). Seperti halnya negara-negara tetangga kita juga mempunyai lembaga yang seperti yang kita ciptakan ini, yaitu seperti halnya kalau di Prancis kita dengar ENA ataupun sekarang namanya INSP itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Prancis juga lulusan dari sekolah tersebut," beber Donny.
Menurut Donny, konsep tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin Indonesia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keterampilan kepemimpinan.
"Nah, ini diharapkan juga seperti itu, kita akan mendidik dan melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan," ujarnya.
Saat ini, pemerintah telah mulai menjalankan program pembinaan melalui batch pertama yang diikuti 399 pegawai baru BUMN.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun 10 kampus Universitas Republik Indonesia serta mengintegrasikan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam satu ekosistem pendidikan kepemimpinan nasional.
Apa Itu INSP?
Institut National du Service Public (INSP) merupakan lembaga pendidikan milik pemerintah Prancis yang berfokus pada rekrutmen, pendidikan awal, dan pelatihan berkelanjutan bagi pejabat tinggi serta calon pemimpin sektor publik.
Lembaga ini bertanggung jawab menyiapkan para eksekutif senior pemerintahan Prancis melalui pendidikan kepemimpinan, administrasi publik, dan manajemen pemerintahan.
Selain menyelenggarakan pendidikan awal, INSP juga memberikan pelatihan lanjutan bagi pejabat senior yang akan menempati posisi strategis di pemerintahan.
Sejarah INSP
INSP resmi berdiri pada 1 Januari 2022 atas kebijakan Presiden Emmanuel Macron.
Lembaga ini menggantikan École Nationale d'Administration (ENA), sekolah administrasi publik legendaris yang didirikan oleh Charles de Gaulle setelah Perang Dunia II.
Baca Juga: Cara Mengetahui HP Terkena Malware, Ini Penyebab, Gejala, dan Langkah Mengatasinya
Selama puluhan tahun, ENA dikenal sebagai tempat lahirnya banyak presiden, perdana menteri, menteri, hingga pemimpin industri di Prancis.
Namun, ENA juga kerap dikritik karena dianggap melahirkan kelompok elite yang sulit diakses masyarakat luas.
Melalui pembentukan INSP, pemerintah Prancis berupaya mempertahankan kualitas pendidikan kepemimpinan sekaligus membuka akses yang lebih beragam bagi calon pejabat publik.
Cara Mendaftar INSP
Bagi peserta internasional, proses seleksi INSP dilakukan melalui kedutaan besar Prancis di masing-masing negara.
Secara umum, tahapan pendaftarannya meliputi:
- Pendaftaran secara daring.
- Seleksi administrasi berdasarkan dokumen yang dikirimkan.
- Tes tertulis.
- Tes wawancara atau lisan.
- Pengumuman hasil seleksi dan konfirmasi penerimaan.
Baca Juga: Kenapa Foto KTP Ada yang Merah dan Biru? Ini Penjelasan Lengkapnya
Tahun ajaran baru INSP 2026 dijadwalkan dimulai pada akhir Agustus 2026.
Materi Tes Masuk INSP
Seleksi masuk INSP dilakukan secara bertahap untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus kesiapan calon peserta mengikuti pendidikan tingkat tinggi di bidang administrasi publik.
Tahapan seleksinya meliputi:
1. Aplikasi daring
Peserta mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah seluruh dokumen pendukung sesuai persyaratan.
2. Pra-seleksi administrasi
INSP melakukan penyaringan terhadap seluruh dokumen yang masuk sebelum menentukan peserta yang berhak mengikuti ujian tertulis.
3. Ujian tertulis
Tes tertulis terdiri atas tiga bagian. Pertama, tes ekspresi tertulis selama satu jam untuk mengukur kemampuan komunikasi tertulis peserta.
Kedua, tes refleksi dan pengetahuan selama satu jam tiga puluh menit berupa esai yang menguji kemampuan berpikir kritis, penalaran, serta argumentasi.
Ketiga, tes spesialisasi selama satu jam tiga puluh menit.
Baca Juga: 7 SMA Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis Banten, Siswa Terancam Bayar SPP atau Pindah Sekolah
Peserta memilih salah satu bidang, yaitu Hubungan Internasional atau Administrasi Komparatif dan Manajemen Publik. Tes terdiri atas soal pilihan ganda dan jawaban singkat.
Pelaksanaan ujian tertulis dilakukan di kantor Kedutaan Besar Prancis di masing-masing negara.
Sementara peserta yang sedang berada di Prancis mengikuti ujian di kampus INSP di Paris atau Strasbourg.
4. Tes wawancara
Peserta yang lolos ujian tertulis mengikuti wawancara untuk menilai motivasi, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mengikuti pendidikan kepemimpinan tingkat tinggi.
Baca Juga: Pusat Oseanologi BRIN Buka Magang 3 Bulan, Peserta Berpeluang Ikut Ekspedisi Penelitian
Wawancara dilaksanakan oleh pihak kedutaan Prancis dengan melibatkan sedikitnya dua orang pewawancara.
5. Penetapan peserta diterima
Komite seleksi kemudian menetapkan daftar peserta yang diterima beserta daftar cadangan apabila terdapat peserta yang mengundurkan diri. Hasil seleksi disampaikan melalui kedutaan Prancis kepada masing-masing kandidat.
Konsep pendidikan yang diterapkan INSP inilah yang menjadi salah satu inspirasi pemerintah dalam membangun Universitas Republik Indonesia.
Melalui sistem pembinaan kepemimpinan yang terintegrasi, pemerintah berharap URI mampu mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan manajerial, dan wawasan kebangsaan untuk memperkuat birokrasi maupun BUMN Indonesia.***




