POJOKSATU.ID - Sorotan paling tajam pasca pengumuman hasil seleksi PPPK guru 2023 adalah banyaknya peserta yang kecewa karena nilainya mendadak berubah.
Nilai hasil ujian Computer Assisted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 17 November lalu, berbeda dengan nilai yang dirilis dalam pengumuman hasil seleksi PPPK guru 2023, pada Jumat 22 Desember 2023.
Mengapa nilai CAT seleksi PPPK guru mendadak berubah?
Baca Juga: Protes Kecurangan Seleksi PPPK Guru 2023, Honorer Agendakan Aksi Damai di Kantor Bupati Langkat
Nilai PPPK guru mendadak berubah ini terjadi pada instansi atau daerah yang melaksanakan Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT). Salah satunya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau BKPSDM Madina, Abdul Hamid Nasution menjelaskan mengapa terjadi perubahan nilai dari saat ujian pada 17 November dengan hasil pengumuman 22 Desember.
Menurut Abdul Hamid, nilai yang keluar pada saat pengumuman merupakan hasil akumulasi nilai CAT dan SKTT.
Dalam hal ini, 70 persen nilai CAT ditambah 30 persen hasil SKTT.
Untuk SKTT ini, Abdul Hamid sendiri mengakui bahwa jawabannya diisi oleh pegawai Disdik dan BKD Madina.
Ada 10 pertanyaan ujian SKTT dari Kemendikbudristek bagi peserta ujian seleksi PPPK guru 2023 yang dijawab pegawai Disdik dan BKD Mandailing Natal.
Dihubungi Pojoksatu.id, Minggu (24/12) melalui telepon selulernya, Abdul Hamid memberikan penjelasan panjang mengenai seleksi PPPK Guru 2023 di Madina Sumut ini.
Menurut Abdul Hamid Nasution, perubahan nilai hasil ujian guru honorer di pengumuman PPPK Madina itu berkaitan dengan adanya SKTT yang dilakukan Kemendikbudristek.
"Kompetensi teknis yang telah diikuti guru honorer di CAT, bobot nilai dianggap 70 persen saja," kata Abdul Hamid, Minggu.
Sementara sisanya atau bobot 30 persen lagi dilaksanakan melalui Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan atau SKTT.
Hamid menuturkan, ujian SKTT ini bukan diikuti langsung oleh guru honorer atau peserta ujian PPPK, tapi oleh pegawai Dinas Pendidikan Madina dan BKPSDM Madina.
Menurut Hamid, dalam SKTT ini menjawab 10 pertanyaan yang diajukan oleh Kemendikbudristek.
“Kami hanya menjawab 10 pertanyaan dari Kemendikbud. Menggunakan apliksasi yang disiapkan oleh Kemendikbud,” katanya.
Untuk menjawab 10 pertanyaan SKTT ini, sesuai penjelasan Hamid, pihak Disdik Madina dan BKPSDM Madina login ke akun setiap peserta.
Hal itu bisa dilakukan karena data yang ditampilkan Kemendikbud ini telah mengurutkan data guru dari usia yang tertua hingga yang termuda.
Lalu pihak Disdik dan BKPSDM Madina menjawab satu per satu untuk setiap nama guru terhadap 10 pertanyaan di aplikasi Kemendikbudristek tersebut.
Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 Kota Yogyakarta, Ini Daftar Nama 149 Peserta yang Lolos
“Kita menjawab satu per satu untuk setiap peserta ujian,” katanya.
Adapun data guru honorer yang dipakai Disdik dan BKPSDM Madina menjawab 10 pertanyaan Kemendikbudristek tersebut, mengacu pada deskripsi pelamar PPPK.
Setelah menjawab 10 pertanyaan Kemendikbudristek, lantas siapa yang berhak memberikan penilaian SKTT terhadap masing-masing guru honorer ini?
“Kalau itu saya gak tahu. Apakah itu Panselnas atau Kemendikbudristek,” jawab Abdul Hamid.
Terkait adanya penambahan bagi yang lulus dan pengurangan nilai dari peserta ujian PPPK guru 2023 di Madina yang tidak lulus, menurut Hamid, hal itu terkait nilai dari 10 pertanyaan Kemendikbudristek.
“Kita kan tidak tahu itu berapa nilainya dari yang dijawab. Pasti berbeda-beda. Tapi saya tidak tahu itu siapa yang berikan nilai apakah itu Panselnas atau Kemendikbudristek,” ujarnya.
Hamid mengakui, terkait nilai di Sertifikat Seleksi Kompetensi PPPK yang dikeluarkan BKN pada 17 November 2023 lalu untuk guru honorer, terjadi perubahan pada nilai kompetensi teknis untuk semua peserta ujian PPPK guru.
Namun untuk manajerial dan wawancara, nilainya tetap.
Baca Juga: Buka Link Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 Lemot atau Bahkan Error, 7 Langkah Ini Solusinya
Hamid Nasution juga membantah melakukan manipulasi dalam pengumuman hasil seleksi PPPK guru 2023.
Menurut Hamid, tidak ada satu pun angka yang berubah dari hasil pengumuman yang disampaikan Panselnas Seleksi CASN 2023.
Pemkab Madina mengumumkan kembali sesuai dengan apa hasil yang diperoleh Panselnas.
“Saya tegaskan sekali lagi terkait hasil PPPK guru di Mandailing Natal, tidak ada nilai yang dimanipulatif,” tegas Abdul Hamid.***




