POJOKSATU.ID - Kemensos secara tegas menjadikan Sekolah Rakyat sebagai senjata utama dalam upaya memotong rantai kemiskinan yang telah berlangsung antargenerasi di Indonesia.

Program ini secara khusus dirancang untuk menyasar anak-anak dari keluarga yang berada pada kelompok ekonomi terbawah atau desil satu dan dua dalam data nasional.

Mayoritas orang tua dari siswa ini bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang berada di bawah satu juta rupiah setiap bulannya.

Sebagian besar dari mereka juga memikul beban keluarga yang sangat berat dengan jumlah tanggungan lebih dari empat orang di dalam satu rumah.

Baca Juga: Dulu Kurang Gizi dan Kecanduan Gadget, Ribuan Anak Keluarga Rentan Kini Alami Perubahan Drastis Berkat Sekolah Rakyat!

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat berpegang teguh pada mandat konstitusi Pasal 34 UUD 1945 yang mewajibkan negara memelihara fakir miskin.

Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, proses penerimaan siswa di sini dilakukan secara proaktif melalui sistem penjangkauan langsung ke lapangan.

Pemerintah melakukan verifikasi data secara ketat hingga berdialog langsung dengan orang tua untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.

Hingga saat ini, program tersebut sudah tersebar di ratusan titik rintisan yang mencakup puluhan provinsi serta kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat, Ini Ciri Layak dan Tidak Layak untuk Idul Adha

Pada tahun ajaran 2026 mendatang, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menjaring puluhan ribu siswa baru dari kelompok rentan.

Seluruh proses pengelolaan dan fasilitas pendidikan dipastikan berjalan secara transparan agar akuntabilitas program tetap terjaga dengan baik.

Melalui intervensi pendidikan yang terukur ini, diharapkan anak-anak yang sebelumnya tidak terlihat oleh sistem kini bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak.***