POJOKSATU.ID - Yayasan Abdi Sukma yang menaungi SD Swasta Abdi Sukma angkat bicara usai viralnya seorang siswa kelas 4 yang duduk di lantai karena menunggak bayar SPP.
Sekolah yang berada di Jalan STM No 42, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan ini adalah sekolah wakaf yang didirikan pada tahun 1963.
Ketua Yayasan Abdi Sukma, Ahmad Parlindungan mengatakan telah memberikan kebijakan pembebasan SPP selama enam bulan pertama dalam setahun untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.
"Kami memberikan beasiswa selama enam bulan pertama untuk meringankan beban siswa dari keluarga kurang mampu," kata Ahmad Parlindungan, Senin (13/1/2025).
Baca Juga: Blak-blakan Akui Oplas Hidung di Thailand, Kirana Larasati : Aku Enggak Akan Alasan Bilang Sinus
Dikatakannya jika misi Abdi Sukma adalah memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang sama.
Ahmad bercerita mengenai sekolah Abdi Sukma yang sedang viral usai adanya pemberitaan di media massa terkait perundungan terhadap salah satu siswa kelas 4 SD berinisal MI yang belum bayar uang SPP dan dihukum belajar di lantai kelas oleh wali kelasnya.
Menurut Ahmad, MI siswa kelas 4 itu, bersama saudaranya yang juga duduk di Kelas 1, masing-masing mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditransfer ke rekening ibunya, Kamelia.
Adapun PIP tersebut di transfer pada 21 April 2024 dan diambil pada 22 April 2024 sebesar Rp450.000.
"Itu dananya masuk tanggal 21 April 2024, diambil orang tuanya tanggal 22 April 2024. Karena kami dari pihak sekolah tidak ada menahan-nahan informasi itu karena begitu dana itu masuk langsung kita kabari sama orang tuanya," tutur Ahmad.
Ahmad menambahkan jika saat itu Kamelia tidak langsung membayarkan uang sekolah anaknya.
"Seandainya itu dibayarkannya langsung pasti tidak ada tunggakan. Karena sekolah ini menggratiskan uang sekolah itu selama 6 bulan dari Januari hingga Juni. Bulan Juli sampai Desember itu bayar," jelas Ahmad.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada sebanyak 131 siswa di Yayasan Abdi Sukma. Dan 79 orang diantaranya menerima bantuan PIP, termasuk anak-anak Kamelia.
Disampaikan Ahmda, bahwa tujuan sekolah Abdi Sukma adalah memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak yang kurang mampu dan yatim piatu, serta sudah menggratiskan uang sekolah selama enam bulan, dari Januari hingga Juni.
Meskipun begitu, MI mengalami tunggakan pembayaran uang sekolah setelah periode gratis berakhir, dan pembayaran untuk bulan Juli hingga September 2024 baru dilakukan orang tua MI pada 8 Juli 2024.
"Ibu MI itu bayar uang sekolah anaknya setelah dapat PIP pada April 2024. Dia bayar uang sekolah anaknya tanggal 8 bulan Juli, sebanyak tiga bulan yaitu dari Juli sampai September 2024. Terus nunggak lagi sampai menerima raport dari Oktober sampai Desember 2024," terang Ahmad.
Baca Juga: Syarat dan Cara Mengurus DTKS untuk PIP dan KIP Kuliah 2025 Online dan Offline
Sekolah Abdi Sukma ini terus berupaya mencari sumber dana tambahan untuk menunjang operasional dan memberikan bantuan yang lebih besar kepada siswa mereka.
Program PIP telah menjadi salah satu sumber pendanaan yang signifikan, namun sekolah tetap bergantung pada donasi dan sumber lain.
"Kami khawatir pemberitaan negatif ini dapat berdampak pada kelanjutan program PIP di sekolah kami," ujar Ahmad.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami situasi kami dan terus mendukung upaya kami dalam memberikan pendidikan berkualitas," tutur Ahmad.
Sebelumnya, viral sebuah video seorang ibu di Medan merekam anaknya yang duduk di lantai karena menunggak bayar SPP. ***




