POJOKSATU.id - Menghadapi Tahun Ajaran Baru, satuan pendidikan yang menggunakan Kurikulum Merdeka sudah harus memiliki kurikulum yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.
Dalam struktur Kurikulum Merdeka, sekolah menyusun Kurikulum Opersional Satuan Pendidikan (KOSP) berdasarkan kerangka dasar dan struktur yang ditetapkan secara nasional, visi misi, serta karakteristik satuan pendidikan.
Melalui program Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong transformasi pendidikan di satuan pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Oleh sebab itu, penyusunan KOSP perlu mendapatkan perhatian khusus satuan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan.
Perlu diketahui, setiap satuan pendidikan memiliki karakter kurikulum yang berbeda-beda. Karena itu KOSP ini menjadi bagian yang penting karena akan dijadikan acuan dalam menjalankan proses pembelajaran di sekolah.
Jangan lupa, dalam penyusunannya harus disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya.
Dalam menyusun KOSP, satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunannya.
Namun begitu ada Struktur Kurikulum Merdeka yang harus dipahami serta satu komponen tambahan dalam penyusunan KOSP.
Komponen tambahan tersebut yaitu pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang siap untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.
Untuk memberikan gambaran mengenai prinsip-prinsip dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum operasional, serta tahapan pembelajaran, Kemendikbudristek sudah menyusun panduan.
Untuk mempelajari lebih lanjut, satuan pendidikan dapat mengunduh link berikut: [Panduan Pengembangan KOSP Kurikulum Merdeka]
Dalam KOSP, tahapan pembelajaran dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran bagi satuan pendidikan bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Dalam panduan tersebut juga berisi contoh-contoh strategi dan alat yang bisa dijadikan inspirasi pengembangan.
Meski begitu, satuan pendidikan memiliki kebebasan untuk mengembangkan dengan cara lain selama selaras dengan tujuan utama dari kurikulum operasional di satuan pendidikan.
Secara garis besar, satuan pendidikan perlu mengacu Prinsip Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan, sebagai berikut.
- Berpusat pada Peserta Didik: Pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.
- Kontekstual: Menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).
- Esensial: Memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.
- Akuntabel: Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
- Melibatkan Berbagai Pemangku Kepentingan: Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan.
Berbagai pemangku kepentingan yang dimaksudkan antara lain yaitu orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
Perlu juga dipahami bahwa sebenarnya proses penyusunan Kurikulum Operasional bersifat:
- Tetap: Mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
- Fleksibel/Dinamis: Mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan.
Dalam melakukan penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan, sekolah hendaknya memulai dengan memahami secara utuh Struktur Kurikulum Merdeka.
Struktur Kurikulum Merdeka terdiri dari intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler memuat kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar.
Struktur Kurikulum Merdeka didasari oleh tiga hal, yaitu berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, serta karakter Pancasila.
Berikut langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Operasional.
- Menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan, seperti peserta didik, kompetensi, jumlah tenaga pendidik, sarana dan prasarana, dan lokasi sekolah
- Merumuskan visi, misi, dan tujuan dengan evaluasi jangka panjang 4-5 tahun
- Menentukan pengorganisasian pembelajaran, seperti struktur kurikulum, pengelompokkan mata pelajaran, pemetaan muatan jam pembelajaran, program tahunan, kalender akademik, pemetaan muatan pembelajaran dalam semester/minggu, dan jadwal pembelajaran untuk masing-masing tingkat
- Menyusun rencana pembelajaran
- Merancang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional
Bagi satuan pendidikan yang belum menyusun KOSP, berikut dokumen contoh KOSP yang bisa diunduh baik itu KOSP SD, SMP hingga SMA/SMK. Berikut pojoksatu.id sampaikan link yang sudah ditelusuri.
KOSP SD
- Berikut link [Contoh KOSP SD Model 1]
- Berikut link [Lampiran KOSP SD Model 1]
- Berikut link [Contoh KOSP SD Model 2]
- Berikut link [Contoh Lampiran KOSP SD Model 2]
KOSP SMP
- Berikut link [Contoh KOSP SMP Model 1]
- Berikut link [Contoh Lampiran KOSP SMP Model 1]
- Berikut link [Contoh KOSP SMP Model 2]
- Berikut link [Contoh Lampiran KOSP SMP Model 2]
Baca Juga: Heboh Launching Kurikulum Nasional Gantikan Kurikulum Merdeka! Baca Dulu 4 Fakta Penting Ini
KOSP SMA SMK
- Berikut link [Contoh KOSP SMA Model 1]
- Berikut link [Contoh Lampiran KOSP SMA Model 1]
- Berikut link [Contoh KOSP SMA Model 2]
- Berikut link [Contoh Lampiran KOSP SMA Model 2]
Perlu diingat juga KOSP yang disusun harus esensial atau memuat hal penting, tidak bertele-tele, dan bahasanya lugas.
Penyusunan KOSP juga harus akuntabel atau sesuai dengan riset lapangan serta dalam penyusunan KOSP juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Pada jenjang SMK, penyusunan KOSP perlu melibatkan mitra kerja atau industri. ***




