POJOKSATU.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk Indonesia usia 25 tahun ke atas mencapai 9,07 tahun pada 2025.
Angka ini setara dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas tiga.
Artinya, mayoritas penduduk Indonesia kini telah menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama.
Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyebut capaian ini meningkat dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 8,85 tahun.
“Rata-rata lama sekolah selama 9,07 tahun atau setara dengan pendidikan SMP kelas 3,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (5/11/2025).
Meski meningkat, laju pertumbuhan RLS tercatat melambat dalam lima tahun terakhir.
Menurut Edy, tren kenaikannya dari tahun ke tahun cenderung tidak terlalu signifikan.
HLS Naik Jadi 13,30 Tahun
Selain kenaikan RLS, Harapan Lama Sekolah (HLS) juga mengalami kenaikan.
Pada 2025, angka HLS mencapai 13,30 tahun, naik 0,09 tahun dibandingkan 2024.
Artinya, anak Indonesia berusia 7 tahun pada 2025 diperkirakan akan menempuh pendidikan hingga setara jenjang perguruan tinggi tingkat awal (D1) jika pola pendidikan saat ini terus berlanjut.
BPS menilai, peningkatan ini menjadi cermin perbaikan akses dan fasilitas pendidikan serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Namun, tantangan pemerataan kualitas pendidikan antardaerah masih perlu mendapat perhatian serius.
Baca Juga: Mengenal Jurnal SINTA, Penilaian Kredibilitas Riset Akademik di Indonesia
Faktor Pendorong Kenaikan RLS
-
Peningkatan akses dan partisipasi pendidikan
Rasio partisipasi murni dan kasar pada pendidikan dasar dan menengah menunjukkan tren positif.Semakin banyak anak Indonesia yang melanjutkan sekolah hingga tingkat menengah.
-
Dukungan pembiayaan pendidikan
Program seperti BOS, PIP, KIP, dan KIP Kuliah membantu keluarga kurang mampu agar tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya. -
Peningkatan fasilitas pendidikan
Perbaikan ruang kelas, laboratorium, dan akses internet turut meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai daerah. -
Kondisi ekonomi yang membaik
Stabilitas ekonomi nasional dan naiknya pengeluaran per kapita membuat banyak keluarga mampu membiayai pendidikan lebih tinggi. -
Program beasiswa daerah dan komunitas
Pemerintah daerah dan lembaga sosial banyak menyalurkan bantuan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Ketimpangan Masih Terasa
Walau RLS nasional naik, kesenjangan pendidikan antardaerah masih nyata.
Provinsi seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali memiliki RLS di atas 10 tahun.
Namun di beberapa daerah di Indonesia timur, angkanya masih di bawah 8 tahun.
Selain itu, kesenjangan gender juga masih ada.
Baca Juga: Strategi Cerdas Pekerja Muda Biar Bisa Punya Rumah Sendiri Tanpa Harus Nunggu Kaya
Rata-rata lama sekolah laki-laki sedikit lebih tinggi dibanding perempuan, meski jaraknya makin menyempit dalam lima tahun terakhir.
Peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan nasional.
Tapi perjuangan belum selesai—pemerataan akses dan kualitas pendidikan tetap jadi pekerjaan rumah besar agar setiap anak Indonesia, di mana pun mereka berada, punya kesempatan yang sama untuk maju. ***




