POJOKSATU.id - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor sukses menyelenggarakan International Conference pada Rabu, 5 Juni 2024 lalu yang dikemas dalam event ICON FEBI 2024.

ICON FEBI 2024 berkelas internasional ini mengusung tema "Fintech sebagai Katalis Inklusi Keuangan di Indonesia dan Global" ini berlangsung di Auditorium Gedung C IUQI Bogor dari pukul 08.00 hingga 15.00.

FEBI IUQI Bogor melihat akses yang lebih luas dan inklusif terhadap layanan keuangan di lingkungan perguruan tinggi penting untuk dipastikan. Itu sebabnya even ICON FEBI 2024 digelar sebagai bagian dari sikap mahasiswa melihat perkembangan tersebut.

Hal ini mencakup tidak hanya akses terhadap layanan perbankan konvensional, tetapi juga teknologi finansial (fintech) yang semakin berkembang, seperti layanan perbankan digital, pembayaran elektronik, dan platform investasi yang memungkinkan mahasiswa, staf, dan fakultas untuk lebih mudah mengelola keuangan mereka secara efisien.

Baca Juga: IUQI Sharia Economic Event (I SEE 2024), Disebut 'Full Output', Dari Bogor Untuk Kejayaan Ekonomi Islam di Indonesia

Inklusi keuangan perguruan tinggi juga mendorong literasi keuangan dan pendidikan tentang manajemen keuangan yang baik di kalangan komunitas akademik.

ICON FEBI 2024 ini menjadi menarik bagi banyak pihak, selain dihadiri Rektor IUQI Bogor Assoc. Prof. Saiful Falah, Wakil Rektor I Agus Tamami, M.Pd.I, Wakil Rektor III Azwar Anas, M.Pd.I, serta berbagai pejabat struktural lainnya, juga dihadiri para pembicara internasional.

Tak ketinggalan, 370 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa juga turut berpartisipasi, baik secara offline maupun online melalui Zoom.

Konferensi internasional ICON FEBI 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor ini semakin menarik perhatian dengan kehadiran para ahli terkemuka dalam bidangnya.

Para pembicara ini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri yang turut memperkaya diskusi tentang fintech dan inklusi keuangan di Indonesia.

Baca Juga: I SEE IUQI Bogor Hadirkan Webinar Internasional, Bangun Wacana Ekonomi Syariah, Partisipan Gercep Dafar di Tautan Ini

Prof. Ashraf Muhammad Dawaba, Presiden European Academy for Islamic Finance and Economics, memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan fintech syariah serta intervensi kebijakan di negara-negara Timur Tengah.

Paparannya tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi para hadirin untuk memahami peran teknologi finansial dalam transformasi ekonomi.

Prof. Irwandi Jaswir, seorang profesor di International Institute for Halal Research and Training, International Islamic University Malaysia, membahas tentang fenomena dan upaya dalam meningkatkan inklusi keuangan melalui fintech di kawasan ASEAN.

Dalam sesi ini, ia menggugah pemikiran dengan memaparkan strategi dan tantangan dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

Baca Juga: Kepemimpinan PMII di Ormawa IUQI Bogor Disoal, Ada yang Pro dan Kontra, Begini Akhirnya

Prof. Akhmad Affandi Mahfudz, yang juga merupakan anggota Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia, memberikan perspektif tentang peran pemangku kebijakan dalam mengembangkan fintech di Indonesia.

Paparannya tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pentingnya regulasi yang memadai untuk mendukung inovasi dalam sektor keuangan.

Handika Surbakti, sebagai Direktur Program Kemitraan, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, mengungkapkan strategi dan kemitraan yang diperlukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

Kesaksiannya mempertegas komitmen untuk menciptakan ekosistem fintech yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Perusahaan Fintech Revolut Ubah Cara Kerja Ilmuwan Data, Lebih Banyak Model, Lebih Sedikit Kode!

Kehadiran para pembicara ini bukan hanya sekadar memberikan informasi, tetapi juga menginspirasi para peserta konferensi untuk terlibat lebih aktif dalam mendorong perkembangan fintech dan inklusi keuangan di Indonesia.

Melalui diskusi dan kolaborasi ini, diharapkan tercipta langkah-langkah strategis yang berdampak positif bagi perkembangan ekonomi berbasis teknologi di masa depan.

Dapatkan info langsung Pojoksatu.id ke WhatsApp Anda: [Pojoksatu.id Edukasi]

Momen penting lainnya dalam ICON FEBI 2024 adalah penandatanganan kerjasama program AFSI Academic Partner.

Kerjasama ini melibatkan AFSI yang diwakili oleh Mhd Handika Surbakti dan FEBI IUQI Bogor yang diwakili oleh Dekan FEBI, Jamaludin.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung perkembangan fintech di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya di IUQI Bogor.

Share peliputan kegiatan pendidikan, silahkan follow [Edugov]

ICON FEBI 2024 juga didukung para mitra kampus diantaranya Bank Jawa Barat (BJB) Syariah KCP Jembatan Merah Bogor, Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP IPB Dramaga, AFSI Academic Partner, dan Koperasi Pondok Pesantren (KOPPONTREN) Ummul Quro Al-Islami Bogor.

Baca Juga: QRIS, Kemudahan atau Justru Batu Sandungan? Kontroversi Batas Minimal Transaksi Mengguncang Dunia Fintech!

Melalui ICON FEBI 2024, diharapkan inklusi keuangan di kalangan akademisi dapat meningkat dan ekosistem keuangan digital menjadi lebih komprehensif.

Acara ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan inklusi keuangan di perguruan tinggi di Indonesia. ***