POJOKSATU.id – Membangun startup tidak cukup hanya mengandalkan produk yang inovatif.
Dibutuhkan strategi finansial yang matang agar bisnis mampu bertahan, berkembang, dan terus menciptakan nilai dalam jangka panjang.
Hal tersebut menjadi materi utama dalam kegiatan CEO School yang merupakan bagian dari rangkaian Agromaritim Sociopreneur Academy (ASA) 2026 yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University.
Baca Juga: Sudaryono, Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala Badan Gizi Nasional Pengganti Nanik S. Deyang, Ini Profilnya
Pada sesi Field Project bertajuk Financial Sustainability & Funding Strategy, peserta mempelajari strategi membangun keberlanjutan finansial startup melalui studi kasus Anima Companion (PT Sutan Vet Medika).
Materi disampaikan oleh Ivan Taufiq Nugraha yang membagikan pengalaman mengembangkan perusahaan berbasis riset di bidang kesehatan hewan peliharaan.
Belajar dari Startup Berbasis Riset
Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan Anima Companion sebagai startup yang berfokus membangun kemandirian industri obat hewan peliharaan di Indonesia melalui pengembangan produk berbasis probiotik, antibodi alami, serta berbagai inovasi hasil penelitian.
Perusahaan tersebut mengembangkan tiga lini bisnis utama, yaitu Pet Nutrition, Pet Pharmacy, dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) untuk memenuhi kebutuhan kesehatan hewan peliharaan secara menyeluruh.
Sejumlah produk unggulan seperti Forevet, Felcover+, dan Sioren turut diperkenalkan sebagai contoh inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh, hingga membantu proses pemulihan hewan peliharaan.
Keberlanjutan Finansial Jadi Fondasi Startup
Dalam sesi materi, peserta diajak memahami bahwa keberlanjutan finansial merupakan fondasi penting bagi sebuah startup yang ingin tumbuh secara berkelanjutan.
Baca Juga: Penyelidikan Perkara Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Presiden
Keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan perusahaan membangun model bisnis yang menghasilkan recurring revenue, mengelola biaya operasional secara efisien, serta menyusun strategi pendanaan sesuai tahap pertumbuhan perusahaan.
Konsep tersebut menjadi bekal penting bagi calon pendiri startup agar mampu menghadapi tantangan bisnis sejak fase awal hingga tahap ekspansi.
Model B2B dengan Tingkat Repeat Order Tinggi
Sebagai contoh implementasi, Anima Companion menerapkan model bisnis Business to Business (B2B) melalui penjualan produk kepada jaringan klinik hewan.
Hingga saat ini, perusahaan telah bermitra dengan lebih dari 515 klinik hewan yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia dengan tingkat repeat order mencapai lebih dari 92 persen setiap tahun.
Baca Juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Direncanakan Menjadi Pusat Pengembangan Mutu Pendidikan Daerah
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan sebagai sumber pendapatan yang stabil sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis.
Efisiensi Biaya Menjadi Kunci Pertumbuhan
Selain strategi pendapatan, peserta juga mempelajari bagaimana perusahaan mengelola struktur biaya secara menyeluruh.
Pengelolaan tersebut mencakup pengadaan bahan baku, proses produksi, operasional perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, riset bersama berbagai institusi, quality control, distribusi, hingga pemasaran.
Baca Juga: Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Gus Fawait: Modal Usaha Emak-emak Makin Meringankan
Materi menekankan bahwa efisiensi biaya harus terus ditingkatkan seiring meningkatnya kapasitas produksi tanpa mengorbankan kualitas produk maupun layanan kepada pelanggan.
Penjualan Tumbuh Pesat dalam Empat Tahun
Perjalanan bisnis Anima Companion juga menjadi contoh nyata bagaimana strategi yang tepat mampu menghasilkan pertumbuhan signifikan.
Kapasitas penjualan perusahaan meningkat dari 986 produk pada 2023, menjadi lebih dari 4.000 produk pada 2024, kemudian mencapai 12.000 produk pada 2025, hingga menembus lebih dari 28.000 produk pada 2026.
Peningkatan tersebut didorong oleh penguatan jaringan distribusi, inovasi produk, serta strategi pemasaran yang konsisten.
Peserta Belajar Roadmap Pendanaan Startup
Pada sesi penutup, peserta diperkenalkan dengan roadmap pengembangan perusahaan dan strategi pendanaan jangka panjang.
Anima Companion menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 20.000 produk per bulan, mengembangkan empat produk baru setiap tahun, memperluas aktivitas pemasaran dan branding, serta meningkatkan pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan.
Peserta juga mempelajari berbagai tahapan pendanaan startup, mulai dari private investor, angel investor, hingga peluang memperoleh pendanaan melalui Initial Public Offering (IPO) ketika skala bisnis telah berkembang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi membangun startup yang sehat secara finansial.
Melalui kegiatan ini, peserta CEO School diharapkan mampu memahami pentingnya keberlanjutan finansial, menyusun strategi pendapatan yang berkelanjutan, mengelola biaya secara efektif, serta merancang strategi pendanaan yang sesuai dengan tahapan pertumbuhan bisnis sehingga dapat membangun perusahaan yang tangguh, kompetitif, dan berdaya saing di masa depan. ***




