POJOKSATU.id - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Jambi telah resmi berakhir.
Namun, hasil penerimaan peserta didik di SMP Negeri 23 Kota Jambi menjadi perhatian setelah sekolah tersebut hanya memperoleh sembilan siswa baru, jauh di bawah kapasitas yang tersedia.
Padahal, sekolah memiliki daya tampung hingga 128 peserta didik untuk tahun ajaran baru.
Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya minat masyarakat untuk memilih SMP Negeri 23 Kota Jambi sebagai tujuan melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: SMM USU Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat hingga Cara Daftarnya
Berdasarkan data sekolah, dari total sembilan peserta didik baru yang diterima, satu orang mendaftar melalui jalur daring, sedangkan delapan siswa lainnya melakukan pendaftaran secara langsung ke sekolah.
Jumlah Pendaftar Terus Menurun Setiap Tahun
Kepala SMP Negeri 23 Kota Jambi, Ferry, mengungkapkan bahwa minimnya jumlah peserta didik baru bukan hanya terjadi pada tahun ini.
Menurutnya, penurunan jumlah pendaftar telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
"Memang peminat SMP Negeri 23 sangat sedikit dan jumlahnya terus menurun setiap tahun," kata Ferry.
Ia menjelaskan, selain rendahnya minat masyarakat, berkurangnya jumlah lulusan sekolah dasar di sekitar lingkungan sekolah juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pendaftar.
Data penerimaan peserta didik menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.
Pada Tahun Ajaran 2024, SMP Negeri 23 menerima 19 siswa baru.
Jumlah tersebut kembali menurun menjadi 17 siswa pada Tahun Ajaran 2025, dan pada Tahun Ajaran 2026/2027 hanya sembilan siswa yang resmi diterima.
Penurunan tersebut membuat jumlah peserta didik baru semakin jauh dari kapasitas yang disediakan sekolah.
Dinas Pendidikan Kota Jambi Siapkan Evaluasi
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Jambi menyatakan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama rendahnya jumlah pendaftar di SMP Negeri 23.
Evaluasi itu akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi lingkungan sekolah, sebaran lulusan sekolah dasar, hingga faktor-faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah bagi anak-anak mereka.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Wali Kota Jambi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan terhadap keberlangsungan SMP Negeri 23 Kota Jambi.
"Kami akan mencari solusi terbaik dan melaporkan hasil evaluasi kepada Wali Kota Jambi untuk menentukan langkah selanjutnya," ujar perwakilan Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Diharapkan Ada Solusi Jangka Panjang
Dinas Pendidikan Kota Jambi berharap evaluasi yang dilakukan dapat menghasilkan strategi yang efektif untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap SMP Negeri 23.
Baca Juga: Apa Saja Keseruan Nonton Kecak Uluwatu? Pesan Tiketnya Praktis di SatuSatu!
Perbaikan diharapkan mampu mengatasi persoalan kekurangan peserta didik, sehingga sekolah dapat kembali menjalankan proses pembelajaran secara optimal dengan jumlah siswa yang lebih sesuai dengan daya tampung yang tersedia. ***




