POJOKSATU.id - Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Program Keahlian Teknik Furnitur bertujuan mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami, menganalisis, menerapkan, serta menalar konsep dasar yang berkaitan dengan Teknik Furnitur dan praktik kerja di bidang furnitur secara kontekstual sesuai tuntutan industri.

Asesmen ini tidak hanya menguji kemampuan mengingat teori, tetapi juga kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep dan mengambil keputusan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan di industri furnitur.

Muatan TKA Program Keahlian Teknik Furnitur mencakup pengetahuan dan keterampilan yang merepresentasikan kebutuhan kompetensi dasar hingga lanjutan di bidang desain, produksi, dan manajemen furnitur. 

Baca Juga: Kemensos Bakal Gelar Desk Evaluation Lintas Kementerian demi Selesaikan Masalah Lahan Sekolah Rakyat

Konteks pembelajaran diarahkan pada dunia kerja dan industri dengan merujuk pada elemen atau materi kurikulum dalam Capaian Pembelajaran pada Salinan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 046/H/KR/2025.

Elemen yang Diukur dalam TKA Teknik Furnitur

Materi TKA Teknik Furnitur mencakup sejumlah elemen penting yang berkaitan langsung dengan kompetensi kejuruan.

Pertama, Wawasan Dunia Kerja Bidang Furnitur, yaitu kemampuan menganalisis profesi dan kewirausahaan (job-profile dan technopreneurship), peluang usaha, serta aktivitas pekerjaan di industri furnitur.

Kedua, Kecakapan Kerja Dasar (Basic Job Skills), K3LH, dan Budaya Kerja, meliputi praktik dasar kayu, pengoperasian mesin kayu, Computer Aided Design (CAD), simulasi Computer Aided Manufacturing (CAM)-CNC, penerapan K3LH, serta budaya kerja.

Ketiga, Gambar Teknik, yaitu kemampuan menggambar teknik secara manual maupun menggunakan aplikasi perangkat lunak serta membuat gambar dasar teknik furnitur.

Baca Juga: Kemensos Bentuk TP2SR demi untuk Program Sekolah Rakyat

Keempat, Pemilihan Kayu untuk Produksi Furnitur, yang mencakup kemampuan mengidentifikasi jenis dan karakteristik kayu sesuai kebutuhan produksi.

Kelima, Pembuatan Sambungan dengan Peralatan Tangan dan Mesin, yaitu kemampuan membuat berbagai macam sambungan pada konstruksi furnitur.

Keenam, Perawatan Peralatan Tangan dan Mesin, meliputi perawatan, penajaman, penyetelan, serta penyimpanan peralatan sesuai standar.

Kemampuan peserta didik kemudian diukur melalui tiga level kognitif, yaitu Pengetahuan dan Pemahaman (Knowing and Understanding), Aplikasi (Applying), serta Penalaran (Reasoning).

Level pengetahuan dan pemahaman mengukur kemampuan memahami konsep, prinsip, prosedur, dan cara kerja dalam bidang Teknik Furnitur. 

Level aplikasi mengukur kemampuan menerapkan konsep, prinsip, dan prosedur kerja, sedangkan level penalaran mengukur kemampuan mengambil keputusan serta menentukan alternatif solusi ketika menghadapi permasalahan di industri furnitur.

Baca Juga: Indonesia Inisiasi Pembangunan Koalisi Global South Mendukung Kemerdekaan Palestina

Berikut contoh soal TKA Teknik Furnitur yang dapat digunakan untuk latihan.

Soal Nomor 1

Kompetensi: Memahami dan menerapkan prosedur pengoperasian peralatan masinal dalam praktik kerja kayu

Sub Kompetensi: Alat dan Keterampilan

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Komponen pada mesin penebal (thicknesser) yang berfungsi sebagai penggerak untuk menarik dan mendorong papan kayu secara otomatis melewati pisau penyayat disebut...

A. Cutter head

B. Feed roller

C. Hand wheel

D. Pressure bar

E. Table locking lever

Kunci: B. Feed roller

Baca Juga: Latihan Soal TKA DPIB SMK Lengkap dengan Pembahasan Materi dan Kunci Jawaban

Soal Nomor 2

Kompetensi: Mengidentifikasi dan membandingkan jabatan serta deskripsi pekerjaan dalam industri furnitur untuk lulusan SMK Teknik Furnitur dan peluang wirausahanya

Sub Kompetensi: Job-Profile Lulusan SMK Vokasi Teknik Furnitur

Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (Multiple Choice Multiple Answer/MCMA)

Lulusan baru SMK Teknik Furnitur dapat menempati pekerjaan entry level pada beragam divisi di industri furnitur.

Berikut ini yang merupakan deskripsi jabatan pekerjaan entry level yang tepat adalah... (Jawaban benar lebih dari satu)

A. Mengoperasikan mesin planner

B. Mengontrol kualitas hasil rakitan

C. Melakukan pengaturan (setting) mesin

D. Merakit bagian-bagian menjadi produk jadi

E. Melakukan pengamplasan, staining, dan coating

Kunci: A, D, dan E

Baca Juga: Soal TKA SMK 2026 Pusmendik, Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Soal Nomor 3

Kompetensi: Menerapkan prosedur dan mengoperasikan peralatan manual dalam praktik kerja kayu

Sub Kompetensi: Alat dan Keterampilan

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Saat melakukan pembuangan sisa kayu (waste) di antara celah ekor burung menggunakan pahat tusuk, prosedur yang paling tepat untuk menghasilkan dasar sambungan yang rata dan menghindari pecahnya serat kayu di bagian belakang adalah...

A. Memahat langsung dari satu sisi atas hingga tembus ke bawah.

B. Memahat dari arah samping dengan posisi bilah pahat sejajar dengan arah serat kayu.

C. Memahat secara bertahap dari kedua sisi (bolak-balik) menuju ke tengah dengan posisi sisi miring (bevel) pahat menghadap ke atas.

D. Memahat dengan posisi sisi miring (bevel) menghadap ke bawah langsung tepat pada garis batas.

E. Mencongkel sisa kayu menggunakan ujung pahat tanpa menggunakan palu kayu.

Kunci: C. Memahat secara bertahap dari kedua sisi menuju ke tengah dengan posisi sisi miring (bevel) pahat menghadap ke atas.

Baca Juga: 30 Ide Kostum 17 Agustus yang Unik dan Kreatif, Murah Meriah tapi Berpeluang Jadi Juara

Soal Nomor 4

Kompetensi: Mengidentifikasi manfaat penggunaan K3LH dalam praktik bengkel furnitur serta menerapkan prinsip budaya kerja produktif 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)

Sub Kompetensi: Budaya Kerja

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Setelah selesai melakukan proses perakitan lemari, meja kerja dipenuhi oleh klem, palu kayu, sisa potongan kayu, dan botol lem yang masih terbuka.

Langkah penerapan prinsip Rapi yang paling tepat untuk memulihkan area kerja adalah...

A. Menggeser semua benda ke bawah meja agar sementara permukaan meja bersih dari peralatan.

B. Menutup botol dan membersihkan sisa lem, kemudian mengembalikan klem serta palu ke rak alat (shadow board) sesuai tanda polanya.

C. Menumpuk semua alat di tengah meja agar mudah ditemukan untuk penggunaan berikutnya.

D. Membuang sisa potongan kayu ke tempat sampah tanpa perlu menutup botol lem karena akan dipakai lagi.

E. Menunggu instruksi dari instruktur sebelum menyentuh peralatan yang ada di meja.

Kunci: B. Menutup botol dan membersihkan sisa lem, kemudian mengembalikan klem serta palu ke rak alat (shadow board) sesuai tanda polanya.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Diplomasi Kemerdekaan Palestina pada Pertemuan di Yordania

Soal Nomor 5

Kompetensi: Mengidentifikasi gejala kerusakan peralatan manual dan masinal serta mengilustrasikan cara perawatan standarnya

Sub Kompetensi: Perawatan Peralatan Manual dan Masinal

Bentuk Soal: Benar atau Salah

Seorang operator mesin ketam penebal (thicknesser) mendapati bahwa permukaan kayu hasil serutan tampak bergelombang dan ketebalannya tidak sama antara sisi kanan dan kiri. 

Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaktepatan pada pengaturan atau komponen mesin.

Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.

Pernyataan A

Pengaturan ketinggian meja mesin dilakukan saat mesin sedang berputar.

Jawaban: Salah

Pernyataan B

Meja mesin dengan mata pisau atau rol penarik tidak sejajar atau tidak presisi dapat menyebabkan hasil serutan tidak rata.

Jawaban: Benar

Pernyataan C

Permukaan kayu hasil serutan yang bergelombang menunjukkan adanya ketidaktepatan pada pengaturan mesin ketam penebal.

Jawaban: Salah

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Diplomasi Kemerdekaan Palestina pada Pertemuan di Yordania

Soal Nomor 6

Kompetensi: Mengidentifikasi, mengoperasikan, dan menelaah peralatan manual dan masinal dalam proses pembuatan komponen, sambungan furnitur, dan finishing furnitur

Sub Kompetensi: Peralatan manual dan masinal untuk membuat komponen dan sambungan kayu dalam furnitur

Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)

Seorang pengrajin furnitur ingin meningkatkan kekuatan tekan pada sambungan rangka rak buku. 

Ia memutuskan untuk memperlebar bahu purus (shoulder) bagian atas dan bawah.

Analisislah mengapa langkah ini secara teknis dapat mencegah kegagalan konstruksi...

A. Bahu yang lebar berfungsi untuk menutupi lem yang berceceran agar terlihat rapi.

B. Bahu yang lebar memperluas distribusi beban tekan ke permukaan kayu kaki, sehingga tekanan per mm² berkurang dan mencegah serat kayu kaki mengalami kerusakan struktural.

C. Memperlebar bahu purus akan mengubah arah serat kayu dari vertikal menjadi horizontal.

D. Semakin lebar bahu purus, maka kebutuhan lem akan semakin sedikit sehingga biaya produksi lebih murah.

E. Bahu yang lebar hanya berfungsi sebagai hiasan dan tidak berpengaruh pada kekuatan tekan vertikal.

Kunci: B. Bahu yang lebar memperluas distribusi beban tekan ke permukaan kayu kaki, sehingga tekanan per mm² berkurang dan mencegah serat kayu kaki mengalami kerusakan struktural.

Baca Juga: Empat Hari Sudah Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, Tim Gabungan Terus Melokalisasi Api Agar Tak Menjalar ke Konservasi Lain

Latihan TKA Teknik Furnitur untuk Persiapan Ujian

Keenam soal tersebut mencakup beberapa kemampuan penting yang perlu dikuasai peserta didik Teknik Furnitur, mulai dari mengenali fungsi komponen mesin, memahami posisi pekerjaan di industri, menggunakan peralatan tangan, menerapkan budaya kerja 5R, menganalisis kondisi mesin, hingga memahami konstruksi sambungan furnitur.

Model soal seperti ini juga tidak hanya menuntut peserta didik menghafal nama alat atau prosedur. 

Beberapa soal meminta murid menganalisis kondisi yang mungkin ditemui ketika bekerja di bengkel maupun industri furnitur.

Karena itu, latihan sebaiknya dilakukan dengan memahami alasan di balik setiap jawaban. 

Peserta didik perlu mengetahui fungsi alat, prosedur keselamatan, karakteristik bahan, prinsip konstruksi, serta langkah perawatan peralatan agar mampu menyelesaikan soal berbasis kasus dengan lebih baik.

Penguasaan teori yang disertai pengalaman praktik akan membantu peserta didik menghadapi TKA dengan lebih percaya diri sekaligus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja bidang furnitur. ***