POJOKSATU.ID- Kejadian di SD Negeri 2 Pasir Tangkil, Lebak, Banten, baru-baru ini menggemparkan dunia maya dan memicu perdebatan hangat mengenai tanggung jawab pemeliharaan fasilitas pendidikan.

Seorang orang tua siswa bernama Arta menjadi sorotan setelah video dirinya berjalan kaki sejauh 200 meter menuju sekolah sambil memikul meja dan kursi pengganti viral di platform TikTok.

Aksi ini merupakan respons atas permintaan pihak sekolah yang menuduh anaknya merusak fasilitas tersebut.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber berita, permintaan penggantian meja dan kursi itu disampaikan oleh pihak sekolah melalui pesan di grup WhatsApp yang beranggotakan para guru dan orang tua murid.

Baca Juga: Safety Riding Center DAM: Wadah Edukasi Berkendara Sepeda Motor di Jawa Barat

Arta dengan sigap memenuhi permintaan tersebut dengan merogoh kocek pribadinya sebesar Rp400.000 untuk membeli meja dan kursi baru.

Ironisnya, Arta mengungkapkan bahwa fasilitas yang digantikannya itu sebenarnya sudah dalam kondisi yang kurang layak sejak awal.

Video Arta yang bersusah payah membawa perabot pengganti ke sekolah sontak menyulut berbagai reaksi dari warganet.

Banyak yang menfungkapkan keprihatinan terhadap kondisi yang dialami Arta dan mempertanyakan kebijakan sekolah yang seolah-olah melimpahkan tanggung jawab perbaikan atau penggantian fasilitas kepada orang tua siswa.

Pertanyaan mengenai alokasi dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan infrastruktur sekolah pun tak terhindarkan.

Seperti komentar salah satu netizen “guna dana BOS untuk apa ya?,”tulis akun @Mas Trisno di akun tiktok lebak today.

Baca Juga: Asyiknya Belajar IPA kelas 7 BAB 2 Klasifikasi Makhluk Hidup, Bongkar Rahasia Keanekaragaman Hayati Biar Makin Seru

Sejumlah komentar bahkan mengkritik cara pihak sekolah dalam menangani insiden kerusakan fasilitas ini, menilai kurang bijaksana dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi sebagian orang tua.

“Sangat viral dan menjadi perhatian netizen, pasti akan ada yang menindaklanjuti, jangan sampai memberatkan wali murid yg tidak mampu, harusnya ada solusi terbaik.”tulis @agusmurdiyanto83

Di tengah ramainya perbincangan, muncul pernyataan dari guru wali kelas siswa yang bersangkutan.

Ia mengaku tidak mengetahui adanya instruksi atau permintaan penggantian meja dan kursi tersebut kepada orang tua murid.

Kontradiksi ini semakin menambah kebingungan dan pertanyaan di benak publik.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak bergerak cepat merespons viralnya kejadian ini dengan menyatakan akan segera melakukan investigasi mendalam untuk mengumpulkan fakta dan mendapatkan klarifikasi yang sebenarnya dari pihak sekolah.

Baca Juga: ASN Jakarta Harus Selfie untuk Laporan Dalam Aturan Wajib Naik Transportasi Umum di Hari Rabu!

Kekecewaan mendalam dirasakan oleh Arta Grace Monica, orang tua siswa yang lain, yang turut memberikan tanggapannya terkait kejadian ini.

Ia mempertanyakan regulasi dalam sistem pendidikan yang seolah-olah mewajibkan orang tua untuk menanggung biaya penggantian fasilitas sekolah yang rusak.

Baginya, hal ini menimbulkan beban finansial yang tidak sedikit, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Di sisi lain, wali kelas membenarkan adanya kerusakan meja dan kursi yang disebabkan oleh siswa, namun mekanisme penggantiannya menjadi polemik.

Kasus ini tidak hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga memicu diskusi yang lebih luas mengenai tanggung jawab sekolah dalam menyediakan dan memelihara fasilitas pendidikan yang memadai bagi siswa.

Pertanyaan mengenai transparansi penggunaan dana BOS dan efektivitas komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua murid juga menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Rumah Baru Pelayan ASN Gorontalo: Gedung UPSCPKP Diresmikan, Janji BKN Dekatkan Layanan dan Percepat Reformasi Birokrasi

Banyak pihak berharap agar kejadian serupa dapat menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan, mendorong pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam menjaga kondisi fasilitas dan mencari solusi yang lebih adil dan tidak memberatkan orang tua siswa.***