POJOKSATU.ID - Prestasi membanggakan datang dari dunia madrasah.
Salah satu siswi MAN Insan Cendekia (IC) Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil menembus ajang ilmiah internasional AICIS+ 2025.
Adalah Barliyana Liyantifa, siswi MAN IC OKI, yang karyanya lolos seleksi dan dipresentasikan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Minta Pemprov Jabar Juga Tangani Luapan Sungai Cisolok
Makalahnya berjudul “Compliance with the Principles of IHL in the Protection of Medical Facilities and Its Correlation with Mental Health Disorders among Palestinian Children: A Systematic Literature Review.”
Karyanya disejajarkan dengan hasil riset para dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional.
Fakta ini menarik perhatian Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, yang langsung menyambangi stan pameran MAN IC OKI.
Baca Juga: Banjir Surut di Jalur Hulu Semarang Tawang Alastua, Perjalanan KA Berangsur Normal
“Ini bukti bahwa madrasah punya potensi besar di bidang riset dan akademik,” kata Kamaruddin, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia mengaku bangga melihat semangat siswa madrasah yang mampu bersaing di level internasional.
Barliyana sendiri mengaku tak menyangka karyanya bisa lolos di ajang internasional itu.
Baca Juga: UIP Jawa Bagian Tengah Raih Award 2025 di Momen Hari Listrik Nasional ke-80
“Awalnya saya tidak menyangka bisa lolos. Ini pengalaman berharga dan memotivasi saya untuk terus meneliti serta membawa nama baik madrasah,” ujarnya.
Guru MAN IC OKI, Afryansyah, mengatakan keberhasilan Barliyana menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi.
“Kami mendukung penuh siswa dalam bidang yang mereka minati, kami berharap mereka bisa terus semangat belajar, berprestasi ke tingkat internasional,”tegasnya.
Pihak sekolah juga mendukung penuh keinginannya untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
Selain mengunjungi stan MAN IC OKI, Kamaruddin juga meninjau sejumlah stan inovasi madrasah dan PTKI di arena AICIS+.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Pastikan tak Ada Penggusuran Makam
Ia menilai banyak karya anak bangsa yang layak dikembangkan dan dihilirisasi.
“Banyak kreativitas dari siswa madrasah dan kampus Islam yang perlu dukungan penuh,” jelasnya.
Kamaruddin juga meminta jajaran Kemenag untuk menindaklanjuti temuan dan inovasi tersebut agar bermanfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Scaling Gigi Gratis dengan BPJS Kesehatan, Begini Cara dan Syarat Mendapatkannya
AICIS+ 2025 mengusung tema “Islam, Ecotheology, and Technological Transformation.”
Forum ini menjadi ruang pertemuan akademisi dan peneliti dari dalam maupun luar negeri untuk membahas inovasi Islam berkelanjutan.***




