POJOKSATU.id, SEKOLAH Rakyat di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 2 Lidah Wetan akan memulai pembelajaran perdana tahun ini. Sebanyak 150 kuota siswa SMA disediakan untuk masuk kampus tersebut.

Sekolah Rakyat Unesa sendiri telah siap melaksanakan sistem belajar mengajar. Ini ditandai dengan jajaran pimpinan kampus bermoto ‘Growing with Character’ itu menyambut Gubernur Jawa Timur, Khofhifah Indar Parawansa yang meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 2 Lidah Wetan, pada Jumat, 18 April 2025.

Dilansir dari laman resmi Unesa, kunjungan Khofhifah Indar Parawansa ini untuk memastikan kesiapan Unesa yang ditunjuk pemerintah sebagai salah satu pelaksana program Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

Baca Juga: Gadis Cantik Korban Pelecehan Dokter IGD di Malang Trauma 3 Tahun, Berani Bicara Usai Viral Kasus Garut

Lokasi yang ditinjau adalah Gedung Laboratorium Anti-Doping, yang sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, pusat kebugaran dan olahraga, pusat pengembangan seni-budaya, dan lain-lain.

Selain itu, juga meninjau Asrama Unesa yang nantinya akan dijadikan sebagai akomodasi peserta didik. Gubernur Jatim, Khofifah menyampaikan apresiasi atas keseriusan Unesa dalam mendukung penuh Sekolah Rakyat di Jatim.

“Fasilitas Unesa sangat memadai, baik dari aspek ruang belajar maupun asrama. Fasilitasnya ramah untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Ardhitya Yoga Pramantara, Dokter Umum di Malang Diduga Lecehkan Pasien Rawat Inap

Gubernur Jatim mengungkapkan bahwa Unesa terlihat menunjukkan keseriusan nesa dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berdampak.

“Saya optimistis anak-anak bisa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga dan seni-budaya. Ini penting untuk membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” tambahnya.

Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan menegaskan kesiapan Unesa dalam melaksanakan Sekolah Rakyat, terutama untuk jenjang sekolah menengah atas. Berbagai fasilitas yang dibutuhkan sudah disiapkan.

Baca Juga: Pendaftaran Jalur Mandiri USU 2025 Segera Dibuka! Cek Syarat, Jadwal, dan Biayanya

Ada sejumlah penciri Sekolah Rakyat di Unesa yaitu ramah disabilitas, unggulan di bidang seni-budaya, dan olahraga. “Dengan berbagai persiapan itu, Unesa siap menampung 150 siswa SMA pada Juli 2025 mendatang,” ucap Cak Hasan.

Agar konsep Sekolah Rakyat yang dikembangkan Unesa bisa dipahami jajaran Pemprov Jatim, tim Unesa akan mempresentasikan konsep sekolah tersebut dalam Rakor Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada Selasa, 29 April 2025.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi menyampaikan bahwa pembelajaran nanti berbasis nilai, karakter, dan keahlian atau kompetensi.

Baca Juga: Pekan Keempat MPL ID S15 BERAKHIR, Ini HASIL LENGKAP dan Klasemen, Robot Merah Bigetron GUNCANG SANG RAJA, Hierarki RRQ Hoshi TERBALIK, Cek LANJUTAN

Sehingga, peserta didik tidak hanya memiliki talenta atau prestasi terbaik, tetapi juga kompetensi dan karakter. Untuk peserta didik yang nantinya berprestasi akan diberikan beasiswa untuk kuliah di Unesa.

“Sistem Sekolah Rakyat di Unesa yaitu terintegrasi, holistik, dan berkelanjutan hingga ke perguruan tinggi atau industri. Sekolah Rakyat tahun pertama ini difokuskan di Kampus Lidah Wetan dulu. Nah, yang berikutnya akan dilaksanakan di Unesa Kampus Gedangan,” paparnya.

Seperti diketahui, Kampus berjuluk ‘Rumah Para Juara’ mendapat mandat dari pemerintah sebagai mitra pelaksana ‘Sekolah Rakyat’ di Jawa Timur yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Cak Hasan menyatakan siap mendukung dan menyukseskan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Baca Juga: PHK Massal Honorer di Deli Serdang Mulai Mei 2025, ini Alasannya! DPRD Desak Solusi Pemkab

“Kami sudah lakukan kajian dan menyiapkan semua kebutuhannya, baik sarana maupun prasaranannya (sarpras),” ujarnya.

Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) mengatakan lojasi sudah disurvei langsung oleh tim dari pusat pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sekolah Rakyat rencananya akan dipusatkan di Kampus 2 Lidah Wetan Surabaya.

Selain infrastruktur, Unesa juga memastikan semua kebutuhan pendukung sudah disiapkan, di antaranya. Pertama, asrama kampus yang diperlukan untuk para siswa atau murid yang belajar di Sekolah Rakyat.

Kedua, Sekolah Laboratorium atau Labschool. Unesa memiliki sekolah laboratorium dari jenjang PAUD—SMA atau SMK, yang didukung program sister school dengan jaringan kemitraan dalam dan luar negeri, yang tentunya bisa memperkuat implementasi Sekolah Rakyat di Unesa.

Baca Juga: Bela HAK PENDIDIKAN bagi Perempuan, Kartini Hanya Lulus SEKOLAH DASAR, Dipingit Ayahnya Tapi DIBUKAKAN CELAH ke Dunia Luar, Ini Jejak Pendidikannya

Ketiga, Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tenaga pendidik profesional yang dihasilkan Unesa melalui PPG bisa menjadi elemen penting dalam mendukung program pemerintah tersebut. Program ini juga diperkuat dengan SM3T atau Sarjana Mengajar di Daerah 3T.

Keempat, laboratorium merdeka dan ketersediaan SDM yang berkompeten di berbagai bidang. SDM Unesa dibekali dengan kemampuan mengajar atau mendidik anak berkebutuhan khusus atau disabilitas. Sehingga, sangat siap berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.

Kelima, fasilitas yang mendukung dari berbagai aspek, termasuk sport science center, pusat layanan disabilitas, pusat unggulan seni-budaya, hingga asrama, dan Klinik Pratama Unesa.

“Dengan berbagai kesiapan tersebut, Unesa siap membersamai pemerintah melaksanakan Sekolah Rakyat yang nantinya diharapkan menghasilkan lulusan yang kuat, cerdas intelektualnya, tangguh mentalnya dan karakternya,” ucap Cak Hasan.

Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini dirancang untuk mencetak agen perubahan dari keluarga miskin, untuk membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih sejahtera. ***