POJOKSATU.id - Kementerian Sosial (Kemensos) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. 

Pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas, tenaga pendidik, hingga sistem pendukung Sekolah Rakyat telah siap sebelum para siswa baru mulai belajar.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat dinas yang dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Kamis, 25 Juni 2026. 

Rapat memfokuskan pembahasan pada lima aspek utama, yakni kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan siswa, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, pelaksanaan MPLS, serta dukungan anggaran penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Prediksi Skor Kongo vs Uzbekistan, Preview, Susunan Pemain dan Bursa

Gus Ipul meminta seluruh satuan kerja memastikan seluruh kebutuhan dasar Sekolah Rakyat telah terpenuhi sebelum MPLS dimulai. 

Setiap perkembangan pembangunan sekolah hingga berbagai kebutuhan yang masih belum tersedia diminta dilaporkan secara rinci dan tertulis.

"Kita ingin memastikan tidak ada keterlambatan. Semua harus dipetakan sejak sekarang, mulai dari pembangunan, pengadaan, distribusi perlengkapan sekolah, sampai kebutuhan yang masih kurang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia juga mengingatkan agar potensi kendala segera dilaporkan sehingga dapat diselesaikan lebih awal. 

Dengan demikian, tidak ada persoalan yang baru diketahui ketika pelaksanaan MPLS sudah semakin dekat.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil OSN SD dan SMP Tingkat Kabupaten 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Nama Peserta Lolos OSN Provinsi

Pembangunan Sekolah Permanen Masih Berjalan

Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengungkapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini masih berlangsung di 93 titik. 

Hingga kini belum ada satu pun lokasi yang selesai sepenuhnya, meski sejumlah daerah telah menunjukkan progres pembangunan yang cukup pesat.

Lima daerah dengan perkembangan pembangunan terbaik saat ini berada di Medan, Surabaya, Gresik, Sampang, dan Bengkulu. 

Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi lokasi lain agar proses pembangunan dapat dipercepat.

Baca Juga: Polisi Jerat Taufik Hidayat dengan Tiga Pasal Berlapis Mulai Penyanderaan hingga Penganiayaan

Mengantisipasi perpindahan dari Sekolah Rakyat rintisan menuju gedung permanen, Gus Ipul meminta seluruh sentra dan balai Kemensos memberikan pendampingan selama masa transisi. 

Ia juga mengingatkan agar proses perpindahan dilakukan secara efisien tanpa pemborosan anggaran.

"Tolong dibantu masa transisi dari rintisan ke gedung permanen. Laporkan jika ada pengadaan. Jangan sampai membangun hal-hal yang tidak penting hanya demi mengejar penyerapan anggaran," tegasnya.

Seleksi Siswa Dilakukan Transparan

Selain pembangunan fisik, Kemensos juga mematangkan proses penetapan peserta didik, terutama di daerah yang jumlah pendaftarnya melebihi kuota yang tersedia.

Baca Juga: Pengumuman Seleksi Mandiri USU 2026 Hari Ini, Cek Link Hasil SMM Tahap 1 dan Simak Tahapan Daftar Ulang

Seleksi akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pemerintah daerah untuk memverifikasi data calon peserta didik. 

Langkah tersebut bertujuan memastikan siswa yang diterima benar-benar berasal dari keluarga dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi paling tinggi.

Menurut Gus Ipul, tingginya jumlah pendaftar menjadi bukti besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan bagi kelompok rentan.

"Kita melihat kebutuhan masyarakat sangat besar. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memperluas jangkauan program ke depan," tuturnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai alternatif agar anak-anak yang belum berhasil diterima tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. 

Evaluasi terhadap tingginya minat masyarakat akan menjadi dasar pengembangan Sekolah Rakyat pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Memanas! FORMASI Somasi Bupati, Wabup, dan Sekda Cirebon soal Koorwil Bidikcam

Guru Direkrut, MPLS Harus Ramah Anak

Pada sisi sumber daya manusia, Kemensos mempercepat proses rekrutmen guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan. 

Seluruh personel ditargetkan telah ditempatkan sebelum MPLS dimulai sehingga kegiatan belajar mengajar dapat langsung berjalan optimal.

Untuk pelaksanaan MPLS, Gus Ipul menegaskan seluruh kegiatan harus bersifat edukatif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kontroversi.

"Tujuan MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah dan membangun semangat belajar. Jangan ada kekerasan fisik maupun kegiatan yang memberatkan siswa," katanya.

Ia menambahkan banyak peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi rentan sehingga pendekatan selama MPLS harus dilakukan secara humanis agar siswa merasa nyaman sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

Baca Juga: Prediksi Skor Kolombia vs Portugal, Bursa dan Prakiraan Susunan Pemain

Taruna Kemhan Akan Dampingi Pembinaan Karakter

Dalam rapat tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut melaporkan hasil koordinasi lintas kementerian di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Ia menyampaikan Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kerapian siswa Sekolah Rakyat.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertahanan akan menugaskan lima taruna di setiap Sekolah Rakyat untuk mendukung program pembinaan karakter peserta didik.

Sekitar 1.000 taruna dijadwalkan mulai diberangkatkan pada awal Agustus 2026 dan akan bertugas selama kurang lebih satu pekan di sekolah-sekolah tersebut.

"Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat. Karena itu, Kementerian Pertahanan akan membantu melalui penugasan taruna," ujar Agus Jabo.

Kemensos menargetkan seluruh Sekolah Rakyat telah siap melaksanakan MPLS pada 14 Juli 2026. ***