POJOKSATU.id, JAKARTA— Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengadakan silaturahmi dan dialog dengan orangtua serta calon siswa Sekolah Rakyat di Sentra Handayani di Jakarta, Minggu (29/6).
Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat akan beroperasi mulai 14 Juli 2025 di 100 titik di Indonesia dengan total siswa 9.755 orang.
Mensos Saifullah turut mengundang Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya dalam pertemuan itu.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Penangkapan Topan Ginting, Kadis PUPR Sumut Jadi Tersangka OTT KPK
Secara nasional, Sekolah Rakyat tahap awal mencakup 395 rombongan belajar di berbagai jenjang (SD, SMP, dan SMA), tersebar di 100 titik.
Pulau Jawa menjadi wilayah terbanyak dengan 48 lokasi, disusul Sumatera sebanyak 22 lokasi, Sulawesi sebanyak 15 lokasi, Bali-Nusatenggara-Kalimantan dan Maluku masing-masing 4 lokasi, serta Papua 3 lokasi.
Menurut Mensos Saifullah, selain pendidikan, orangtua siswa juga akan dilibatkan dalam program pemberdayaan ekonomi dan perbaikan rumah tinggal.
Baca Juga: Beredar Video Topan Ginting Marah-marah Saat Sidak Aset PUPR Sumut, Umar PKB: Gayamu Sok Bersih
Jumlah itu akan bertambah menjadi lebih dari 20 ribu siswa seiring pembukaan tahap kedua, dengan dukungan 2.180 guru dan 4.069 tenaga kependidikan.
Sekolah Rakyat Handayani
Sekolah Rakyat Handayani dijadwalkan memulai tahun ajaran pada 14 Juli 2025 dengan tiga rombongan belajar jenjang SMP.
Total terdapat 75 siswa, terdiri dari 35 laki-laki dan 40 perempuan, berasal dari keluarga desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).
Progres pembangunan fisik sekolah telah mencapai 88,81 persen, dengan realisasi pekerjaan 92,63 persen, menyisakan waktu 9 hari hingga tuntas.
Fasilitas utama yang disiapkan meliputi asrama putra dan putri, gedung sekolah, kantor guru, ruang makan, rumah guru, toilet ramah disabilitas, hingga lapangan basket.
Selain di Sentra Handayani, Sekolah Rakyat di wilayah DKI Jakarta juga dibuka di dua titik lainnya, yakni Sentra Mulya Jaya dan Pusdiklat Margaguna.
“Sekolah Rakyat segera hadir di 2025. Dirancang untuk anak-anak dari keluarga miskin, agar mereka bisa belajar, tumbuh, dan meraih masa depan cerah. Karena setiap anak berhak atas kesempatan yang sama. Mari putus rantai kemiskinan lewat pendidikan,” kata Kemensos melalui akun X, Senin (30/6).***




