POJOKSATU.id – Program Sekolah Rakyat terus berinovasi. Kali ini, kolaborasi Kementerian Sosial dan Kementerian Perhubungan melahirkan terobosan baru berupa penyediaan 28 unit bus sekolah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, pengadaan bus tersebut dialokasikan dalam tahun anggaran 2025 untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat.
Dua unit di antaranya sudah disiapkan untuk wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena kendala jarak atau keterbatasan sarana transportasi. Sinergi ini akan mempercepat terwujudnya akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Dudy.
Baca Juga: Pertamina Regional JBB Dorong Pola Asuh Positif Lewat Program PELITA GARBATERA di Indramayu
Ia menegaskan, transportasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga instrumen pemerataan kesempatan.
“Kita tidak hanya membangun jalan atau menyediakan kendaraan, tetapi juga membuka jalur kesempatan bagi anak-anak bangsa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menambahkan bahwa bus sekolah ini memiliki makna lebih dari sekadar alat transportasi.
“Bus ini membawa anak-anak dari rumah sederhana menuju gerbang ilmu, dari perbatasan menuju ruang kesempatan,” tuturnya.
Baca Juga: Akhirnya Cair! Guru di 39 Daerah Terima TPG Triwulan III, Ini Jadwal Gelombang Berikutnya
Menurut Gus Ipul, sinergi antara Kemenhub dan Kemensos mencerminkan bentuk nyata pembangunan sosial dan transportasi yang berjalan seiring.
“Transportasi adalah tulang punggung mobilitas manusia, sedangkan kerja sosial adalah tulang punggung kemanusiaan.
Ketika keduanya disatukan, keadilan sosial bergerak nyata dalam kehidupan masyarakat kecil,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang setara, terutama bagi anak-anak di wilayah terpencil dan kurang terlayani.
Baca Juga: Akhirnya Cair! Guru di 39 Daerah Terima TPG Triwulan III, Ini Jadwal Gelombang Berikutnya
Di ujungnya, program bus sekolah ini bukan hanya soal perjalanan fisik, tapi perjalanan menuju masa depan yang lebih adil dan penuh harapan bagi generasi penerus bangsa. ***




