POJOKSATU.id - Universitas Katolik De La Salle Manado lahir sebagai bentuk kepedulian Keuskupan Manado di tengah krisis moneter Indonesia tahun 1997, dengan visi membangun pendidikan tinggi yang berkualitas.

Gagasan ini dicetuskan oleh Uskup Manado, Mgr. Joseph Suwatan, yang melihat pendidikan sebagai jalan penting untuk menguatkan masa depan bangsa.

Pendirian universitas ini kemudian bekerja sama dengan para Bruder De La Salle dari Filipina, sebuah kongregasi pendidikan yang memiliki sejarah panjang sejak tahun 1680 di Rheims, Perancis.

Baca Juga: Massa Minta Presiden Evaluasi Menhan Sjafrie Terkait Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Nama De La Salle sendiri diambil dari Santo Johanes Baptist De La Salle, pendiri Bruder Sekolah Kristen yang dikenal dengan dedikasinya di dunia pendidikan.

Nilai dasar universitas ini dirangkum dalam motto Religio (Iman), Mores (Moral), dan Cultura (Budaya), yang menjadi fondasi dalam membentuk mahasiswa yang beriman, bermoral, dan menjunjung tinggi budaya.

Spirit ini menjadi identitas utama yang terus dijaga hingga saat ini.

Universitas Katolik De La Salle Manado resmi berdiri pada 7 Agustus 2000 melalui SK Menteri Pendidikan Nomor 123/D/O/2000 dengan lima fakultas awal dan sepuluh program studi.

Baca Juga: May Day Hari Ini, 12 Kereta Api Jarak Jauh Berakhir di Stasiun Jatinegara

Perkembangannya terus berlanjut dengan penambahan Fakultas Keperawatan pada tahun 2003 yang memperkuat bidang kesehatan.

Pada awal operasionalnya, kampus ini berlokasi di Kampus Kanaka, Jalan Walanda Maramis, Manado, yang dulunya merupakan gedung bioskop milik Keuskupan.

Namun seiring meningkatnya jumlah mahasiswa, pada Oktober 2002 kampus dipindahkan ke lokasi baru di perbukitan Kombos yang kini dikenal sebagai Kampus Biru.

Peresmian kampus baru tersebut dilakukan pada 30 November 2002 oleh Uskup Manado bersama Gubernur Sulawesi Utara saat itu.

Baca Juga: Dukung Kemandirian Energi, KAI Operasikan Seluruh Lokomotif dengan Biosolar B40 dan Siap Menuju B50

Lokasi ini menjadi pusat pengembangan akademik yang lebih luas dengan dukungan fasilitas yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Perjalanan kepemimpinan universitas juga diisi oleh sejumlah rektor yang membawa arah perkembangan berbeda, mulai dari Dr. Johanis Ohoitimur hingga para penerusnya yang memperkuat sistem akademik dan kerja sama internasional.

Salah satu program unggulan yang terus berjalan adalah Pre College English Course (PCEC) untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa baru.

Baca Juga: Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Penyebab Kecelakaan Bekasi Baru Kerja dan Minim Pelatihan

Hingga kini, Universitas Katolik De La Salle Manado terus berkembang sebagai kampus yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan dukungan tenaga pengajar berkompetensi internasional serta kerja sama global, kampus ini terus bergerak menuju reputasi sebagai universitas yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

Di tengah perjalanan panjangnya, kampus ini bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai hidup.

Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa pendidikan selalu lahir dari kepedulian, tumbuh dari kerja sama, dan bertahan karena harapan yang tidak pernah padam.***