POJOKSATU.id - Universitas HKBP Nommensen menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Kampus yang dikenal luas dengan nama UHN ini lahir dari semangat pelayanan pendidikan yang digagas dalam lingkungan Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP.

Gagasan pendirian universitas pertama kali muncul dalam Sinode Agung HKBP tahun 1952.

Baca Juga: Harumkan Nama Indonesia, Siswa SMPN 2 Mataram Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Inggris di Singapura

Saat itu, muncul dorongan kuat dari masyarakat agar HKBP menghadirkan perguruan tinggi sebagai bagian dari pelayanan dan pengembangan sumber daya manusia.

Usulan tersebut kemudian diterima oleh Sinode Agung dan dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Universitas yang diberi masa kerja selama satu tahun.

Pada Sinode Agung tahun 1953, panitia melaporkan hasil persiapan yang kemudian disahkan secara resmi.

Baca Juga: Memang Benar Ferdy Sambo Kuliah S2 dari Lapas Cibinong, Begini Kata Kementerian Imipas

Selama proses tersebut, panitia bekerja menyiapkan berbagai kebutuhan kampus, mulai dari gedung kuliah hingga tempat tinggal tenaga pengajar.

Kompleks universitas akhirnya dibangun di bekas Kompleks Rumah Sakit Pantoan milik Marjanji Estate Pematang Siantar yang dibeli setelah masa konsesinya berakhir.

Momentum penting itu akhirnya tiba pada 7 Oktober 1954, tepat di peringatan ulang tahun HKBP ke-73.

Baca Juga: Beasiswa SCG Sharing The Dream 2026 Resmi Dibuka, Cair hingga Rp8 Juta dan Ada Dana Proyek Rp15 Juta

Pada hari itulah Universitas HKBP Nommensen resmi dibuka untuk umum.

Di awal berdirinya, universitas ini memiliki tiga fakultas utama.

Fakultas Hukum menjadi salah satu fakultas pertama dengan jumlah mahasiswa sebanyak 18 orang.

Namun karena keterbatasan tenaga dosen, fakultas tersebut sempat ditutup pada tahun 1955.

Baca Juga: Usai Dituntut 18 Tahun Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Jalani Operasi Fistula Perianal

Meski begitu, kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan hukum tetap tinggi hingga akhirnya Fakultas Hukum kembali dibuka pada tahun 1980 di kampus Medan.

Selain itu, terdapat Fakultas Ekonomi dengan 16 mahasiswa serta Fakultas Theologia yang saat itu hanya memiliki dua mahasiswa.

Perjalanan Fakultas Theologia kemudian berkembang tersendiri.

Pada tahun 1978, berdasarkan keputusan Sinode Godang, fakultas tersebut berdiri mandiri dan langsung diasuh pimpinan HKBP sebagai Sekolah Tinggi Theologia.

Baca Juga: Viral LCC 4 Pilar MPR RI, MC Shindy Lutfiana Kena Imbas, Wedding Planner Putus Hubungan Kerja

Seiring waktu, Universitas HKBP Nommensen terus berkembang dengan membuka berbagai fakultas baru.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dibuka pada tahun 1961, lalu FKIP pada 1962.

Selanjutnya hadir Fakultas Teknik tahun 1975, Fakultas Peternakan tahun 1976, serta Fakultas Pertanian pada 1984.

Tak berhenti di situ, universitas ini juga memperluas bidang keilmuan dengan membuka Fakultas Bahasa dan Seni pada 1987 dan Fakultas Psikologi pada 2001.

Untuk jenjang pendidikan lanjutan, Program Pascasarjana resmi dibuka pada tahun 2003.

Baca Juga: Rabu Berkah TP PKK Jambi, Hesti Haris Hadirkan Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Perjalanan panjang Universitas HKBP Nommensen menunjukkan bagaimana sebuah gagasan pelayanan pendidikan mampu tumbuh menjadi institusi besar yang berpengaruh bagi masyarakat.

Dari ruang kuliah sederhana hingga berkembang menjadi kampus dengan berbagai disiplin ilmu, UHN menjadi bukti bahwa pendidikan lahir dari cita-cita besar untuk membangun generasi yang lebih maju.***