POJOKSATU.id - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomenal alam semesta yang terjadi.

Di Fase C ini peserta didik dapat mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, memanfaatkan ragam energi dan gaya untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dan pergerakannya untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi di sekitarnya.

Berdasarkan pemahamannya terhadap sistem tubuh makhluk hidup dan keterkaitannya dengan lingkungan, pelajar dapat menerapkan perilaku hidup sehat.

Berikut merupakan matriks tujuan pembelajaran dan ringkasan materi mengenai Sel yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPA kelas 8 Kurikulum Merdeka bab 1 semester 1.

Baca Juga: 4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Guru dalam Proses Pencairan TPG Triwulan 4 Tahun 2025!

# Bab I: Sel

# Tujuan Pembelajaran

1. Sel dan Mikroskop

Peserta didik mampu mendeskripsikan sel.

Peserta didik mampu membandingkan perbesaran dan resolusi gambar pada mikroskop.

Peserta didik mampu membuat purwarupa mikroskop sederhana.

2. ⁠Sel Hewan dan Tumbuhan

Peserta didik mampu menganalisis perbedaan sel hewan dan tumbuhan.

Peserta didik mampu membuat model sel.

Baca Juga: Libur Nataru Dapat Potongan Harga 30 persen, Ini Daftar Keretanya

3. ⁠Spesialisasi Sel

Peserta didik mampu mendeskripsikan tentang spesialisasi sel.

Peserta didik mampu mendeskripsikan proses diferensiasi sel.

4. ⁠Artikel terkait: Sel
punca

Peserta didik mampu mengumpulkan informasi mengenai sel punca dan peranannya dalam menyembuhkan penyakit yang sulit disembuhkan.

# Pengertian Sel dan Teori Sel

Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.

Semua makhluk hidup, mulai dari bakteri hingga manusia, tersusun atas sel.

Sebagian organisme hanya memiliki satu sel (uniseluler), seperti
Amoeba dan bakteri, sementara yang lain terdiri dari banyak sel (multiseluler) yang membentuk jaringan, organ, hingga sistem organ.

Pemahaman tentang sel berkembang melalui teori sel, yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup tersusun atas satu atau lebih sel.

Baca Juga: Pengawasan Penyaluran LPG 3 Kg di Tangsel, Pertamina Regional JBB Pastikan Stok Aman Jelang Nataru

Sel merupakan unit terkecil dari kehidupan.

Sel baru berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya.

Teori ini menjadi dasar biologi modern dan membantu menjelaskan bahwa seluruh proses kehidupan, mulai dari metabolisme, pertumbuhan, hingga reproduksi terjadi di dalam sel.

# Penemuan Sel dan Mikroskop

Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 ketika ia mengamati irisan tipis gabus menggunakan mikroskop sederhana.

Ia melihat rongga-rongga kecil yang kemudian diberinya nama cell atau sel.

Penemuan ini menjadi awal berkembangnya dunia biologi mikroskopis.

Seiring waktu, mikroskop menjadi lebih canggih sehingga ilmuwan mampu mengamati struktur sel dengan lebih detail.

Untuk melihat sel dengan jelas, digunakan perbesaran mikroskop yang merupakan hasil perkalian antara perbesaran lensa objektif dan lensa okuler.

Pemahaman ini penting agar siswa mampu mengukur tingkat pembesaran saat mengamati sel tumbuhan, sel hewan, atau organisme mikroskopis lainnya.

Baca Juga: Viral Tanggul Pantai Mutiara Bocor, Warga Cemas Air Laut Merembes ke Permukiman

# Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel hewan dan sel tumbuhan sama-sama merupakan sel eukariotik karena memiliki membran inti.

Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan penting yang berkaitan dengan fungsi dan lingkungan tempat organisme tersebut hidup.

Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kuat, kloroplas untuk fotosintesis, serta vakuola besar untuk menyimpan air dan menjaga tekanan turgor.

Sementara itu, sel hewan tidak memiliki dinding sel maupun kloroplas, tetapi memiliki sentriol yang berperan dalam pembelahan sel serta vakuola yang lebih kecil.

Perbedaan ini mencerminkan adaptasi tumbuhan dan hewan terhadap kebutuhan hidup mereka masing-masing.

# Spesialisasi dan Diferensiasi Sel

Baca Juga: Kasasi Ditolak MA, Mario Dandy Wajib Bayar Denda Rp 1 Miliar dalam Kasus Pencabulan

Pada organisme multiseluler, sel tidak hanya berfungsi sebagai unit dasar, tetapi juga mengalami proses spesialisasi.

Spesialisasi adalah proses ketika sel berkembang untuk menjalankan fungsi tertentu.

Misalnya, sel saraf dirancang untuk menghantarkan impuls listrik, sedangkan sel otot dirancang untuk berkontraksi.

Spesialisasi ini terjadi melalui diferensiasi sel, yaitu perubahan bentuk dan fungsi sel dari kondisi awal (belum terspesialisasi) menjadi sel yang memiliki tugas tertentu.

Diferensiasi inilah yang membuat organisme dapat membentuk jaringan seperti jaringan epitel, otot, atau saraf, yang kemudian bekerja sama membentuk organ dan sistem organ.

# Sel Punca dan Peranannya dalam Penyembuhan

Sel punca atau stem cell adalah sel yang belum terdiferensiasi dan memiliki kemampuan memperbarui diri serta berubah menjadi berbagai jenis sel.

Karena sifat ini, sel punca dipandang sebagai terobosan besar dalam dunia kedokteran.

Baca Juga: Tahun 2026 Ada Tunjangan Baru Bagi Guru ASN? Begini Informasi dari Nunuk Suryani

Dalam pengobatan modern, sel punca digunakan untuk memperbaiki jaringan yang rusak, seperti pada penyakit jantung, diabetes, atau kerusakan saraf.

Penelitian mengenai sel punca terus berkembang karena berpotensi menjadi solusi berbagai penyakit yang sulit disembuhkan.

Pemahaman tentang sel punca juga membantu siswa mengerti bagaimana biologi modern berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup manusia.

# Cara Sel Bekerja Menyusun Organisme

Pada organisme multiseluler, sel bekerja sama secara terstruktur.

Kumpulan sel yang memiliki fungsi serupa membentuk jaringan, jaringan kemudian menyusun organ, dan beberapa organ bekerja bersama sebagai sistem organ.

Misalnya, sel otot membentuk jaringan otot, jaringan otot menjadi bagian penting dari organ jantung.

Baca Juga: Tahun 2026 Ada Tunjangan Baru Bagi Guru ASN? Begini Informasi dari Nunuk Suryani

Kemudian jantung bekerja bersama pembuluh darah sebagai sistem peredaran darah.

Keseluruhan proses ini dikendalikan oleh DNA yang berada di inti sel.

DNA mengatur pertumbuhan, perbaikan, dan tugas setiap sel di dalam tubuh.

Dengan demikian, memahami sel berarti memahami dasar pembentukan organisme itu sendiri.

# Keterampilan Inkuiri, Pengamatan Sel dan Model Sel

Dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka, peserta didik didorong untuk melakukan penyelidikan ilmiah melalui berbagai kegiatan.

Seperti membuat model sel, mengamati sel tumbuhan dari epidermis bawang, atau mengamati organisme mikroskopis menggunakan mikroskop.

Pengalaman ini membantu peserta didik memahami struktur sel secara langsung dan menghubungkannya dengan konsep yang dipelajari.

Selain itu, peserta didik juga diperkenalkan pada penemuan ilmiah modern seperti sel punca.

Karena itu, mereka dapat melihat bagaimana sains berkembang dan memberikan manfaat dalam kehidupan nyata.

Baca Juga: UMR Ternyata Sudah Dibahas Sejak 1960-an, Ini Fakta Sejarah yang Jarang Diungkap!


Sel adalah unit dasar kehidupan yang memiliki struktur dan fungsi tertentu.

Penemuan sel melalui mikroskop membuka pemahaman ilmiah mengenai bagaimana organisme tersusun dan bekerja.

Sel hewan dan tumbuhan memiliki perbedaan penting sesuai fungsi masing-masing.

Proses spesialisasi dan diferensiasi sel memungkinkan terbentuknya jaringan, organ, dan sistem organ.

Penelitian sel punca memberikan harapan baru dalam dunia medis.

Melalui kegiatan penyelidikan seperti pengamatan sel dan pembuatan model, peserta didik memperoleh pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman konsep biologi sel.

Pelajarilah dengan baik ringkasan materi tersebut supaya lebih memahami materi mengenai Gaya dan Gerak.

Jangan ragu untuk bertanya pada guru jika ada hal yang belum dipahami.***