POJOKSATU.id - Isu TPG dibayar per bulan kembali ramai diperbincangkan di kalangan guru dan operator sekolah.
Banyak yang antusias, tetapi tak sedikit pula yang bingung karena hingga saat ini juknis resmi belum diterbitkan pemerintah.
Di tengah ketidakpastian itu, satu pesan yang terus ditekankan dari berbagai kanal resmi adalah pentingnya data Dapodik yang bersih, rapi, dan valid.
Baca Juga: Bencana Hampir Seribu Korban, Pemerintah Masih Pungut Pajak dari Bantuan Luar Negeri?
Sebab, apa pun skema pencairan TPG nantinya, Dapodik tetap menjadi fondasi utama penilaian hak tunjangan guru.
Alih-alih terjebak rumor soal sinkron bulanan atau validasi mendadak, guru dan OPS justru diminta fokus pada langkah-langkah yang sudah pasti dan bisa dilakukan sejak sekarang.
Tahap awal yang perlu dipahami adalah bahwa hingga saat ini belum ada ketentuan resmi yang mewajibkan sinkronisasi Dapodik setiap bulan untuk TPG.
Baca Juga: Warga Pesisir Cirebon Gelar Seni Budaya
Pemerintah masih menyiapkan mekanisme dan skema yang paling memungkinkan diterapkan secara nasional.
Karena itu, langkah paling aman adalah memastikan seluruh data semester genap 2025/2026 benar sejak awal, agar tidak menimbulkan masalah ketika sistem baru diberlakukan.
Langkah pertama yang harus dilakukan OPS dan guru adalah memantau rilis resmi aplikasi Dapodik Semester Genap 2025/2026.
Informasi resmi dari Kemendikdasmen menjadi satu-satunya rujukan, bukan kabar dari grup atau potongan pesan berantai.
Rilis Dapodik biasanya membawa penyesuaian penting yang berkaitan langsung dengan validasi pembelajaran dan jam mengajar.
Setelah rilis, aplikasi Dapodik wajib segera diperbarui ke versi terbaru.
Pembaruan ini tidak sekadar teknis, tetapi sering kali menyertakan perbaikan bug dan penyesuaian kebutuhan kebijakan terbaru.
Menggunakan versi lama berisiko menimbulkan error data yang berdampak panjang pada Info GTK dan proses validasi TPG.
Langkah berikutnya adalah menarik data sesuai semester yang benar.
Kesalahan memilih periode semester dapat membuat data pembelajaran tidak terbaca dengan benar oleh sistem pusat.
Ini sering menjadi penyebab mengapa jam mengajar guru tiba-tiba tidak linier atau tidak diakui saat validasi.
Setelah itu, fokus utama adalah merapikan seluruh data.
Data guru, rombel, siswa, pembelajaran, jabatan, hingga tugas tambahan harus dicek satu per satu.
Pada fase ini, ketelitian jauh lebih penting daripada kecepatan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Dua Megathrust Siaga Pecah, Tsunami Bisa Capai 20 Meter
Data yang rapi sejak awal akan jauh lebih aman dibanding memperbaiki di tengah jalan saat validasi sudah berjalan.
OPS juga dianjurkan untuk mencetak profil sekolah dan pembelajaran guru.
Langkah ini sederhana, tetapi sangat efektif untuk melihat apakah relasi antara sekolah, guru, rombel, dan pembelajaran sudah saling terhubung dengan benar.
Banyak masalah justru baru terlihat jelas ketika data dicermati dalam bentuk profil cetak.
Pengecekan siswa di setiap rombel juga tidak boleh diabaikan.
Pastikan tidak ada siswa ganda, siswa hilang, atau rombel yang kelebihan atau kekurangan anggota.
Baca Juga: Bandung Zoo Sekarat! Satwa Terancam Kelaparan, Karyawan Turun ke Jalan Minta Donasi
Ketidaksesuaian data siswa bisa berdampak langsung pada validasi pembelajaran guru.
Yang tak kalah penting, guru perlu dilibatkan secara aktif.
OPS dianjurkan mengajak guru membuka profil masing-masing melalui localhost Dapodik.
Dengan cara ini, guru bisa ikut memastikan data pribadinya, pembelajaran, dan jam mengajarnya sudah benar.
Baca Juga: Mau Mengendarai Mobil dengan Aman? Simak Tips Belajar Berkendara untuk Pemula di Sini
Validasi akan jauh lebih kuat jika dilakukan bersama, bukan hanya dibebankan pada operator.
Guru juga perlu mengecek pembelajaran mereka sendiri, mulai dari mata pelajaran, rombel, jumlah jam, hingga tugas tambahan. Kesalahan kecil di sini bisa berdampak besar ketika sistem TPG membaca data secara otomatis.
Setelah semua langkah tersebut dipastikan benar dan tidak ada lagi data yang meragukan, barulah sinkronisasi Dapodik dilakukan.
Sinkronisasi yang dilakukan dalam kondisi data bersih jauh lebih aman dan meminimalkan risiko koreksi ulang.
Penutupnya, rencana TPG per bulan memang masih dalam tahap persiapan.
Namun satu hal yang sudah pasti, data Dapodik yang valid adalah syarat utama apa pun skema yang akan diterapkan pemerintah.
Guru dan OPS yang menyiapkan data sejak sekarang akan berada di posisi paling aman ketika kebijakan resmi diumumkan.
Di tengah ketidakpastian juknis, langkah paling bijak adalah memastikan hal-hal yang bisa dikendalikan benar-benar sudah beres.***




