POJOKSATU.id — Masalah kesehatan mental ternyata sangat umum terjadi dan bisa dialami siapa saja.

Secara global, satu dari delapan orang mengalami gangguan mental setiap tahun.

Berbagai gangguan kesehatan mental mempengaruhi tiap individu secara berbeda, mulai dari yang ringan hingga berat dan berdampak pada aktivitas utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan layanan kesehatan mental yang mudah diakses masyarakat.

Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta kini tengah memperluas jangkauan layanan kesehatan mental untuk seluruh warga ibu kota.

Baca Juga: Hidup Mati

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan pihaknya menargetkan semua Puskesmas kecamatan memiliki layanan psikolog.

“Sampai dengan saat ini, kita punya 28 Puskesmas yang ada psikolognya.

Lalu, untuk tahun 2025, Puskesmas yang sudah menganggarkan untuk psikolog sebanyak 44 Puskesmas di tingkat kecamatan,” ujarnya pada Selasa (7/10/2025).

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga berencana membuka layanan konsultasi daring dengan psikolog melalui aplikasi yang bisa diakses warga secara gratis.

Menurut Ani, layanan berbasis aplikasi ini akan mempermudah masyarakat yang mengalami kondisi darurat kesehatan mental atau belum mengetahui alur layanan psikolog di Puskesmas.

“Dari aplikasinya nanti terhubung langsung ke layanan gawat darurat psikiatri.

Baca Juga: DIRJEN GTK Nunuk Suryani Beri Bocoran Pelaksanaan PPG Prajabatan Tahun 2025, CEK Infonya!

Akan ada ambulans yang membantu mengevakuasi pasien ke rumah sakit dengan layanan psikiatri, dengan pusat rujukan di RSKD Duren Sawit,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 28 Puskesmas yang sudah memiliki layanan psikolog, di antaranya:

Puskesmas Kecamatan Gambir
Puskesmas Kecamatan Menteng
Puskesmas Kecamatan Sawah Besar
Puskesmas Kecamatan Senen
Puskesmas Kecamatan Tanah Abang
Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara
Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara
Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat
Puskesmas Kecamatan Tambora, Jakarta Barat
Puskesmas Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat
Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat
Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan
Puskesmas Kecamatan Matraman, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur
Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta Timur
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa remaja usia 15-24 tahun menjadi kelompok dengan gejala depresi tertinggi.

Sebanyak 1 persen mengalami depresi, 3,7 persen mengalami kecemasan, 0,9 persen mengalami post traumatic syndrome disorder (PTSD), dan 0,5 persen mengalami attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD).


Upaya Dinkes DKI ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.

Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental bisa terus meningkat di seluruh lapisan warga Jakarta. ***