POJOKSATU.id - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khladun Bogor, menggelar kegiatan doa bersama untuk Palestina. Ratusan mahasiswa dan dosen kerap hadir untuk meramaikan.

Secara bergantian para dosen dan mahasiswa menyampaikan orasi serta menyuarakan protesnya, terhadap serangan bengis yang dilakukan Israel kepada masyarakat Palestina.

Kegiatan doa bersama untuk Palestina ,yang diselenggarakan pada Rabu (25/10/2023) itu, terasa sangat haru saat perwakilan mahasiswa FAI UIKA menampilkan teatrikal yang menggambarkan kebengisan Zionis Israel kepada Palestina.

Hampir seluruh hadirin baik dosen maupun mahasiswa tak sanggup untuk menahan air matanya.

Baca Juga: Masya Allah, 80 Mahasiswa UIKA Bogor Kompak Khatam Quran Saat Maulid Nabi, Air Mata Menetes Pas Baca Shalawat

Para mahasiswa yang terlibat dalam penampilan teatrikal itu, juga dilengkapi dengan kostum yang menggambarkan karakter masing masing.

Misalnya karakter tentara Israel, membawa senapan panjang (Mainan), dan berbusana serba hitam.

Karakter warga Palestina, menggunakan baju serba putih, dan selendang Palestina.

Latar suasana dibuat mencekam dengan penambahan bacgsound.

Seorang mahasiswi Smester 5 Prodi PAI Abil, menuturkan dirinya merasa tidak sangup, untuk mengeluarkan sepatah katapun, selama kegiatan doa bersama berlangsung.

Air matanya terus menetes, terlebih saat penampilan treatrikal.

“Dari dimulainya kegiatan saya gabisa berkata apa apa, biasanya kalau acara-acara kaya gini saya gapernah mengikutinya sampai akhir, tapi ini gatau kenapa suasananya sedih banget, apalagi pas penampilan teatrikal, ga sadar aja, air mata tiba tiba netes, bener-bener kerasa banget cerita yang dibawainnya”. Tutur Abil.

Baca Juga: Kontroversi Viral: Mahasiswi UIKA Dilecehkan Dosen, Panggilan untuk Perubahan Wibawa Pendidikan Tinggi

Kegiatan doa bersama untuk Palestina itu diselenggarakan dilapangan basket depan FAI UIKA. Kompak menggunakan busana serba putih.

Meskipun kegiatan diselenggarakan dibawah terik matahari, namun tidak menyurutkan semangat mahasiswa dan dosen untuk menyatukan doa yang dipanjatkan.

Dekan FAI UIKA, Kholil Nawawi menjelaskan, kegiatan doa bersama untuk palestina ini, sengaja kami laksanakan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap saudara-saudara sesama muslim di Palestina yang tengah menderita.

“Kegiatan ini secara sengaja kami laksanakan, bahkan saya mengintruksikan kepada seluruh dosen untuk memindahkan perkuliahan jam ke dua, ke lapangan. Dan kami berkumpul di lapangan pukul 10.30 WIB.” Jelas Kholil

Kholil juga menjelaskan kegiatan ini sebagai bukti keberpihakan FAI UIKA, terhadap saudara saudara muslim di Palestina, sehingga dalam rangkaian kegiatannya pun dilengkapi dengan pengumpulan donasi.

Baca Juga: Berslogan Kampus Bertauhid, Universitas Djuanda Bogor Tawarkan Beasiswa Khusus Penghafal Al-Qur'an

“Kami berorasi dan mengumpulkan donasi yang selanjutnya akan disalurkan ke Palestina melalui lembaga-lembaga resmi,” lanjut Kholil.

Kegiatan doa bersama untuk Palestina ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap Civitas Akademik dan seluruh mahasiswa FAI UIKA, yang dipimpin oleh Ketua Bem FAI.

Terdapat 5 point yang disampaikan, di antaranya,

1. Turut berduka cita dan keperihatinan yang mendalam atas terjadinya konflik antara kedua negara yaitu Israel dan Palestina, yang telah telah menewaskan ribuan korban jiwa serta belasan ribu warga sipil terluka dan berbagai dampak, kerusakan yang ditimbulkan.

2. Mengecam secara tegas bahwa yang dilakukan penjajah Israel atas rakyat Palestina dengan mengusir, menawan, menghancurkan, membantai, dan menyengsarakan rakyat sipil di Jalur Gaza dan wilayah-wilayah lainnya di Palestina, adalah praktik genosida, pembantaian secara massal, baik secara fisik maupun budaya.

Baca Juga: Palestina Hilang dari Google Maps? Menggali Fakta di Balik Tudingan

3. Mengutuk dengan tegas atas terjadinya serangan rudal ke Rumah Sakit Baptis Al Ahli di Gaza, karena hal itu sudah jelas dan nyata telah melangggar hukum humaniter internasional.

4. Mendukung pemerintah Republik Indonesia untuk terus mendorong negara-negara dunia agar bersatu dalam menghentikan penjajahan dan kekejaman yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan di seluruh wilayah Palestina.

5. Menuntut organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), untuk bersikap tegas, dalam upaya menghentikan kekejaman dan agresi penjajah Israel di Palestina.

Ketua Bem FAI, Rifki, berharap warga Palestina diberikan kekuatan untuk menghadapi berbagai macam kesulitan, dan cobaan yang sedang menimpanya.

Dirinya juga kerap menyampaikan agar seluruh ummat muslim di Indonesia untuk terus memanjatkan doa yang dikhususkan untuk saudara muslim di Palestina.***