POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi memperbarui Rapor Pendidikan dengan memuat Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025.

Pembaruan ini memperkuat fungsi Rapor Pendidikan sebagai salah satu instrumen utama dalam perencanaan berbasis bukti, baik di tingkat satuan pendidikan maupun pemerintah daerah.

Rapor Pendidikan kini menghadirkan potret mutu layanan pendidikan yang lebih komprehensif dan holistik. 

Baca Juga: Mudik Lebih Awal dan Sinergi Lintas Instansi Jadi Strategi Kelancaran Arus Mudik Tahun Ini!

Data yang disajikan mencakup capaian hasil belajar, kualitas proses pembelajaran, lingkungan belajar, hingga berbagai indikator pendukung yang berpengaruh terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pembaruan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya refleksi dan pengambilan keputusan berbasis data di seluruh ekosistem pendidikan.

“Rapor Pendidikan yang telah diperbarui dengan Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025 memberikan gambaran yang lebih presisi mengenai posisi capaian setiap satuan pendidikan dan daerah," ujar Toni.

Disebutkannya, data ini harus dimanfaatkan sebagai fondasi dalam menyusun perencanaan dan prioritas intervensi yang sistematis dan berkelanjutan.

Baca Juga: Masjid Nurul Mu’minin Samarinda: Masjid Megah yang Diresmikan Bertepatan 1 Muharram

Ia juga menekankan bahwa Rapor Pendidikan bukanlah alat pembanding antarsekolah, melainkan instrumen refleksi internal untuk mengenali kekuatan dan area yang perlu diperbaiki.

Pada pembaruan tahun ini, terdapat tiga indikator baru yang turut diperkenalkan. 

Pertama, indikator 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya penguatan karakter murid. 

Kedua, indikator Ketersediaan Buku Pendidikan untuk memastikan kecukupan sumber belajar. 

Ketiga, indikator Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim guna meningkatkan kesiapan sekolah menghadapi risiko.

Baca Juga: Sejarah Politeknik Negeri Ambon: Kampus Vokasi Pertama di Maluku yang Terus Berkembang

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa penambahan indikator ini mencerminkan penguatan makna mutu pendidikan secara lebih utuh.

“Pendidikan bermutu tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter serta kesiapan anak menghadapi masa depan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman serta mampu menumbuhkan karakter dan kebiasaan positif,” ujarnya.

Pemanfaatan Rapor Pendidikan juga dirasakan langsung oleh satuan pendidikan. 

Kepala SDN 17 Sungai Raya, Kalimantan Barat, Sarwani, menyebut bahwa kehadiran Rapor Pendidikan mendorong sekolah untuk terus belajar menggunakan data sebagai dasar perbaikan pembelajaran.

Baca Juga: Selain Kepala Keamanan Ali Larijani, Iran Konfirmasinya Tewasnya Jenderal Gholamreza Soleimani

“Pada hakikatnya, ketika ada hal atau sesuatu yang baru, kadang kita merasa bingung. Biasanya hal baru itu diterima dengan perasaan negatif, apalagi sesuatu seperti ini," sebutnya.

Namun, lanjutnya, pihaknya harus punya mindset pola pikir yang positif, tidak menghadapi hal baru dengan sikap negatif. Hal tersebut perlu dipelajari dan dipahami.

"Bagi saya pribadi, Rapor Pendidikan saya anggap sebagai pengembangan teknologi baru di dunia pendidikan, yang bersentuhan langsung dengan proses belajar-mengajar. Saya terus mempelajarinya meskipun memang belum maksimal. Masih banyak hal yang belum saya pahami, terutama terkait indikator,” tuturnya.

Di tingkat daerah, Rapor Pendidikan juga dimanfaatkan sebagai rujukan dalam evaluasi kinerja pembangunan pendidikan. 

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Terkendali Menjelang Idulfitri 2026

Dinas Pendidikan memanfaatkan hasil ini sebagai salah satu indikator keberhasilan dan tolok ukur kinerja.

Kemendikdasmen pun terus mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk aktif memanfaatkan Rapor Pendidikan dalam penyusunan kebijakan, perumusan program perbaikan, hingga penganggaran pendidikan agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran.

Dengan pembaruan ini, Rapor Pendidikan diharapkan benar-benar menjadi alat navigasi transformasi pendidikan di Indonesia. 

Bukan sekadar data, tetapi panduan nyata untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas, terarah, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan. ***