POJOKSATU.id - Rangkuman materi TKA Biologi SMA dapat menjadi panduan belajar bagi siswa kelas 12 dalam mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Peserta TKA jenjang SMA/MA/sederajat merupakan siswa kelas 12, sedangkan untuk SMK/MAK merupakan siswa kelas akhir.
Mata pelajaran yang diujikan mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta satu mata pelajaran pilihan, termasuk Biologi.
TKA Biologi tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam mengingat konsep. Tes ini juga mengukur kemampuan berpikir terkait konsep-konsep biologi serta keterampilan proses atau inkuiri.
Baca Juga: Sejarah Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pernah Timbulkan Tsunami 2018 Lalu
Karena itu, siswa perlu memahami konsep dasar sekaligus mampu menggunakan pengetahuan tersebut untuk menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
Salah satu materi yang perlu dipelajari adalah keanekaragaman hayati. Berikut rangkuman kisi-kisi dan materi TKA Biologi SMA yang dapat menjadi bahan belajar.
Kisi-Kisi Materi TKA SMA Biologi
Konsep biologi yang diukur dalam TKA mencakup materi keanekaragaman hayati, sel, metabolisme, proses-proses pada makhluk hidup, serta keterampilan proses.
Berikut kisi-kisi materi TKA Biologi SMA:
1. Keanekaragaman Hayati
Materi yang perlu dipelajari meliputi:
-
Klasifikasi dan keanekaragaman makhluk hidup
-
Bakteri
-
Ekosistem
Baca Juga: 25 Contoh Soal PAI Terintegrasi MI OMI Kemenag 2026, Pahami Nilai Islam dan Penerapannya, Simak Ini!
2. Sel, Metabolisme, dan Proses pada Makhluk Hidup
Materi ini mencakup transport dan pertukaran zat pada manusia, antara lain:
-
Sistem sirkulasi
-
Sistem respirasi
-
Sistem ekskresi
-
Sistem imun
-
Sistem koordinasi
-
Sistem reproduksi
3. Keterampilan Proses
TKA Biologi juga mengukur kemampuan siswa dalam melakukan proses berpikir ilmiah, meliputi:
-
Mempertanyakan dan memprediksi
-
Merencanakan dan melakukan penyelidikan
-
Memproses dan menganalisis data serta informasi
Baca Juga: DPRD Jabar Mulai Bahas PAPBD 2026, Pendapatan Ditargetkan Rp27,85 Triliun
Konsep biologi dalam TKA disajikan dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari, seperti kesehatan, lingkungan, pertanian, dan persoalan sosiokultural.
Pendekatan tersebut membuat siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga menghubungkan konsep biologi dengan kondisi nyata serta memahami penerapan ilmu biologi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kompetensi yang Diukur dalam TKA Biologi
TKA Biologi mengukur kemampuan siswa melalui tiga level kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, dan penalaran.
1. Pemahaman
Pada level pemahaman, siswa dituntut mampu menjelaskan konsep-konsep biologi berdasarkan informasi yang telah dipelajari maupun informasi yang disediakan dalam soal.
Artinya, siswa tidak sekadar mengingat istilah, tetapi harus memahami makna dan hubungan antarkonsep.
Baca Juga: Lebih Setahun Kasus Pembunuhan Mozza Axillia Baru Terungkap, Novum Baru dari Chat Medsos
2. Penerapan
Pada level penerapan, siswa dituntut mampu menggunakan konsep dan pengetahuan biologi untuk memecahkan permasalahan.
Contohnya, siswa dapat diminta menggunakan konsep ekosistem untuk menjelaskan dampak perubahan lingkungan terhadap organisme.
3. Penalaran
Level penalaran mengharuskan siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi biologis yang kompleks atau baru.
Siswa juga dituntut mampu menarik kesimpulan serta mengembangkan argumen berdasarkan bukti.
Rangkuman Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan keberagaman makhluk hidup yang dapat diamati berdasarkan berbagai ciri, seperti bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan sifat.
Baca Juga: 25 Contoh Soal IPS Terintegrasi MI OMI Kemenag 2026, Lengkap Pembahasan dan Jawaban
Keanekaragaman tersebut dapat ditemukan pada berbagai tingkat, mulai dari gen, spesies, hingga ekosistem.
Secara sederhana, keanekaragaman hayati menunjukkan adanya variasi makhluk hidup yang terdapat di suatu wilayah.
Keanekaragaman hayati juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Wilayah dengan kondisi iklim dan lingkungan yang berbeda dapat memiliki jenis dan tingkat keanekaragaman hayati yang berbeda pula.
Keanekaragaman hayati memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Beberapa di antaranya adalah:
-
Menjaga keseimbangan ekosistem karena setiap spesies mempunyai peran tertentu.
-
Menjadi sumber ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian.
Baca Juga: Misteri Dentuman Jawa Barat Makin Panas, BMKG dan PVMBG Malah Beda Pandangan Soal Krakatau!
-
Membantu menjaga kualitas air melalui keberadaan berbagai jenis tumbuhan.
-
Menjadi sumber bahan bangunan seperti kayu, bambu, dan rotan.
-
Menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
-
Menjadi sumber bahan baku obat-obatan.
-
Menjadi sumber pangan dari tumbuhan, hewan ternak, dan spesies laut.
-
Menjadi sumber bahan tekstil seperti kapas, sutra, kulit, wol, serat, dan bulu hewan.
Secara umum, keanekaragaman hayati dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman tingkat genetik, tingkat spesies, dan tingkat ekosistem.
Baca Juga: Fikri Mahasiswa UNP yang Hilang Dikabarkan Sudah Ditemukan di Solok, Jauh dari Kosnya di Padang
1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Genetik
Keanekaragaman tingkat genetik terjadi akibat adanya perbedaan susunan gen dalam suatu spesies.
Gen berperan menentukan berbagai ciri dan sifat yang dimiliki individu.
Contohnya dapat ditemukan pada manusia. Meskipun termasuk dalam satu spesies, manusia memiliki variasi seperti rambut lurus, ikal, atau keriting.
Contoh lainnya dapat dilihat pada bunga mawar. Bunga mawar yang masih berada dalam satu kelompok dapat memiliki warna mahkota yang berbeda karena adanya variasi susunan gen.
Jadi, apabila organisme masih berada dalam satu spesies tetapi menunjukkan variasi sifat atau ciri, hal tersebut dapat menjadi contoh keanekaragaman tingkat genetik.
2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies
Keanekaragaman tingkat spesies menunjukkan adanya berbagai jenis organisme yang berbeda.
Salah satu contoh dapat ditemukan pada kelompok tumbuhan palem-paleman atau famili Arecaceae.
Pohon aren dan pohon pinang sama-sama termasuk kelompok palem-paleman, tetapi keduanya merupakan spesies yang berbeda.
Pohon aren memiliki nama ilmiah Arenga pinnata, sedangkan pohon pinang memiliki nama ilmiah Areca catechu.
Perbedaan spesies dapat terlihat dari berbagai ciri, seperti bentuk tubuh, struktur organ, habitat, serta karakteristik lainnya.
Baca Juga: Fikri Mahasiswa UNP yang Hilang Dikabarkan Sudah Ditemukan di Solok, Jauh dari Kosnya di Padang
3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Keanekaragaman tingkat ekosistem menunjukkan adanya variasi berbagai ekosistem yang memiliki karakteristik berbeda.
Setiap ekosistem mempunyai kombinasi faktor biotik dan abiotik yang berbeda.
Faktor biotik meliputi makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Sementara itu, faktor abiotik mencakup komponen tidak hidup seperti suhu, air, tanah, cahaya, dan kondisi lingkungan.
Contoh keanekaragaman tingkat ekosistem antara lain:
-
Ekosistem hutan
-
Ekosistem laut
-
Ekosistem gurun
-
Ekosistem tundra
Baca Juga: Pendaftaran Perlinsos Digital Resmi Diperpanjang Hingga Akhir 2026, Simak Cara Daftarnya Lewat HP!
Setiap ekosistem memiliki jenis organisme dan kondisi lingkungan yang berbeda. Perbedaan tersebut membuat masing-masing ekosistem mempunyai karakteristik tersendiri.
Cara Belajar Materi Keanekaragaman Hayati untuk TKA
Materi keanekaragaman hayati akan lebih mudah dipahami apabila siswa tidak hanya menghafal definisi.
Siswa dapat berlatih membedakan contoh keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem melalui objek yang ada di lingkungan sekitar.
Misalnya, perbedaan warna bunga dalam satu jenis dapat digunakan untuk memahami keanekaragaman tingkat genetik.
Perbedaan antara dua jenis tumbuhan dapat digunakan untuk memahami tingkat spesies, sedangkan perbedaan antara hutan, laut, dan gurun dapat digunakan untuk memahami tingkat ekosistem.
Selain itu, siswa perlu berlatih membaca data, tabel, gambar, atau deskripsi fenomena biologis. Kebiasaan tersebut penting karena kemampuan yang diukur dalam TKA Biologi mencakup penerapan konsep dan penalaran, bukan sekadar hafalan.
Baca Juga: Dentuman Keras Bikin Bandung Raya Bergetar, Ternyata Imbas Erupsi Anak Krakatau
Nilai TKA Bisa untuk Apa Saja?
Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tercantum dalam Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) memiliki sejumlah fungsi.
Beberapa fungsi nilai TKA antara lain:
-
Menjadi pertimbangan tambahan dalam penerimaan perguruan tinggi melalui SNBP atau jalur prestasi.
-
Memvalidasi dan memperkuat keabsahan nilai rapor siswa.
-
Menyetarakan hasil belajar peserta didik jalur nonformal dan informal.
-
Menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki metode pembelajaran bagi siswa dan guru.
-
Menjadi instrumen pemetaan mutu dan kualitas pendidikan secara nasional.
Baca Juga: 35 Ribu PPPK Nyaris Kepung Istana, Mendadak Batal! 4 Tuntutan Diklaim Dikabulkan
Dengan memahami kisi-kisi TKA Biologi sejak awal, siswa dapat menyusun strategi belajar yang lebih terarah.
Jangan hanya fokus menghafalkan istilah, tetapi biasakan memahami hubungan antarkonsep dan menerapkannya pada persoalan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi keanekaragaman hayati menjadi salah satu bagian penting yang perlu dikuasai. Siswa juga perlu memperdalam materi lain sesuai kisi-kisi serta rutin mengerjakan latihan soal untuk mengukur pemahaman.
Semakin sering berlatih membaca informasi biologis, menganalisis data, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti, semakin terbiasa pula siswa menghadapi soal TKA Biologi yang menuntut kemampuan berpikir. ***




