POJOKSATU.id - Salah satu bentuk implementasi dari Kurikulum Merdeka untuk para guru adalah Komunitas Belajar atau Kombel.
Sebagai wadah bagi para guru, Kombel dibentuk agar guru-guru di seluruh Indonesia bisa berbagi praktik baik, belajar, dan berdiskusi melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Munculnya fitur Kombel di PMM menjadi upaya dalam melakukan transformasi pembelajaran bagi sesama guru, bahkan tenaga kependidikan.
Membentuk Kombel sebagai tempat berbagi praktik baik juga menjadi salah satu peran yang diperhitungkan dalam Rencana Hasil Kerja (RHK) di PMM.
Meningkatnya kompetensi dalam Kombel di PMM melalui peran sebagai peserta berbagi praktik baik, belajar, dan berdiskusi, diganjar 4 poin dalam RHK.
Seiring semangat itu, para guru SD Negeri Pajajaran 02 Kabupaten Bogor yang beralamat di jalan Veteran III, Desa Banjarsari RT 6/2, Ciawi Kabupaten Bogor membentuk Komunitas Belajar Mandiri (KBM) Pajajaran.
KBM Pajajaran dibentuk dengan tujuan mempermudah penerapan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar demi meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga bisa berdampak pada hasil belajar peserta didik.
KBM Pajajaran sudah terdaftar dan bisa diakses di Platform Merdeka Mengajar melalui link https://guru.kemdikbud.go.id/komunitas/7G6AR2RYDW?from=home, sebagai rekomendasi komunitas yang bisa diikuti.
Para pengurus KBM Pajajaran saat ini berangotakan 15 orang guru. Berikut struktur pengurus KBM Pajajaran yang sudah tercantum di PMM.
1. Tuti Supriyati, Penanggungjawab
2. Deni Sukmawijaya, Ketua
3. Hoerulmudin, Sekertaris
4. Usmawati Sundari, Bendahara
5. Rahfiat, Anggota
6. Lusiani Kuswati, Anggota
7. Shanti Triastuti, Anggota
8. Suci Kurniati, Anggota
9. Lilis Handayani, Anggota
10. Ahmad Royani, Anggota
11. Saepudoli, Anggota
12. Ajeng Audia Anggraeni, Anggota
13. Dede Syamsul Rizal, Anggota
14. Muhammad Saepul Rohman, Anggota
15. Muhammada Devran Armanda, Anggota
Kepala Sekolah SD Negeri Pajajaran 02 Kabupaten Bogor Tuti Supriyati, menyadari pentingnya peran Kepala Sekolah sebagai pemimpin pengajaran sekaligus membangun dan menjaga visi sekolah.
"Terbentuknya Kombel dengan nama KBM Pajajaran di sekolah kami, tentu saja diharapakan dapat menjadi wadah yang maksimal untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan," ungkap Tuti.
Tuti juga menyampaikan KBM Pajajaran diharapkan dapat membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan.
"Ini salah satu ikhtiar. Pendidik dapat belajar bersama, berkolaborasi dengan pendidik yang lain sehingga utamanya bisa berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik," urainya.
Bukan hanya sekadar mengejar poin, KBM Pajajaran memang menjadi kebutuhan bagi para guru untuk saling memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di kelas.
"Kami juga ingin berbagi pengetahuan, berdiskusi berbagai permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran," ungkap Ketua KBM Pajajaran Deni Sukmawijaya.
Deni menyebutkan, KBM Pajajaran terus berusaha mewujudkan budaya kolaboratif antara sesama guru dan antara guru dengan kepala sekolah.
Program-program KBM Pajajaran dibagi dalam bentuk luring dan daring untuk mendiskusikan berbagai pengembangan diri guru hingga membahas masalah pembelajaran.
"Luring diperuntukan hanya untuk anggota Kombel di dalam sekolah atau dalam gugus sekolah terdekat yang ada di lingkungan kami," jelas Deni.
Deni menjelaskan, kegiatan luring yang akan dijalankan oleh KBM Pajajaran antara lain melakukan review modul ajar, penyusunan asesment hingga review bahan ajar.
Sedangkan program daring akan dibuka untuk umum dengan melakukan diskusi seperti teknik penyusunan Aksi Nyata PMM, cara penyusunan e-kinerja di PMM atau hal lainnya demi meningkatkan pengembangan kapasitas para guru. ***
Bagi sekolah dan para guru yang ingin menampilkan profil Kombel di Pojoksatu.id, silahkan kirim profil, nama pengurus, program dan tautan yang perlu ditampilkan. Jangan lupa kirim juga foto dan logo Kombel, melalui email: ccredaksipojoksatu@gmail.com - tulis sebjek email: PROFIL KOMBEL. Gratis!




