POJOKSATU.ID - Upaya mewujudkan akses layanan pendidikan yang berkeadilan di tanah air membutuhkan komitmen penuh yang tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah pusat saja.

Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui keseriusan mereka memperkuat tata kelola Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah mereka.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan dukungannya dengan mengintegrasikan dana daerah ke dalam program bantuan siswa kurang mampu tersebut.

Penguatan tata kelola administrasi ini disempurnakan dengan pengadaan berbagai fasilitas penunjang belajar dan peralatan sekolah yang bersumber langsung dari APBD.

Baca Juga: Hasil Semifinal Singapore Open 2026: Alwi Farhan Gugur, Fajar/Fikri Melaju ke Final

Langkah strategis ini diambil sebagai perwujudan tanggung jawab sosial serta bentuk pelayanan publik yang prima bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan ekonomi.

Kebijakan integrasi anggaran daerah tersebut membawa dampak positif yang sangat besar terhadap kualitas pelaksanaan program jaminan pendidikan secara menyeluruh di tingkat provinsi.

Berkat konsistensi tersebut, Provinsi Kalimantan Selatan berhasil merebut penghargaan bergengsi sebagai pengelola terbaik kedua untuk kategori tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

Apresiasi tingkat nasional ini diserahkan secara resmi dalam rangkaian acara perayaan Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2026 pada dua puluh lima Mei kemarin.

Baca Juga: Menolak Lupa Sejarah: Mengapa 1 Juni Diperingati Hari Lahir Pancasila?

Acara megah yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini dilangsungkan di Jakarta dengan dihadiri ratusan tokoh penting dari berbagai penjuru tanah air.

Pihak kementerian sendiri menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan utama untuk memicu lahirnya berbagai inovasi baru di sektor pendidikan daerah.

Secara keseluruhan, terdapat sembilan puluh tujuh penghargaan dari berbagai kategori yang dianugerahkan malam itu kepada pihak-pihak yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi kemajuan bangsa.

Penerima penghargaan mencakup jajaran dinas pendidikan kabupaten, kota, provinsi, perwakilan satuan pendidikan, hingga para pegiat serta mitra strategis pendidikan nasional.

Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa esensi dari penghargaan ini adalah untuk membangun semangat kolaborasi demi pendidikan yang merata serta berkelanjutan.

Melalui perayaan ini, pemerintah pusat menaruh harapan besar agar api inspirasi dan kerja sama antar-elemen masyarakat terus menyala demi masa depan anak bangsa.

Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah diyakini akan mempercepat tercapainya pemerataan kualitas pendidikan yang inklusif di seluruh wilayah nusantara.***