POJOKSATU.id — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 yang diadakan secara daring.
Program ini diselenggarakan untuk menyiapkan guru menjadi tenaga pendidik yang lebih profesional dan berkualitas melalui sertifikasi yang diakui.
Peluncuran Program PPG 2025 disiarkan langsung pada Kamis (8/5/2025) di kanal YouTube Ditjen GTKPG Kemendikdasmen.
Dalam acara pembukaan secara resmi, Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, menekankan pentingnya PPG sebagai program yang tidak hanya bertujuan untuk mencetak guru yang kompeten tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“PPG bukan hanya soal sertifikasi, tetapi lebih kepada bagaimana kita memastikan para guru memiliki keterampilan dan pengetahuan yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Baca Juga: Info Terbaru Guru dan PPG: TPG Triwulan 2 Cair Lebih Awal dan Tambahan THR 2025
Mimpi Besar 100% Guru Bersertifikat pada 2029
Salah satu target besar Kemendikbudristek adalah memastikan seluruh guru Indonesia memiliki sertifikasi di tahun 2029.
Program PPG ini diharapkan dapat mendukung pencapaian tersebut, dengan strategi akselerasi PPG bagi guru tertentu yang lebih terstruktur dan terfokus pada kompetensi khusus sesuai kebutuhan pendidikan.
Nunuk juga menyebutkan mimpi besar Direktorat Jenderal GTK untuk mewujudkan semua guru Indonesia bersertifikat pendidik pada tahun 2029.
"Seluruh guru—lebih dari 3 juta orang—telah memiliki sertifikasi profesi," terang Nunuk.
Pada akhir tahun 2024, tercatat 65% guru atau sekitar 978 ribu guru telah tersertifikasi.
Dengan pelaksanaan PPG tahun 2025 ini, jumlah tersebut akan meningkat menjadi 92%.
Sisanya, yaitu sekitar 8% atau 249 ribu guru, belum memenuhi kualifikasi akademik S1/D4.
Untuk itu, pemerintah menyediakan program beasiswa guna mendukung pemenuhan kualifikasi tersebut, agar mereka juga dapat mengikuti PPG dalam rentang waktu 2026 hingga 2028.
Peserta PPG 2025 dan Penyebaran Program
Pada Batch 1 PPG 2025, sebanyak 325 guru telah dipanggil untuk mengikuti pelatihan.
Sementara itu, Batch 2 dan 3 akan segera dibuka dengan seleksi administrasi yang dijadwalkan tidak lama lagi.
Penentuan ini juga berdasarkan kapasitas LPTK, ketersediaan anggaran, dan pertimbangan teknis lainnya.
Para peserta akan tersebar di 124 LPTK yang ada di seluruh Indonesia, mencakup 78 bidang studi.
Distribusi peserta juga mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SLB, dengan peserta terbanyak berasal dari jenjang SD, yaitu lebih dari 152 ribu guru.
Dari segi status kepegawaian, lebih dari 51% peserta berasal dari kalangan non-ASN, baik guru honorer di sekolah negeri maupun guru swasta. Sementara itu, guru PNS hanya mencakup 7% dan sisanya adalah guru PPPK.
Hal ini menegaskan bahwa program PPG tidak membedakan status negeri atau swasta, melainkan diberikan kepada siapa pun yang memenuhi syarat administratif sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Penyebaran peserta program ini mencakup seluruh Indonesia, dengan perhatian khusus pada pemerataan kualitas guru di berbagai wilayah.
Kemendikbudristek juga memastikan bahwa distribusi peserta PPG tahun 2025 ini tidak hanya terfokus pada kota besar, melainkan juga wilayah yang lebih terpencil, untuk memastikan kesetaraan pendidikan bagi seluruh guru di Indonesia.
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, dalam acara tersebut juga menyampaikan komitmennya dalam pemerataan kualitas pendidik, agar seluruh wilayah mendapatkan akses yang sama terhadap pelatihan profesional.
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap guru di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. PPG ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu'ti.
Pelaksanaan PPG ini berpedoman pada Permendikbudristek Nomor 19 Tahun 2024, yang mengatur tata cara seleksi, pembelajaran, serta ujian kompetensi bagi guru.
Ruang GTK dan Mekanisme Pembelajaran PPG Daring
Kemendikbudristek juga memperkenalkan platform Ruang GTK yang menjadi tempat utama untuk pembelajaran daring.
Platform ini memungkinkan peserta untuk mengakses materi pembelajaran secara daring, berinteraksi dengan pengajar dan sesama peserta, serta melaksanakan ujian dan asesmen yang diperlukan.
Melalui sistem ini, para guru dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa terbatas oleh lokasi fisik dan bisa melakukan ujian kompetensi secara fleksibel.
Ruang GTK sendiri merupakan bagian dari rumah besar Rumah Pendidikan.
"Oleh karena itu, silakan mulai eksplorasi dari sekarang menggunakan akun belajar.id masing-masing. Bapak dan Ibu juga bisa mengunjungi berbagai halaman lainnya dalam Rumah Pendidikan untuk memperluas wawasan," tambah Nunuk.
Dalam pembelajaran PPG tahun 2025, peserta akan diajarkan berbagai kompetensi inti yang mencakup teknik mengajar yang berbasis teknologi, pengelolaan kelas, serta pemahaman mengenai pembelajaran sosial emosional (PSE).
Materi yang diajarkan juga fokus pada pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus serta cara mengelola kelas yang inklusif.
Kemendikbudristek juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan PPG.
"Setelah pembelajaran mandiri diselesaikan, tahapan selanjutnya adalah pendaftaran UKPPG. Perlu Bapak Ibu ketahui, untuk dapat mendaftar UKPPG, seluruh modul harus sudah dipelajari dan jurnal pembelajaran yang tersedia wajib diisi.
Jangan hanya mengunggah dokumen kosong, karena seluruhnya akan diperiksa oleh dosen pengampu," tegas Nunuk.
Proses ujian dan pelaksanaan modul harus berlangsung dengan adil dan tanpa kecurangan.
Dengan tingkat kelulusan yang hampir mencapai 99%, kementerian optimis semua peserta yang mengikuti program dengan serius akan lulus dan memperoleh sertifikat pendidik yang sah.
Lini Masa PPG 2025:
Penting untuk memperhatikan kembali tiap tahapan dalam pelaksanaan PPG 2025 ini. Berikut disampaikan lini masa PPG 2025
-
Konfirmasi kesediaan: 8–17 Mei 2025 (hingga pukul 23.59 WIB)
Baca Juga: UPDATE JADWAL Penting PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Tahap 1, Jangan Sampai Ada yang Tertinggal!
-
Lapor diri dan orientasi di LPTK: 22 Mei – 1 Juni 2025
-
Pembelajaran mandiri daring: 6 Juni – 18 Juli 2025
-
Pendaftaran UKPPG: 7 – 19 Juli 2025
Penting untuk Diketahui oleh Peserta:
-
Memastikan kelengkapan dokumen untuk seleksi administrasi.
-
Mengikuti seluruh tahapan pembelajaran mandiri dan ujian secara disiplin.
-
Memanfaatkan Ruang GTK dengan maksimal untuk akses belajar.
-
Memastikan untuk mengikuti siaran pembukaan pada kanal YouTube untuk mendapatkan informasi langsung dari acara pembukaan.
Dalam video testimoni dari Silviani, guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 19 Tegal diungkapkan Program PPG, menurutnya, menghadirkan pembelajaran yang sangat berharga, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan pendekatan sosial-emosional.
"Materi PPG mengajarkan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, mengenali keunikan setiap siswa, termasuk mereka yang hiperaktif atau memiliki tantangan membaca," ujar guru yang menjadi salah satu peserta PPG Guru Tertentu pada Agustus 2024, setelah 15 tahun mengabdi sebagai pendidik.
Silviani juga menekankan pentingnya inklusi dan komunikasi yang empatik dalam proses belajar mengajar. Ia berharap PPG tetap berlanjut agar lebih banyak guru mendapatkan manfaat serupa. ***




